Mengenal Jenis Sapi Kurban yang Ada di Indonesia

Mengenal Jenis Sapi Kurban yang Ada di Indonesia
info gambar utama

Gema takbir kembali berkumandang, umat muslim di seluruh dunia termasuk Indonesia kembali merayakan kemenangan lewat perayaan Iduladha. Menjadi hari besar yang dipenuhi dengan makna akan pengorbanan, peristiwa berkurban yang umum dilakukan pada perayaan kali ini dinilai sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan.

Bicara mengenai pengorbanan yang dimaksud, peristiwa yang berhubungan dengan peringatan Iduladha ini sejatinya identik dengan kesediaan seseorang dalam menyisihkan harta yang dimiliki untuk berkurban hewan sembelih yang jenisnya sesuai dengan syariat Agama.

Di Indonesia, saat ini ada beberapa jenis hewan kurban yang umum dijumpai, sebut saja sapi, kambing, dan domba. Namun, jika bicara mengenai impian hampir semua umat muslim dalam memperoleh amal perbuatan yang maksimal lewat hal satu ini. Pilihan menjadikan sapi sebagai hewan kurban sejatinya merupakan keinginan yang banyak didambakan.

Bukan tanpa alasan, keberadaan sapi sebagai hewan sembeli berbobot besar dinilai bisa memberikan manfaat dan keberkahan lebih besar pula untuk lebih banyak orang. Karenanya tak heran, jika di setiap momen perayaan Iduladha tak sedikit orang-orang yang ingin berkurban berlomba mendapatkan sapi dengan kualitas terbaik yang dibudidayakan di tanah air.

Bukan perkara yang terlalu sulit, mengingat saat ini ada banyak budidaya jenis sapi yang memang dikhususkan untuk momen khusus seperti perayaan Iduladha.

Apa saja jenis sapi kurban yang bisa ditemui dan banyak digunakan di Indonesia? Berikut daftarnya.

Sejarah Kurban yang Terkadang Terlupakan

1. Sapi Limosin

Sapi Limosin
info gambar

Limosin merupakan salah satu jenis sapi yang paling sering diandalkan oleh Presiden Joko Widodo dan jajaran tokoh penting lainnya di tanah air dalam memberikan hewan kurban ke setiap daerah dalam peringatan Iduladha dari tahun ke tahun.

Memiliki bentuk tubuh yang besar, panjang, dan padat, sapi jenis ini pertama kali dikembangbiakkan di Prancis dan dikenal sebagai salah satu hewan pedaging yang memiliki kualitas sangat baik.

Walau memiliki bobot lahir terbilang kecil yakni 39 kilogram untuk betina dan 42 kilogram untuk jantan, proses pertumbuhan sapi ini dapat dikatakan sangat cepat dengan pertambahan bobot mencapai 1 kilogram hingga 1,4 kilogram per hari. Karenanya, tidak heran jika bobot sapi limosin dewasa bisa mencapai lebih dari 1 ton.

Menukil Kompas, saat ini harga untuk sapi limosin dengan bobot 1 ton dihargai sekitar Rp90 juta, adapun sapi dengan bobot lebih dari 1 ton dengan kualitas terbaik dapat menyentuh angka ratusan juta.

Buah Pala Pulau Banda: Dari Kesultanan Ustmaniyah hingga Tujuh Sapi Jantan Besar

2. Sapi Brahman

Sapi Brahman
info gambar

Berasal dari India, sapi Brahman memiliki ciri fisik berupa tubuh yang besar jika dibandingkan dengan sapi lokal. Sapi jenis satu ini mulai diimpor ke Indonesia dan dibudidayakan pada tahun 1970-an.

Mengutip laman resmi pemerintah daerah Jepara, sapi yang dibudidayakan dengan tujuan untuk menjadi hewan sembelih atau potong merupakan sapi ternak dengan sistem pembesaran jangka panjang dan bisa mencapai bobot 500 kilogram dalam kurun waktu dua tahun.

Wilayah Sumba diketahui menjadi salah satu sentra peternakan sapi jenis Brahman yang unggul. Di wilayah ini pertumbuhan bobot dari setiap sapi mencapai 0,8 kilogram per hari, sehingga bisa diperoleh sapi jantan dewasa dengan bobot 800 kilogram.

3. Sapi Angus

Sapi Angus
info gambar

Dikenal juga dengan nama Black Angus atau sapi hitam. Berasal dari Skotlandia, jenis sapi satu ini sangat populer sebagai sapi potong yang banyak dimanfaatkan untuk hidangan steak di daratan Eropa hingga Amerika.

Bukan tanpa alasan, daging dari sapi ini diketahui berkualitas sangat baik dengan kandungan lemak yang sedikit dan serat yang padat.

Sapi Angus diketahui mulai masuk ke Indonesia pada tahun 1976 dan mulai dilakukan peranakan di Kabupaten Sragen, sehingga jumlahnya menjadi cukup banyak pada kisaran tahun 1982-1992.

4. Sapi Brangus

Sapi Brangus, hasil kawin silang sapi Brahman yang besar dan berpunuk dengan sapi Angus hitam
info gambar

Sapi jenis satu ini merupakan bentuk perkawinan silang antara sapi Brahman dan sapi Angus sehingga menghasilkan sapi yang mudah untuk dipelihara dan diternak, dan memiliki keunggulan dari masing-masing induk yang dikawinkan silang.

Lebih detail, jenis sapi ini merupakan hasil persilangan antara sapi betina Brahman (Bos indicus) dan pejantan Aberden Angus (Bos Taurus). Hasil Silangan аntаrа Brahman dan Angus уаng menghasilkan jenis Sapi Brangus іnі berasal dаrі Oklahoma, Amerika Serikat, yang kemudian juga diimpor dan dibudidayakan di Indonesia.

Keunggulan dari sapi jenis ini disebutkan tahan terhadap cuaca panas, gigitan serangga, mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan memiliki produktifitas daging yang tinggi. Terbukti, bobot dari sapi Brangus jantan bisa mencapai 1.800 kilogram dan 1.200 kg untuk Brangus betina.

Peternakan Tapos dan Cita-cita Soeharto agar Indonesia Swasembada Sapi

5. Sapi Madura

Sapi Madura dewasa
info gambar

Sesuai namanya, sapi Madura mempunyai sebaran asli geografis di Pulau Madura, Jawa Timur, dan sekitarnya. Menjadi salah satu rumpun sapi lokal Indonesia dan mempunyai keseragaman bentuk fisik dan komposisi genetik, serta kemampuan adaptasi dengan baik pada keterbatasan lingkungan.

Dilaporkan, bahwa kontribusi sapi di Madura cukup besar sampai 24 persen dari kebutuhan sapi potong yang berasal dari Jawa Timur. Populasi sapi Madura juga dilaporkan terus bertambah setiap tahunnya.

Faktanya selain menjadi sapi potong, sapi Madura juga dijadikan sebagai alat transportasi masyarakat di pedalaman Madura yang disebut sapi Pajikaran. Sedangkan untuk tradisi karapan sapi yang selama ini banyak dikenal, digunakan sapi berjenis kelamin jantan.

Mengenal Lebih Dekat Kontes Kecantikan Sapi Madura

6. Sapi Bali

Sapi Bali
info gambar

Memiliki wilayah penyebaran utama di Pulau Bali, jenis ini merupakan salah satu jenis sapi lokal yang asli dan murni dari Indonesia. Sapi Bali asli mempunyai ciri khas warna putih pada bagian kakinya dengan bentuk dan karakteristik yang sama dengan banteng.

Ditinjau dari sejarahnya, sapi merupakan hewan ternak yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat petani di Bali. Sapi Bali sudah dipelihara secara turun-temurun oleh masyarakat petani Bali sejak zaman dahulu.

Selain dijadikan sapi potong, petani juga memelihara jenis sapi satu ini untuk membajak sawah dan tegalan, serta menghasilkan pupuk kandang yang berguna untuk mengembalikan kesuburan tanah pertanian.

Dengen pemeliharaan yang baik, penambahan berat badan harian bisa mencapai 0,8 kg per hari. Pada umur 1,5 tahun bobot sapi Bali bisa mencapai 217 kilogram.

Kisah Perang Besar Menentang Pajak Hewan Kurban oleh Belanda

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini