Tren Bisnis Online Jadi Metode Pertahanan Diri dari Dampak Ekonomi Pandemi Covid-19

Tren Bisnis Online Jadi Metode Pertahanan Diri dari Dampak Ekonomi Pandemi Covid-19
info gambar utama

Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 pertama kali teridentifikasi dan dikonfirmasi masuk ke Indonesia pada 2 Maret 2020 atau terhitung sudah satu tahun lima bulan Covid-19 mampir di Indonesia. Semenjak itu pula, pertengahan Maret 2020, Indonesia mengambil tindakan untuk mengurangi intensitas kegiatan tatap muka dengan mengalihkan pada kegiatan jarak jauh.

Hal tersebut berlaku untuk berbagai sektor kegiatan, tidak terkecuali kegiatan usaha. Pembatasan jam operasional dan pengaturan protokol kesehatan di perusahaan hingga pusat perbelanjaan diberlakukan guna mencegah peningkatan penularan Covid-19.

Pemberlakuan physical distancing dan pembatasan sosial berskala besar di beberapa wilayah Indonesia akibat pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup mengejutkan bagi para pelaku usaha. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia dengan judul Analisis Hasil Survei Dampak Covid-19 terhadap Pelaku Usaha, tercatat ada 8,76 persen perusahaan yang berhenti beroperasi.

Sementara itu, ada sebagian lain yang menerapkan sistem kerja work from home untuk sebagian hingga seluruh karyawan, yakni dengan cara teleworking dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi.

Di Lapak Online, Ternyata Sayur Adalah yang Terlaris Ketimbang Cokelat

Bisnis online kian meningkat sejalan dengan berkurangnya kegiatan bepergian di masa pandemi Covid-19

Guna menyiasati dan beradaptasi terhadap kebijakan serta mengikuti perkembangan teknologi kini, tren belanja online di masa pandemi kian mentereng. Tren belanja online di masa pandemi ini pun memunculkan beragam data.

Berdasarkan Data Reportal dengan judul Digital 2021: Indonesia, pengguna internet di Indonesia per Januari 2021 ada sebanyak 202,2 juta jiwa dan 195,3 juta pengguna internet mengaksesnya menggunakan mobile phone. Bersumber dari data yang sama, sebanyak 78,7 persen pengguna internet di Indonesia menggunakan aplikasi belanja online berbasis pada mobile phone untuk rentang usia 16 hingga 64 tahun.

Marketplace paling banyak dikunjungi di Indonesia pada Q1 2021 | GoodStats
info gambar

Shopee, Tokopedia dan Bukalapak menjadi aplikasi online marketplace yang paling banyak dan paling sering digunakan oleh pengguna internet di Indonesia. Tercatat, lebih dari 70 persen pengguna internet di Indonesia pernah mengunjungi hingga selesai bertransaksi melalui tiga aplikasi online marketplace tersebut beserta online marketplace lainnya.

Berdasarkan data SimiliarWeb, pada Q1 2021, Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak merajai kunjungan web di Indonesia. Masing-masing mencatatkan kunjungan 126 juta, 117 juta, dan 31 juta. Ketiga aplikasi itu juga menjadi aplikasi online marketplace yang paling banyak diunduh appstore atau playstore masing-masing operating system (OS).

Kian melejitnya penggunaan aplikasi online marketplace di Indonesja sejalan dengan menurunnya frekuensi bepergian ke tempat-tempat publik, salah satunya pusat perbelanjaan, akibat kebijakan pengurangan kegiatan tatap muka dan jarak dekat di Indonesia.

Berdasarkan survei BPS dengan judul Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19, per Agustus 2020, sebanyak 45,71 persen warga Indonesia mengurangi aktifitas bepergian akibat pandemi.

Beragam jenis produk dipasang dan dijual melalui aplikasi online marketplace. Produk yang paling banyak jumlah transaksi di online marketplace Indonesia adalah produk kategori fahion dan kecantikan dengan total transaksi per tahun 2020 sebanyak 9,8 milyar dolar AS dengan peningkatan transaksi kategori fashion dan kecantikan sebesar 50,7 persen dari 2019.

Kata kunci ''baju'' pun masuk dalam salah satu urutan pencarian Google Shopping terbanyak di Top Queries 2020.

Pelaku Belanja Online Kian Tinggi di Indonesia, Produsen Ponsel Manfaatkan Momentum

Manfaatkan teknologi, cara adaptasi pelaku usaha di Indonesia saat pandemi Covid-19

Layanan take away untuk pemesanan makanan dan minuman yang mulai memanfaatkan internet dan teknologi informasi. | Foto : Shutterstock/Javaistan
info gambar

Belanja online memang menjadi salah satu alternatif bagi para pelaku usaha di bidang jual beli guna menyiasati kebijakan pembatasan jam operasional dan physical distancing selama masa pandemi. Oleh sebab itu, kini, mulai banyak pelaku usaha yang mengembangkan usahanya ke ranah aplikasi online marketplace sebagai bentuk pertahanan diri dari dampak ekonomi pandemi Covid-19.

Hal tersebut dibuktikan dengan bertambahnya pelaku usaha yang memfasilitasi usahanya dengan internet dan teknologi informasi sebagai media pemasaran semenjak pandemi. Berdasarkan survei BPS, ada 4 dari setiap 5 pelaku usaha yang menggunakan internet dan teknologi informasi untuk pemasaran secara online mengakui bahwa cara tersebut (pemasaran secara online) berpengaruh dalam penjualan produk mereka.

Meskipun produk yang paling banyak jumlah transaksinya di online marketplace adalah kategori fashion dan kecantikan, namun beberapa sektor kategori lainnya mulai menyusul untuk menggunakan online marketplace maupun pemasaran secara online dalam proses usahanya.

Beberapa sektor usaha yang baru mulai menggunakan internet dan teknologi informasi semenjak pandemi Covid-19 yakni industri pengolahan, perdagangan dan reparasi kendaraan, jasa pendidikan serta akomodasi dan makan-minum.

Sementara itu, para pelaku usaha yang sudah melakukan pemasaran secara online atau memanfaatkan online marketplace sejak sebelum pandemi mempunyai pendapatan 1,4 kali lebih tinggi dari para pelaku usaha yang baru mulai memanfaatkan online marketplace ketika pandemi.

Hal tersebut menandakan bahwa bisnis atau mengembangkan usaha secara online dapat menjadi cara bertahan dari dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 serta kebijakan pencegahan penularan Covid-19. Kesehatan dan kewaspadaan diri terlebih ketika masa pandemi memang menjadi hal utama dan prioritas, namun roda ekonomi dan keberlanjutan hidup pun harus tetap berjalan seiring dengan menaati protokol kesehatan yang berlaku.

Belanja online dan bisnis online menjadi salah satu jalan bagi para pelaku usaha untuk terus bisa bertahan di tengah masa pandemi seperti saat ini.

Atasi Kecanduan Belanja Online dengan 5 Jurus Ampuh Ini

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Widhi Luthfi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Widhi Luthfi.

WL
IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini