Mengenal 28 Atlet Terbaik Indonesia yang Bakal Berjuang di Olimpiade Tokyo 2020

Mengenal 28 Atlet Terbaik Indonesia yang Bakal Berjuang di Olimpiade Tokyo 2020
info gambar utama

Di tengah bayang-bayang pandemi, pesta olahraga sejagat tinggal menghitung hari. Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 bakal digelar 23 Juli nanti. Itu artinya, hanya menyisakkan waktu kurang lebih 4 hari lagi.

Olimpiade Tokyo 2020 akan mempertandingkan 33 cabang olahraga (cabor) yang diikuti oleh 206 negara. Sebanyak 28 atlet Indonesia dipastikan lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. Jumlah ini melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya, yakni 22 atlet.

28 atlet itu tersebar di delapan cabor, yakni atletik dengan 2 wakil, angkat besi 5 wakil, menembak 1 wakil, panahan 4 wakil, dayung 2 wakil, bulutangkis 11 wakil, Selancar 1 wakil, dan yang terakhir renang dengan 2 wakil.

Berikut daftar 28 atlet terbaik Indonesia yang bakal berjuang di Olimpiade Tokyo 2020.

Kontingen Indonesia Bertolak ke Jepang, Ini Harapan dan Target RI di Olimpiade Tokyo 2020
Daftar 11 atlet Indonesia cabang olahraga bulu tangkis di Olimpiade Tokyo 2020 | GNFI
info gambar

Anthony Sinisuka Ginting (Bulu Tangkis)

Tunggal putra utama Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting berhasil lolos ke Olimpiade Tokyo setelah menempati peringkat ke-5 dalam "BWF World Rankings for Olympic 2020 Qualification", atau ranking untuk kualifikasi olimpiade.

Ginting mampu mengumpukan 75.332 poin dari 17 turnamen yang ia ikuti sejak 2019. Sebagian besar poin disumbangkan dari catatan positif Ginting dalam rangkian turnamen BWF World Tour, termasuk menjuarai Daihatsu Indonesia Master 2020.

Jonathan Christie (Bulu Tangkis)

Menempati peringkat ke-7 dalam rangking kualifikasi olimpiade, Jonathan Christie (Jojo) berhasil mengumpulkan 72.940 poin dari 17 turnamen yang ia ikuti.

Poin tertinggi yang didapat Jojo berasal dari keberhasilannya dalam menjuarai BARFOOT & THOMPSON New Zealand Open 2019, CROWN GROUP Australian Open 2019, dan menjadi runner up pada 2 turnamen World Tour 750 (Japan Open 2019 dan French Open 2019.

Gregoria Mariska Tunjung (Bulu Tangkis)

Peraih gelar juara dunia junior 2017, Gregoria Mariska Tunjung menjadi satu-satunya wakil tungal putri Indonesia yang lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.

Pada rangking final kualifikasi, Gregoria menempati peringkat ke-20 dengan catatan 45.200 poin dari 15 turnamen yang ia ikuti sejak 2019.

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Bulu Tangkis)

Beralih ke nomor ganda putra, rasanya sektor ini sudah selangkah dalam genggaman. Pada rangking kualifikasi, Marcus/Kevin menempati urutan pertama dengan 106.853 poin dari 16 turnamen. Catatan tersebut menjadi rekor tertinggi dibanding sektor lain.

Kedigdayaan Marcus/Kevin terbukti lewat sederet gelar yang diraih sepanjang 2019-2020. Tiga gelar tertinggi didapat dari kejuaraan All England Open 2019, Blibli Indonesia Open 2019, dan Viktor China Open 2019. Ketiganya merupakan turnamen Super 1000 yang menjadi salah satu level tertinggi dalam rangkaian BWF World Tour.

Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan (Bulu Tangkis)

Masih dari nomor ganda putra, Mohamad/Ahsan Hendra Setiawan tercatat menempati peringkat ke-2 dalam kualifikasi Olimpiade Tokyo. Pasangan yang dijuluki the daddies ini mengumpulkan 96.757 dari 17 turnamen yang diikuti.

Poin tertinggi mereka dapat dari keberhasilannya dalam merengkuh gelar World Championships 2019 serta mengamanakan gelar HSBC World Tour Finals 2019.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Bulu Tangkis)

Di nomor ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjadi satu-satunya pasangan Indonesia yang lolos ke Olimpide Tokyo 2020. Mereka berhasil meredam dominasi pasangan Jepang dan China dengan menempati peringkat ke-7 dalam rangking qualifikasi.

Greysia/Apri berhasil mengumpulkan 67.805 poin dari 18 turnamen yang diikuti. Poin terbesar yang mereka dapat berasal dari keberhasilannya menembus babak semifinal World Championships 2019. Selain itu, pasangan ini juga berhasil menjuarai 2 turnamen, yakni Daihatsu Indonesia Master 2019 dan Barcelona Spain Master 2020.

Praveen Jordan/Debby Susanto (Bulu Tangkis)

Terakhir, sektor Ganda Campuran diwakili Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Menempati peringkat ke-4 dalam rangking kualifikasi, Praveen/Melati berhasil mengumpulkan 77.487 poin dari 17 turnamen yang diikuti.

Praveen/Melati menjadi penantang terberat bagi dua pasangan fenomenal China, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong dan Wang Yil Yu/Huang Dong Ping yang menjadi penguasa sektor ini.

Sebagain besar poin yang didapat Praveen/Melati berasal dari keberhasilannya dalam meraih beberapa gelar BWF World Tour, di antaranya Danisa Denmark Open 2019, Yonex French Open 2019, dan Yonex All England Open 2020.

28 Atlet Indonesia Dipastikan Berlaga di Olimpiade Tokyo 2020
Daftar atlet Indonesia untuk cabang olahraga atletik, menembak, dan Panahan di Olimpiade Tokyo 2020 | GNFI
info gambar

Lalu Muhamad Zohri (Atletik)

Dari cabang atletik, Sprinter muda andalan Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, berhasil lolos dari kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 setelah membukukan 10,03 detik dalam final nomor 100 meter pada Seiko GP Jepang.

Zohri finis ketiga dalam lomba lari nomor 100 meter putra di Seiko Golden Grand Prix 2019 yang digelar di Yanmar Stadium Nagai Osaka, Jepang, 13-20 Mei 2021. Ini merupakan ajang olimpiade pertama yang diikuti oleh atlet 20 tahun tersebut.

Alvin Tehupeiory (Atletik)

Pelari asal Maluku Alvin Tehupeiory menjadi salah satu sprinter yang akan mewakili Indonesia dalam Olimpiade Tokyo setelah ia terpilih tampil melalui jalur wildcard.

Alvin dipilih PB PASI untuk mendampingi Lalu Muhammad Zohri, yang telah lebih dulu dinyatakan lolos kualifikasi, untuk mengisi kuota universalitas Olimpiade Tokyo pada nomor 100 meter putri.

Alvin dinilai layak mendapat kesempatan itu karena ia merupakan pemegang rekor nasional lari 200 meter dengan waktu 23,76 detik saat berlaga di Kejuaraan Nasional 2019 di Cibinong, Bogor. Dia mematahkan rekor Irene Truitje Joseph yang bertahan sejak 1999 dengan waktu 23,86 detik.

Pelari kelahiran 5 April 1995 itu juga pernah meraih medali perunggu lari gawang 400 meter di ajang Asian U20 Championships di Taipei, Taiwan pada 2014 silam.

Berkaca pada pengalamannya bertanding di kejuaraan internasional, sangat sulit bagi Alvin bisa bersaing dengan para pelari elite dunia di Olimpiade Tokyo.

Vidya Rafika (Menembak)

Dari cabang olahraga menembak, Vidya Rafika berhasil lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 mewakili Indonesia. Vidya mulai mencuri perhatian setelah meraih dua medali emas pada SEA Games 2019 yang berlangsung di Filipina.

Kini ia berhak tampil di Olimpiade Tokyo 2020 setelah berhasil mengamankan medali perak pada kejuaraan South East Asian Shooting (SEAS) Championships 2016 di Vietnam.

Riau Ega Agatha (Panahan)

Siapa yang tidak kenal atlet Panahan kece ini? namanya mulai melambang kala ia mampu menyulitkan atlet papan atas Korea Selatan, Ki Woo Jin pada gelaran Olimpiade Rio 2016 lalu.

Pada gelaran Olimpiade kali ini, Ega mendapat slot di nomor recurve individual putra. Ega mendapat tiket Olimpiade Tokyo setelah mempersembahkan medali perunggu pada Asian Games 2018.

Arif Dwi Pangestu (Panahan)

Arif Dwi Pangestu adalah pemanah muda potensial yang dimiliki Indonesia saat ini. Namanya sempat menjadi buah bibir ketika merebut medali emas SEA Games 2019 ketika usianya baru 15 tahun. Pada SEA Games 2019, Arif meraih medali emas di nomor beregu bersama Riau Ega Salsabila dan Hendra Purnama.

Pada Olimpiade Tokyo 2020, Arif Dwi Pangestu bakal turun di nomor perorangan dan beregu putra serta campuran. Arif lolos ke Olimpiade setelah turut mengantarkan tim panahan putra Indonesia menembus final Archery Final Olympic Qualification Tournament di Paris, Juni lalu.

Alviyanto Bagas Prastyadi (Panahan)

Alviyanto Bagas Prastyadi menjadi bagian skuad panahan Indonesia yang sukses melaju hingga partai puncak Archery Final Olympic Qualification Tournament. Pada ajang yang menjadi syarat lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 tersebut, Bagas bersama Riau Ega Agatha Salsabila dan Arif Dwi Pangestu berhasil mengantarkan Indonesia ke final.

Sayangnya, pada laga puncak, tim panahan putra Merah Putih takluk dari Amerika Serikat dengan skor 54-54, 52-57, 55-56, dan 55-85. Meski begitu, kekalahan tersebut tidak memengaruhi kepastian tim panahan putra Indonesia yang sudah lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.

Diananda Choirunisa (Panahan)

Masih dari cabang olahraga panahan, Diananda Choirunisa berhasil mengukuhkan namanya untuk tampil di Olimpiade Tokyo. Pada kejuaraan tersebut, Diananda akan bertarung di nomor recurve individual putri.

Diananda dipastikan mendapat tiket menuju Tokyo setelah mengamankan medali perak pada Asian Games 2018.

Indonesia Tengah Siapkan Roadmap Seleksi Tuan Rumah Olimpiade 2032
Daftar Atlet Indonesia untuk cabang olahraga selancar, ranang dan rowing di Olimpiade Tokyo 2020 | GNFI
info gambar

Rio Waida (Selancar)

Rio Wanda telah memastikan akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 yang menjadi wakil Indonesia untuk cabor selancar (surfing). Atlet berusia 21 tahun atal Bali tersebut meraihnya berdasarkan realokasi kuota setelah hasil pertandingan ISA World Surfing Games 2021 di El Salvador.

Selain itu, capaiannya menjadi runner-up pada ajang ISA World Surfing Games 2019 di Miyazaki menjadi poin penting sebagai pendukung lolos ke Olimpiade Tokyo.

Nama Rio Waida melambung setelah meraih posisi keempat leg pertama event Billabong Grommet Attack tahun 2015. Kariernya terus menanjak hingga naik ke atas podium. Rio Waida juga pernah mengalahkan juara dunia dua kali, Gabriel Medina, pada ajang World Surf League (WSL) 2019.

Menariknya, peraih Medali Perak SEA Games 2019 ini ditunjuk sebagai pembawa bendera Indonesia pada olimpiade Tokyo 2020 oleh Komite Olahraga Indonesia (KOI).

Aflah Fadlan Prawira (Renang)

Fadlan merupakan perenang spesialis jarak jauh khususnya di gaya bebas nomor 400 meter, 800 meter, dan 1500 meter serta 400 meter gaya ganti. Pada Olimpiade Tokyo, Fadlan rencananya akan turun di nomor 400 meter dan 1.500 meter gaya bebas pada Olimpiade Tokyo 2020.

Bagi Fadlan, tampil di Olimpiade merupakan suatu kebanggan tersendiri, apalagi ini merupakan Olympic perdananya. Adapun salah satu prestasi Fadlan di cabor renang adalah berhasil mengemas dua medali perak dan satu perunggu pada gelaran SEA Games 2019 di Filipina.

Azzara Permatahani (Renang)

Pemegang tiga rekor nasiosal Azzara Permatahani berhasil lolos dan bakal berjuang di Olimpiade Tokyo nanti. Pada pesta olahraga tersebut, Azzahra rencananya akan turun di nomor 200 meter gaya ganti.

Azzahra merupakan pemegang tiga rekor nasional yakni 200 meter gaya dada putri, 200 meter gaya ganti putri, dan 400 meter gaya ganti putri. Bahkan dirinya telah menembus limit B nomor 200 meter gaya ganti putri.

Pada tahun 2019 lalu, Azzahra memecahkan rekor nasional nomor 200 meter gaya dada putri dengan catatan waktu 2 menit 32,22 detik. Salah satu prestasi Azzhara di cabor renang adalah meraih medali perak nomor 200 meter gaya ganti perorangan putri pada SEA Games 2019 di Filipina.

Mutiara Rahma/Melani Putri (Dayung)

Indonesia menambah dua wakilnya pada gelaran Olimpiade Tokyo 2020 melalui Mutiara Rahma/Melani Putri pada cabang olahraga dayung nomor lightweight women's double sculls (LW2x).

Lolosnya tim putri Indonesia ini berasal dari perolehan mereka meraih peringkat empat di kejuaraan kualifikasi di Tokyo yang berlangsung 7 Mei lalu.

Mutiara Rahma Putri/Melani Putri finish dengan catatan waktu 7 menit 35,71 detik. Sementara itu, juara pertama diraih pasangan Jepang, Chiaki Tomita/Ayami Oishi dengan catatan waktu tercepat 7 menit 15,84 detik.

Daftar 5 atlet Indonesia cabang olahraga angkat besi di Olimpiade Tokyo 2020 | GNFI
info gambar

Eko Yuli Irawan (Angkat Besi)

Lifter kebanggaan Indonesia, Eko Yuli Irawan, kembali lolos ke ajang Olimpiade. Ini menjadi keikutsertaan keempatnya setelah sebelumnya tampil di ajang yang sama pada Olimpiade Beijing 2008, Olimpiade London 2012, dan Olimpiade Rio 2016.

Pada Olimpiade kali ini, Eko akan tampil di kelas 61 kg. Saat ini, Eko berada di posisi delapan besar dunia, catatan itu cukup memenuhi sebagai syarat tampil di Olimpiade.

Deni (Angkat Besi)

Deni merupakan atlet angkat besi kelahiran Bogor, 26 Juli 1989. Ia memiliki pengalaman tampil di Olimpiade. Deni berada di peringkat ke-12 pada Olimpiade London 2012, dan Olimpiade Rio 2016. Di luar pentas Olimpiade, Deni pernah memenangkan beberapa medali emas, termasuk pada SEA Games 2019.

Pada Olimpiade Tokyo kali ini, Deni bakal tampil di kelas 67 kg putra.

Rahmat Erwin (Angkat Besi)

Rahmat merupakan lifter muda Indonesia yang lolos ke Olimpiade Tokyo lewat jalur kontinental. Ia menjadi lifter berperingkat terbaik mewakili Aisa di luar posisi delapan besar. Pada gelaran olimpiade kali ini, Rahmat bakal bertanding di kelas 73 kg putra.

Rahmat memiliki sejumlah prestasi di angkat besi, yakni medali emas Asian Junior Championships di Korea Utara (2019), medali emas SEA Games 2019 Filipina, medali emas Asian Junior Championships di Tashkent (2020), dan medali perunggu Asian Championships di Tashkent (2021).

Nurul Akmal (Angkat Besi)

Nurul Akmal menjadi atlet pertama dari Aceh yang mampu tampil di Olimpiade sejak 33 tahun silam. Sebelumnya, ada Alkindi yang menjadi atlet pertama Aceh yang berlaga di Olimpiade 1988 Seoul, Korea Selatan pada cabang anggar. Pada olimpiade Tokyo, ia akan tampil dikelas 78 kg putri, kelas tertinggi dibanding keempat lifter Indonesia lainnya.

Bagi Nurul, lolos ke pesta olahraga internasional terbesar itu merupakan puncak kariernya sebagai atlet. Pasalnya, ia meniti kariernya mulai dari kompetisi tingkat daerah, seperti Pekan Olahraga Aceh, Kejuaraan Nasional, dan Pekan Olahraga Nasional (PON).

Adapun prestasi Nurul Akmal sebagai atelt angkat besi adalah medali perak kelas +75 kg pada Islamic Solidarity Games 2017 di Baku, Azerbajian, dan posisi keenam kelas +75 kg di Asian Games 2018.

Windy Cantika Aisyah (Angkat Besi)

Lifter andalan Indonesia lainnya, Windy Cantika Aisyah mengikuti langkah Eko Yuli Irawan untuk tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Windy lolos ke Olimpiade sesuai menempati posisi ke-6 di kelas 49 kg.

Windy berhak lolos ke Olimpiade 2020 karena termasuk dalam daftar delapan besar yang berhak mendapat tiket ke ajang tersebut.

Atlit berusia 17 tahun ini menjadi harapan Indonesia dalam meraih medali, secara prestasi Windy tidak bisa dianggap enteng. Pada gelaran SEA Games 2019, ia mendapat medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia junior celan and jerk snatch pada kelas 48 kg putri.

Bulu Tangkis dan Angkat Besi jadi cabor andalan Indonesia

Perolehan total medali Indonesia di ajang olimpiade berdasarkan cabang olahraga | GoodStats
info gambar

Sejak pertama keikutsertaan Indonesia di ajang Olimpiade (Helsinki 1958) hingga Olimpide yang terakhir (Ri0 2016), tercatat ada 3 cabor yang menjadi lumbung medali. Ketiga cabor itu meliputi bulu tangkis, angkat besi, dan panahan.

Bulu Tangkis menjadi cabor paling produktif dengan torehan 19 medali. Rinciannya 7 medali emas, 6 medali perak, dan 6 medali perunggu. Kemudian cabor angkat besi dengan 12 medali, rinciannya 6 perak dan 6 perunggu. Terakhir cabor panahan dengan 1 medali perak.

Melihat catatan tersebut, pada gelaran Olimpiade Tokyo 2020, cabor bulu tangkis dan angkat besi kembali menjadi andalan Indonesia dalam meraih pundi-pundi medali.

Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat catatan prestasi pra olimpiade kedua atlet cabor tersebut yang bisa dibilang cukup gemilang.

Dari cabor bulu tangkis, pasangan ganda putra Indonesia Mohamad Ahsan/Hendra berhasil merengkuh gelar juara dunia pada 2019. pasangan ganda putra lainnya, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon tercatat berada di peringkat 1 sejak 2017, sudah ada puluhan gelar juara yang berhasil mereka toreh.

Sementara dari cabor angkat besi, Eko Yuli Irawan sudah tidak diragukan lagi kualitasnya. Tercatat ia sudah mendapatkan 3 medali olimpiade dengan rincian 1 medali perak dan 1 medali perunggu. lifter andalan Indonesia ini juga pernah meraih medali emas Asian Games Jakarta 2018 dan berhasil meraih gelar juara dunia di Asghabat, Turkmenistan pada 2018.

Catatan prestasi-prestasi atlet kedua cabor pra olimpiade itu menjadi modal penting untuk guna mendulang sederet medali pada Olimpiade Tokyo 2020.

Catatan Prestasi Atlet Indonesia di Ajang Olimpiade

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Iip M. Aditiya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Iip M. Aditiya.

Terima kasih telah membaca sampai di sini