Taman Nasional Kerinci Seblat Dibuka untuk Kunjungan Wisata dengan Prokes Ketat

Taman Nasional Kerinci Seblat Dibuka untuk Kunjungan Wisata dengan Prokes Ketat
info gambar utama

Di tengah kondisi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Jawa-Bali seperti sekarang ini, banyak tempat wisata terpaksa ditutup demi menekan tingkat penyebaran Covid-19. Meski demikian, ada tempat-tempat di luar Jawa-Bali yang tetap bisa dikunjungi untuk berwisata.

Menurut Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi Kementerian LHK, Nandang Prihadi, saat ini ada sejumlah taman nasional yang buka selama PPKM. Salah satunya adalah Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Kata Nandang, kriteria membuka kembali kawasan untuk berwisata misalnya ada di zona aman dan ada rekomendasi dari Satgas. Selama PPKM, sebagian besar taman nasional di Jawa, Bali, dan 15 kabupaten dan kota lain ditutup. Namun, untuk yang berada di luar daerah tersebut, masih menerima kunjungan wisata dengan pembatasan pengunjung dan protokol kesehatan ketat yang wajib diikuti.

Sebagai salah satu taman nasional yang buka untuk kunjungan wisata, mari mengenal TNKS, taman nasional terbesar di Sumatra

TNKS berdiri di atas lahan dengan luas sekitar 1.375. 000 hektare. Saking luasnya, taman nasional ini secara administratif terletak di 14 kabupaten dan dua kota yang termasuk dalam 4 provinsi, yaitu Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Jambi, dan Bengkulu. Pada tahun 2004, kawasan ini dinobatkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO.

Berikut beberapa daya tarik unggulan di TNKS:

Rafflesia arnoldii | @Mazur Travel Shutterstock
info gambar
Pulau Padar di NTT Kembali Dibuka dan Siap Menyambut Kunjungan Wisatawan

Flora dan fauna di TNKS

TNKS memiliki beragam ekosistem, mulai dari hutan hujan dataran rendah, pegunungan, hutan pinus tropis alami, hutan rawa gambut, hingga danau air tawar. Kawasan ini menjadi habitat bagi sebagian besar burung-burung Sumatra yang jumlahnya lebih dari 371 jenis dengan 17 di antaranya merupakan spesies endemik Sumatra.

Di TNKS, wisatawan dapat melihat langsung berbagai fauna. Di sana, terdapat lebih dari 85 jenis mamalia, tujuh jenis primata, enam jenis amfibi, dan sepuluh jenis reptil. Fauna-fauna tersebut di antaranya adalah harimau Sumatra, badak Sumatra, gajah Sumatra, macan dahan, tapir melayu, dan beruang madu. Tentunya akan menjadi pengalaman tak terlupakan dapat melihat beragam satwa, terutama spesies endemik, langsung di habitatnya.

Untuk flora, ada sekitar 4.000 tumbuhan hidup di TNKS. Tercatat ada 300 jenis anggrek yang tumbuh di sana, mulai dari spesies bambu, kayu manis, rotan, dan edelweis. Bahkan, ada bunga-bunga dengan ukuran terbesar seperti Rafflesia Arnoldii, Rafflesia Hasseltii, tanaman unik kantong semar, dan ada Amorphophallus Titanum, bunga bangkai raksasa yang tingginya bisa mencapai 2-3 meter.

Menjelajah Taman Nasional Aketajawe Lolobata di Halmahera
Gunung Kerinci | @ATTOMY Shutterstock
info gambar

Objek wisata di TNKS

Kawasan TNKS tak hanya menjadi rumah bagi flora dan fauna. Di sana pun terdapat berbagai objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Wisatawan yang berlibur ke sana akan puas menjelajah taman nasional hingga alam di sekitarnya.

Salah satu tempat yang tersohor ialah Gunung Kerinci. Gunung tertinggi di Sumatra ini memiliki ketinggian hingga 3.805 mdpl. Pendaki akan disajikan pemandangan alam dengan aneka flora dan fauna mulai dari dataran rendah sampai ke puncak gunung. Untuk mendaki, kira-kira dibutuhkan waktu sekitar 2 hari satu malam dimulai dari jalur pendakian Kerisik Tuo.

Tak hanya gunung, TNKS juga terdiri dari mata air panas, sungai-sungai dengan aliran deras, gua, air terjun, hingga Danau Gunung Tujuh yang merupakan danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara.

Ada pula Danau Kaco yang terkenal dengan keunikannya. Danau tersebut bisa mengeluarkan cahaya terang, terutama pada bulan purnama. Pada malam hari, warna air di danau ini berwarna hijau kebiruan yang jernih dan tampak berkilau. Bila berkunjung pada bulan purnama, bahkan pengunjung tak perlu membawa penerangan karena air di danau akan terang meski malah hari.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini