Medali Pertama untuk Kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Medali Pertama untuk Kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020
info gambar utama

Ajang olahraga bergengsi, Olimpiade Tokyo 2020 telah digelar sejak 23 Juli 2021 dan akan berlangsung sampai 8 Agustus mendatang di Tokyo, Jepang. Indonesia berhasil meloloskan 28 atlet yang akan bertandaing dalam delapan cabang olahraga (cabor), yaitu panahan, atletik, badminton, dayung, menembak, renang, surfing, dan angkat besi.

Hari ini, Sabtu (24/07/2021), atlet asal Indonesia, Windy Cantika Aisah, bertarung dalam cabor angkat besi nomor 49kg putri di Tokyo International Forum.

Ia bersaing dengan Hou Zhihui asal Tiongkok yang merupakan juara dunia 2018 dan pemegang rekor dunia divisi 49kg dengan total angkatan 213kg yang ia dapatkan pada Kejuaraan Angkat Besi Asia di Tashkent, Uzbekistan.

Saingan lain Windy ialah atlet asal India, Saikhom Mirabai Chanu, peraih medali emas dalam Kejuaraan Dunia 2017 untuk nomor 48kg putri. Kemudian ada atlet Amerika Serikat, Jourdan Delacruz, peraih emas di Piala Dunia IWF 2020.

Mengenal 28 Atlet Terbaik Indonesia yang Bakal Berjuang di Olimpiade Tokyo 2020

Medali pertama Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020

Kabar baiknya, Windy berhasil meraih medali perunggu dan berada di urutan ketiga. Perolehan ini menjadi medali pertama bagi Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Medali emas disabet Hou Zhihui dengan total angkatan 210kg (94 snatch dan 116 clean and jerk). Sementara medali perak direbut oleh Saikhom Mirabai Chanu dengan total angkatan 202kg (87 snatch dan 115 clean and jerk). Windy sendiri melakukan angkatan dengan total 194kg (84 snatch dan 110 clean and jerk).

Dalam cabor angkat besi, ada dua jenis angkatan yang sering dilombakan, yaitu angkatan snatch dan clean and jerk. Kedua angkatan ini bisa dilombakan satu per satu, tetapi bisa juga digabung sehingga skor atlet merupakan gabungan dari kedua angkatan, seperti yang dipertandingkan dalam Olimpiade Tokyo.

Snatch adalah jenis angkatan langsung tanpa jeda. Atlet harus mengangkat beban dari lantai tanpa boleh menekuk lutut sampai kedua tangan mengangkat barbel lurus di atas kepala. Posisinya berdiri sempurna hingga beberapa detik sampai juri memberi tanda jika angkatan sah.

Sedangkan untuk angkatan clean and jerk, atlet akan mengangkat beban dalam dua tahap. Mulai dari mengangkat barbel dari lantai hingga batas dada dalam posisi jongkok. Kemudian, atlet akan mengambil jeda sebentar untuk ancang-ancang dan barbel diangkat sampai kedua tangan lurus di atas kepala.

Kontingen Indonesia Bertolak ke Jepang, Ini Harapan dan Target RI di Olimpiade Tokyo 2020

Windy Cantika Aisah, atlet muda dengan segudang prestasi

Windy Cantika Aisah merupakan seorang lifter atau atlet angkat besi berusia 19 tahun asal Kabupaten Bandung. Remaja kelahiran 11 Juni 2002 ini merupakan alumni SMA Handayani 2 Banjaran dan SMPN 1 Baleendah, Kabupaten Bandung. Windy diketahui memiliki seorang ibu bernama Siti Aisah, yang merupakan mantan atlet angkat besi Indonesia.

Perolehan medali di Olimpiade Tokyo 2020 ini bukan yang pertama bagi Windy. Sebagai atlet muda, prestasinya terbilang cemerlang. Ia memulai karier sebagai atlet profesional sejak tahun 2017 dan sederet medali yang ia menangkan pada akhirnya meloloskan namanya hingga ke ajang sebesar olimpiade.

Prestasi Windy berawal dari meraih gelar juara serta mendapatkan medali emas pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Semarang 2017. Setahun kemudian, ia berhasil mendapatkan medali emas untuk Kabupaten Bandung dalam ajang Kemudian, ia pun berhasil mempersembahkan medali emas bagi Kabupaten Bandung di ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2018 di Kabupaten Bogor.

Mengintip Menu Makanan Para Atlet di Olimpiade Tokyo 2020

Sejauh ini, ia belum pernah bertanding membela nama Provinsi Jawa Barat. Dikarenakan Pekan Olahraga (PON) Papua 2020 tertunda karena pandemi. Meski demikian, ia mampu berprestasi dalam ajang olahraga di kancah internasional.

Pada Asian Games Jakarta 2018, nama Windy muncul sebagai peraih medali emas. Kemudian, ia pun mendapatkan medali emas lagi dalam SEA Games Filipina tahun 2019 dan Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior 2021 di Tashkent, Uzbekistan.

Namanya pun tercatat pernah mengikuti ajang Asian Championships di Tiongkok pada April 2019 dengan angkatan 177kg (snatch 80 dan clean and jerk 97). Ia pun turut serta dalam ajang IWF Junior World Championship di Fiji pada Juni 2019 dengan total angkatan 179 kg dan total angkatan 186 kg pada Asian Junior Championships 2019 di Pyongyang, Korea Utara.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini