Siap Bersaing, Aplikasi Bank Digital Milik BCA Resmi Meluncur

Siap Bersaing, Aplikasi Bank Digital Milik BCA Resmi Meluncur
info gambar utama

Eksistensi Bank Digital di Indonesia semakin memperlihatkan geliat menjanjikan, jika selama ini ekosistem Bank Digital dapat dikatakan didominasi oleh Jenius yang merupakan anak usaha dari BTPN, calon pemain besar yang siap bersaing datang dari perusahaan perbankan di pihak Swasta, yaitu BCA.

Bukan hisapan jempol belaka jika BCA dinilai memiliki potensi untuk menjadi pemain besar dalam Bank Digital tanah air. Anggapan tersebut muncul berdasarkan data yang dimiliki oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dipublikasi oleh Katadata, jika menilik keberadaannnya sebagai bank konvensional, BCA per bulan April 2021 menduduki peringkat ke-3 sebagai bank dengan kepemilikan aset terbesar di Indonesia, mengalahkan BNI dan BTN sebagai bank milik negara yang ada di peringkat 4 dan 5.

Dengen kepemilikan aset senilai Rp1.090 triliun, BCA menjadi satu-satunya bank swasta yang masuk ke dalam peringkat 5 besar bank dengan nilai aset tertinggi di tanah air.

Berangkat dari pencapaian tersebut, tidak heran jika bank yang didirikan oleh Sudono Salim tersebut berani mengambil langkah besar dengan persiapan yang totalitas, untuk menjajaki ekosistem bank digital tanpa kantor cabang (branchless), lewat Blu by BCA Digital.

BCA dan Mandiri Masuk 10 Besar Bank Paling Kuat di Dunia Tahun 2021

Tawarkan fitur unggulan dan kolaborasi marketplace

Blu by BCA Digital
info gambar

Layanan bank digital yang dihadirkan oleh BCA semakin disempurnakan lewat perilisan aplikasi Blu. Aplikasi yang sejatinya sudah diluncurkan sejak tanggal 2 Juli 2021 ini, diklaim dapat memudahkan para nasabah untuk bisa mengakses layanan perbankan dari mana saja dan kapan saja.

Tak melupakan identitasnya sebagai anak produk dari induk BCA, Aplikasi blu juga terintegrasi dengan semua infrastruktur digital yang dimiliki oleh BCA, seperti call center dan jaringan ATM.

Seakan ingin semakin membuktikan keberadaannya sebagai bank digital yang identik dengan pengguna masa kini yang didominasi oleh kalangan muda, kesan yang ditampilkan dalam tampilan dan branding dari Blu memang sangat terlihat jauh dari kesan formal perbankan, atau layanan keuangan konvensional pada umumnya.

Namun bukan hanya itu, kehadiran layanan satu ini juga diklaim hadir dengan sejumlah fitur unggulan yang siap bersaing ketat dengan pemain serupa.

Secara singkat, ada 3 fitur yang diandalkan oleh bank digital BCA yang dihadirkan. Pertama, kehadiran fitur bluSaving, fitur ini memungkinkan nasabah memiliki hingga 10 sub rekening dalam satu rekening tabungan, sehingga nasabah dapat memisahkan pemasukan atau pendapatan yang dimiliki langsung sesuai pos kebutuhan.

Di samping itu, dua fitur lain yang juga dimiliki yaitu bluGether dan blueDeposit. bluDeposit Gether merupakan fitur yang membuat tabungan dapat berfungsi layaknya rekening bendahara. Sedangkan bluDeposit memiliki keunggulan dapat memfasilitasi nasabah untuk membuka rekening deposito dengan metode top up yang lebih mudah, dibanding metode penambahan saldo layaknya bank pada umumnya.

Mengusung Konsep Branchless Banking, BCA Digital Diluncurkan

Seakan belum cukup, bank digital besutan BCA ini juga menggandeng salah satu marketplace di tanah air, yaitu Blibli sebagai partner eksklusif guna memperkuat ekosistem digital.

Menukil Kompas, bentuk kerja sama yang dilakukan memungkinan pengguna setia Blibli sekaligus nasabah bank digital Blu untuk melakukan transaksi secara langsung di aplikasi, dengan menggunakan akun digital melalui fitur in-app payment atau QRIS.

Di saat yang bersamaan, di tengah banyaknya keunggulan dan kolaborasi yang langsung dilakukan oleh Blu, bukan berarti tidak ada tantangan yang dilalui untuk menghadirkan layanan bank digital satu ini ke publik.

CEO Bank Digital BCA, Lanny Budiati | Tangkapan layar Pers Virtual Blu/GNFI
info gambar

Dalam konferensi pers virtual yang dilangsungkan pada tanggal 22 Juli lalu, CEO Bank Digital BCA, Lanny Budiati, memaparkan tantangan apa saja yang dihadapi. Lanny mengungkap, mendengarkan kebutuhan nasabah dengan baik adalah tantangan yang dimaksud, di mana dalam hal ini sering ditemui dalam menghadapi nasabah yang berasal dari kalangan anak muda.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pada dasarnya Blu memang menyasar nasabah dengan segmen digital savvy dan berjiwa muda, Lanny menjelaskan bahwa segmen tersebut memiliki kondisi sangat dinamis, artinya akan ada kebutuhan perbankan tersendiri yang sejalan dengan pola hidup nasabah dan diperlukan penyesuaian dengan menjadi perhatian khusus bagi para pelaku di sektor bank digital.

Sebagai salah satu solusi, Lanny juga mengungkap bahwa kedepannya Blu akan menjalin kerja sama dengan sederet startup yang ada di tanah air.

"Ke depannya blu akan banyak kolaborasi dengan berbagai startup dan digital ekosistem di mana anak muda berada," tandasnya.

Deretan Bank Digital Indonesia dengan Aset Terbesar, Wujud Perbankan Masa Kini

Langsung persiapkan rencana IPO

Direktur Utama BCA, Jahja Setiaatmadja
info gambar

Terlepas dari tantangan yang ada, rupanya tak menghentikan target bank digital satu ini untuk mengambil langkah bisnis secara lebih luas lewat penawaran saham perdana ke publik atau IPO. Rencana tersebut bahkan diungkap langsung oleh induk perusahaan, melalui perwakilan Direktur Utama Bank BCA, Jahja Setiaatmadja.

Jahja dengan yakin memaparkan, bahwa keputusan bank digital BCA untuk melantai di bursa saham dilakukan karena minat investor di sektor bank digital sangat tinggi, dirinya mengungkap bahwa IPO rencananya akan dilakukan dalam satu hingga dua tahun ke depan setelah melalui berbagai persiapan.

Mengutip CNBC Indonesia, adapun salah satu persiapan yang dimaksud yaitu dengan menyuntikkan modal dari induk perusahaan BCA sendiri. Namun, dirinya masih enggan mengungkap berapa besar modal yang sedang disiapkan BCA untuk melancarkan langkah IPO bank digital besutannya.

“…memang sekarang investor banyak yang terbuai dan ingin sekali masuk ke bisnis bank digital. Namun saya pikir BCA Digital kan baru lahir, kita persiapkan lebih matang, kita gak mau jual cerita," terang Jahja.

Menilik Rencana Bank Indonesia Menghadirkan Mata Uang Rupiah Digital

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini