Mengintip Menu Makanan Para Atlet di Olimpiade Tokyo 2020

Mengintip Menu Makanan Para Atlet di Olimpiade Tokyo 2020
info gambar utama

Ajang kompetisi olahraga bergengsi, Olimpiade Tokyo 2020, dimulai hari ini, 21 Juli 2021 hingga 8 Agustus mendatang. Lebih dari 200 negara, dengan total 18 ribu atlet, akan berjuang meraih medali sebanyak-banyaknya dari seluruh cabang olahraga yang dikompetisikan.

Pada olimpiade kali ini, Kota Tokyo menjadi tuang rumah. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil pemungutan suara pada sidang Komite Internasional Olimpiade ke-125 pada 7 September 2013 di Buenos Aires, Argentina.

Selain kompetisi itu sendiri, ada satu hal yang menarik perhatian publik selama ajang ini berlangsung, yaitu apa saja menu makanan yang disediakan untuk para atlet?

Di kampung atlet, tempat para atlet tinggal selama olimpiade, terdapat tiga area makan berbeda. Pertama, ada aula makan utama, yang fokus pada manajemen nutrisi dan keiasaan diet para atlet agar tampil prima. Kedua, ada aula makan kasual, di mana para atlet dapat menikmati berbagai masakan Jepang, serta ada kafetaria grab anad go, yang menyediakan makanan tambahan, termasuk camilan dan buah.

Secara umum, makanan yang disediakan di kampung atlet adalah menu-menu yang memenuhi keragaman olahraga, agama, budaya, usia, dan kebutuhan diet khusus.

Kontingen Indonesia Bertolak ke Jepang, Ini Harapan dan Target RI di Olimpiade Tokyo 2020

Menyajikan 48 ribu makanan per hari

Selama olimpiade berlangsung, kampung atlet akan menyajikan 48 ribu makanan setiap harinya, beberapa di antaranya akan tersedia 24 jam. Mengingat di tengah tengah pandemi Covid-19, para atlet tidak bisa pergi ke mana pun, kecuali kampung atlet, tempat latihan, dan tempat kompetisi.

Pihak penyelenggara akan menyediakan 700 pilihan menu. Kapasitas kafetaria utama sebanyak 3 ribu kursi dan akan ada 2 ribu staf pada jam sibuk untuk membantu memenuhi semua kebutuhan.

Untuk menu makanan, sebagian besar dibagi menjadi tiga kategori, yaitu masakan western, Jepang, dan Asia, yang mencakup pilihan Tiongkok, India, dan Vietnam.

Sebagai tuan rumah yang dikenal punya masakan lezat, selama olimpiade ini akan ada banyak makanan lokal. Mulai dari hidangan informal, seperti ramen dan udon. Namun, para atlet tak akan menemukan menu sushi dengan ikan mentah. Dengan alasan keamanan, sushi hanya akan dibuat dari bahan udang matang, tuna kaleng, dan mentimun. Kemudian, akan ada menu wagyu panggang yang tersohor di Jepang dan tempura, sejenis gorengan yang terbuat dari sayuran atau makanan laut berbalut tepung.

Sepak Terjang Komite Olimpiade Nasional Antarkan Indonesia Jadi Bagian Olimpiade Dunia

Ada menu takoyaki dan okonomiyaki, jajanan khas Jepang

Takoyaki | @Shinari Shutterstock
info gambar

Akan ada beberapa hidangan Jepang yang kurang familiar disajikan di kampung atlet, termasuk dua jajanan seperti okonomiyaki dan takoyaki.

Okonomiyaki adalah kudapan yang terbuat dari tepung yang diencerkan, kemudian isinya ada kol, telur ayam, dan pilihan antara daging sapi, daging babi, kerang, jagung, cumi, keju, bahkan kimchi, kemudian digoreng di penggorengan datar alias teppan. Bentuknya kurang lebih mirip telur dadar berukuran besar dan disantap bersama saus yang rasanya manis dan gurih.

Sedangkan takoyaki adalah camilan khas daerah Kansai, yang bentuknya serupa bola-bola kecil. Takoyaki dibuat dari donan tepung yang diisi potongan gurita. Umumnya, takoyaki dijual di pinggir jalan sebagai camilan. Setelah matang, takoyaki bisa ditambahkan saus dan katsuobushi atau serutan daging ikan kayu yang khas.

Mengenal 28 Atlet Terbaik Indonesia yang Bakal Berjuang di Olimpiade Tokyo 2020

Aneka masakan rumahan khas Jepang

Somen | @Chiristsumo Shutterstock
info gambar

Yoko Nishimura, salah satu juru masak di dapur kampung atlet, memastikan bahwa gizi para atlet akan terjamin selama kejuaraan. Nantinya akan ada masakan rumahan ala masyarakat Jepang disajikan untuk para atlet.

Yoko mengatakan, ia akan membuat hidangan mi somen dingin dengan salmon panggang, ayam kukus, edamame, brokoli, pasta plum, dan ubi parut di atasnya. Kata Yoko, menu ini terinspirasi dari musim panas.

Menu mi dingin itu penuh dengan hal-hal yang baik untuk tubuh. Ia menggunakan salmon dengan kulitnya, yang memiliki nutrisi besar seperti kolagen, edamame yang kaya protein, dan brokoli dengan antioksidannya yang bermanfaat untuk kesehatan.

Menu makanan lain yang disajikan ialah oden, masakan berkuah yang di dalamnya bisa ditambahkan berbagai topping, seperti lobak, konyaku, bakso ikan, tahu, dan sebagainya. Juga akan ada panna cotta yang terbuat dari kacang edamame.

Yoko berharap hidangannya akan menawarkan sesuatu yang menyegarkan. Apalagi berkompetisi memungkinkan para atlet kehilangan nafsu makan. Selain karena panasnya udara di Jepang, para atlet pun mungkin merasakan banyak tekanan berkompetisi di ajang sebesar olimpiade. Yoko yakin hidangan yang disediakan akan membuat para atlet dapat bersaing dalam kondisi prima.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini