Menjelajahi Puncak-Puncak Tertinggi di Berbagai Benua

Menjelajahi Puncak-Puncak Tertinggi di Berbagai Benua
info gambar utama

Di Indonesia, telah banyak lahir nama-nama yang berhasil menjajaki puncak gunung tertinggi di berbagai benua. Sebut saja, Tim Indonesia Green Expediton (IGE) KMPA Eka Citra Universitas Negeri Jakarta yang berhasil menaklukkan puncak gunung tertinggi di Benua Amerika Selatan, Aconcagua pada 2014.

Lalu, Tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (WISSEMU) yang berhasil sampai di Puncak Everset pada 2018. Di tahun yang sama Tim Ekspedisi Vinson Massif Mapala UI juga berhasil menaklukkan Puncak Gunung Vinson yang tertinggi di Benua Antartika.

Berbagai capaian tersebut tentunya menjadi prestasi yang mengharumkan nama Indonesia. Keberhasilan para pendaki dalam menaklukan puncak gunung skala dunia, tak hanya terbayarkan dengan pemandangan 360 derajat dari ketinggian. Para pendaki Gunung Indonesia sebagian besar juga turut mendapatkan apresiasi dari tanah air, seperti mendapatkan penghargaan, beasiswa, perjalanan pendakian didokumentasikan, dan lainnya.

Puncal tertinggi di berbagai benua | Goodstats
info gambar

Tercatat ada 8 puncak gunung tertinggi di berbagai benua, mulai dari Asia, eropa, hingga Antartika. Setiap puncak gunung ini diurutkan berdasarkan ketinggian puncak gunung, yang diukur dengan sklaa meter di atas permukaan laut (mdpl).

Puncak Gunung Everst, Asia (8.848 mdpl)

Puncak Everest | Vixit/Shutterstock
info gambar

Asia merupakan benua terluas yang mencapai sepertiga luas daratan di bumi. Asia pun dihuni oleh masyarakat dari macam negara dengan iklim dan suku bangsa yang beragam.

Di kawasan Asia Selatan sendiri, terdapat kelompok etnis yang disebut orang Sherpa. Mereka sangat terkenal karena pengetahuannya dalam memandu para pendaki menuju Puncak Gunung Everest, puncak tertinggi di dunia. Gunung yang berada di perbatasan China dan Nepal tersebut memiliki ketinggian mencapai 8.848 mdpl.

Mendaki Gunung Everest telah menjadi ekspedisi populer bagi para pendaki di seluru penjuru dunia karena pemandangannya yang menakjubkan. Jika ingin menaklukan puncak Gunung Everest maka para pendaki harus mempersiapkan diri secara matang. Hal ini karena jalur pendakian Gunung Everest juga terkenal sebagai "zona kematian."

Sehingga, Gunung everest bukan menjadi tempat ideal untuk pemula mencoba pendakian. Butuh jam terbang yang tinggi atau pengalaman berkali-kali terlebih dahulu sebelum mencoba jalur pendakian di titik tertinggi muka bumi ini.

Adapun orang pertama yang tercatat mendaki Everest adalah Edmund Hillary seorang pendaki gunung dari Selandia Baru dengan pemandu dari Tibetnya, Tenzing Norgay. Mereka mendaki gunung pada tahun 1953 dan memegang rekor bersama.

Mengenal Gunung Tertinggi dan Terbesar di Tata Surya

Puncak Gunung Aconcagua, Amerika Selatan (6.961 mdpl)

Puncak Anconcagua | Jonat/Shutterstock
info gambar

Benua yang juga terkenal dengan sebutan Amerika latin ini terbentang di antara Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik. Kawasan ini memiliki wilayah cukup luas yakni lebih dari 18.000.000 km persegi, dimana diantaranya masih dilalui garis khatulistiwa.

Benua ini menaungi tiga belas negara, dengan Argentina sebagai negara paling selatan. Secara garis besar Argentina dapat terbagi atas 3 daerah utama, yakni tanah rendah subur di Kawasan Pampa, lalu tanah rendah bergelombang di Patagonia, dan terakhir Pegunungan Andes dengan puncak tertingginya di Gunung Aconcagua.

Aconcagua yang memiliki ketinggian 6.961 mdpl ini diyakini berasal dari aktivitas vulkanik. Sedangkan asal usul nama gunung dipercaya beberapa sejarawan berasal dari bahasa asli Quechua.

Sebagai puncak gunung tertinggi kedua di dunia, ketinggian Aconcagua tak kalah ekstrem dari Everst. Dimana pada titik ketinggiannya di atas 6.000 mdpl, para pendaki akan merasakan tipisnya kadar oksigen sampai menuju puncak. Sehingga, perlengkapan botol oksigen menjadi hal yang krusial selama pendakian.

Ini belum lagi tantangan angin kencang dengan kondisi jalur pendakian yang berbatu dan bersalju siap menanti para pendaki. Salah satu cara agar pendaki dapat tetap melakukan perjalanan pada jalur tersebut. Maka, para pendaki harus mengenakan double boots yang terpasang crampon, sejenis alas kaki khusus.

Saat ini, para pendaki juga dapat mencoba rute normal untuk mencapai Puncak Aconcagua. Rute tersebut merupakan jalur pendakian alternatif yang dapat dicapai tanpa menggunakan keterampilan khusus.

Puncak Gunung Denali, Amerika Utara (6.194 mdpl)

Puncak Denali | Steve Allen/Shutterstock
info gambar

Benua Amerika Utara merupakan kawasan yang sangat dekat dengan Kutub Utara. Meskipun demikian, kawasan ini memiliki berbagai bentangan alam yang unik bukan hanya sekedar es yang membeku saja.

Sepertinya halnya Amerika Serikat, negara yang memiliki wilayah daratan terluas di Benua ini punya bentangan pegunungan dan lembah luas di Alaska serta daerah Vulkanik di Hawaii.

Dalam rangkaian pegunungan alaska sendiri terdapat puncak gunung yang bernama Denali. Puncak tersebut memiliki ketinggian yang hampir sama dengan Puncak Aconcagua di sekitaran 6.000 mdpl.

Puncak gunung yang dinobatkan sebagai titik tertinggi ketiga di muka bumi tersebut, dianggap sebagai pendakian yang sangat sulit karena cuaca buruknya dan tanjakan vertikal yang curam.

Pada ketinggian sekitar 5.200 mdpl saja, para pendaki mesti melakukan teknik traverse karena medan pendakian memiliki kemiringan 60-75 derajat. Di jalur ini para pendaki mesti melakukan pengamanan diri, dengan memasangkan tali yang terhubung pada tubuhnya pada karabiner yang ada di jalur pendakian.

Adapun estimasi waktu yang bisa dicapai pendaki menuju Puncak Denali, itu bisa memakan waktu sekitar enam jam kalau cuaca dalam keadaan cerah. Sedangkan perjalanan turun akan memakan waktu tiga hingga lima jam, tergantung dari kondisi fisik dan ketrampilan pendakian dari masing-masing pendaki.

Dari Titik Gunung Timau, Tata Surya Bisa Dilihat dari Segala Penjuru

Puncak Gunung Kilimanjaro, Afrika (5.895 mdpl)

Puncak Kilimanjaro di antara satwa di area sabana Tanzania | Kharbrn/Shutterstock
info gambar

Afrika dapat digambarkan sebagai benua yang memiliki gurun pasir dengan rimba belantara tropis. Bentangan alamnya memiliki pola sederhana, yakni terdiri atas pegunungan tinggi, gurun, lembah, dan daerah depresi saja.

Selain terkenal memiliki gurun pasir terluas di bumi, yakni Gurun Sahara. Benua Afrika juga tersohor dengan gunung tertingginya yang terletak di Tanzania, Kawasan Afrika Timur. Dengan ketinggian mencapai 5.895 mdpl, Gunung Kilimanjaro dinobatkan sebagai gunung tertinggi keempat di dunia.

Gunung ini juga memiliki karakteristik yang menjulang tinggi, kokok berdiri tanpa dikelilingi oleh pengunungan lain. Sehingga, Kilimanjaro pun mendapat gelar world highest free standing mountain.

Pada tahun 1987, Taman Nasional Kilimanjaro yang terdiri dari berbagai hewan dan pohon-pohon yang berdiri tegak di daerah sekitar gunung berhasil dinobatkan sebagai situs Warisan Dunia United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Banyaknya satwa liar yang menakjudkan di Tanzania, alhasil menjadikan negara ini istimewah khususnya bagi para pendaki yang hendak menaklukkan Puncak Gunung Kilimanjaro. Untuk meningkatkan daya tarik wisata di negara ini, Pemerintah Tanzania juga sempat mengumumkan rencana untuk memasang kereta gantung di Gunung Kilimanjaro.

Rencana ini bermaksud agar memungkinkan ribuan wisatawan yang secara fisik tidak dapat melakukan pendakian ke gunung dapat menggunakan sistem kereta gantung.

Puncak Gunung Elbrus, Eropa (5.642 mdpl)

Puncak Gunung Elbrus, puncak tertinggi di eropa yang berada di negara Rusia | EllyKei/Shutterstock
info gambar

Siapa yang tidak mengenal Benua Eropa? Sebua benua yang tidak terlalu luas, tetapi memiliki andil besar dalam pembangunan ekonomi ini punya bentangan alam yang tersohor di kalangan para pendaki gunung.

Namanya Gunung Elbrus dari Pegunungan Kaukasus, yang terletak di Barat Daya Rusia. Dengan ketinggian mencapai 5.642 mdpl, Elbrus telah dinobatkan sebagai puncak gunung tertinggi kelima di dunia.

Elbrus adalah gunung berapi yang sudah punah dengan usia sekitar 2,5 juta tahun. Orang-orang kuno menyebut gunung ini dulunya dengan nama Strobilus, yang dalam bahasa Latin berarti "kerucut pinus".

Gunung berapi non aktif ini sebagian besar tertutup es dengan 22 gletser dapat ditemukan di sekitar area. Setiap tahunnya, Elbrus dikunjungi oleh ribuan wisatawan asing dari lebih dari 70 negara. Beberapa dari mereka adalah penggemar ski, namun sebagian besar juga ada yang bermimpi untuk menaklukkan puncak tertinggi di dunia tersebut.

Secara umum pendakian ke gunung Elbrus tidak terlalu teknikal. Ada beberapa jalur yang bisa dilalui pendaki. Pertama, jalur barat dan timur yang kurang populer karena sangat jarang dilalui. Kedua, jalur selatan yang langsung mengarah ke puncak barat yang merupakan jalur paling populer karena adanya fasilitas disepanjang jalurnya. Terakhir jalur utara, jalur alternatif yang merupakan jalur rintisan pertama yang dibuat oleh pendaki pertama Elbrus pada tahun 1829.

Selain kondisi fisik yang harus prima, perlengkapan, dan kondisi cuaca yang bagus merupakan kunci suksesnya pendakian kesana. Setiap tahun, pendakian biasanya dilakukan diantara bulan Mei hingga September. Namun waktu pendakian terbaiknya adalah tengah Juni hingga pertengahan Agustus.

Danau-Danau Penuh Pesona di Atas Gunung

Puncak Gunung Vinson, Antartika (4.892 mdpl)

Puncak Vinson, Antartika | Lua Carlos Martin/Shutterstock
info gambar

Antartika merupakan benua berselimut es yang masih menyimpan sejuta misteri. Dengan suhunya yang ekstrem, dulunya tidak semua makhluk hidup mampu bertahan di kawasan dengan suhu di bawah 0 derajat celsius ini dalam waktu lama.

Namun karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, para ilmuwan berhasil bertahan hidup di atas bongkahan es yang cukup tebal dalam waktu lama. Bahkan, saat ini telah banyak wisatawan dari berbagai penjuru dunia yang tertarik melakukan perjalanan wisata di Benua Antartika.

Dengan julukannya sebagai benua putih, dari gunung paling tinggi hingga paling rendah semuanya tertutup oleh lapisan salju. Gunung paling tinggi di benua ini yaitu Gunung Vinson, dimana ketinggiannya mencapai 4.892 mdpl.

Meskipun tidak sulit untuk mendaki Gunung Vinson dari sudut pandang teknis, suhu yang dingin dan lokasi gunung yang terpencil membuatnya menjadi pendakian yang menantang.

Perlu diketahui, Vinson adalah satu-satunya rute pendakian di dunia yang tidak menaungi asuransi. Oleh sebab itu banyak pendaki harus berfikir panjang sebelum memutuskan untuk mendaki di sana. Di tambah lagi biaya pendakian di sana juga sangat mahal dan tercatat termahal kedua setelah Everest.

Untuk menaklukkan Puncak Vinson para pendaki setidaknya harus menyiapkan dana sekitar 30.000 dollar AS atau sekitar Rp 400 juta. Untuk bisa memulai pendakian ke sini, para pendaki harus naik Pesawat Antarctic Logistics and Expeditions (ALE) dari Punta Arenas di Chile. Selain biayanya yang mahal, setiap tahun hanya diperbolehkan sekitar 60 pendaki yang boleh melakukan pendakian di Vinson .

Puncak Jaya, Oseania (4.884 mdpl)

Puncak Jaya yang berada di Papua, Indonesia | Philippe Gatta/Shutterstock
info gambar

Puncak Carstensz Pyramid atau dikenal juga dengan nama Puncak Jaya adalah puncak tertinggi di Papua. Puncak ini berada di jajaran Pegunungan Sudirman yang merupakan puncak batuan limetensz dengan salju di musim-musim tertentu.

Secara geografis Puncak Jaya adalah puncak gunung di Benua Oseania, yang berada di Kawasan Samudra Pasifik. Namun secara politik, bentangan alam tersebut merupakan satu kesatuan dengan Indonesia di Benua Asia. Dengan ketinggian mencapai 4.884 mdpl, Puncak Jaya dinobatkan sebgai puncak gunung tertingg ketujuh di dunia. Sekaligus merupakan gunung tertinggi di Papua, Indonesia.

Gunung Puncak Jaya berhasil didaki sekitar awal tahun 1909. Pendakian pertama ini dilakukan oleh seorang penjelajah dari Belanda bernama Hendrikus Albertus Lorentz bersama dengan enam orang dari Suku Dayak Kenyah yang berhasil direkrut dari Apau Kayan, Kalimantan Utara.

Para pendaki dapat mencapai Puncak Jaya dengan menempuh dua pintu akses, yaitu dari Ilaga dan Sugapa. Untuk menuju kedua lokasi maka pendaki dapat melewati Timika dengan penerbangan perintis menggunakan pesawat twine otter.

Lokasi Puncak Jaya sendiri cukup terpencil dan jalur pendakian dipenuhi lumpur basah dan hutan tropis. Selama pendakian, puncak ini tidak dapat dicapai dengan berjalan kaki karena butuh teknis pemanjatan. Oleh sebab itu, peralatan rock climbing sangat diperlukan.

Adapun biaya pendakian gunung ini rata-rata memerlukan dana sekitar puluhan juta. Pada umunya operator tur pendakian di Indonesia menawarkan harga Rp 50 juta untuk mendaki Puncak Jaya. Sedangkan operator tur pendakian di luar negeri akan jauh lebih mahal.

Ada 4 di Papua, Inilah 10 Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia

Puncak Gunung Koszciuszko, Australia (2.228 mdpl)

Puncak tertinggi di Benua Australia | Greg K/Shutterstock
info gambar

Benua Australia merupakan benua yang terletak paling dekat dengan Indonesia, tepatnya di sebelah tenggara Indonesia dengan fauna khasnya berupa kanguru. Dari segi bentangan alam, pegunungan di Benua Australia ini dapat dijumpai di wilayah bagian timur dengan bentuk memanjang sejajar pantai sejauh kurang lebih 4.000 km.

Rangkaian pegunungan di sisi timur Australia dikenal dengan sebutan Pegunungan Pemisah Besar. Jalur pegunungan ini mencakup Pegunungan Biru di sebelah barat Sydney dan Pegunungan Salju yang terletak di sepanjang perbatasan negara bagian New South Wales dan Victoria.

Puncak tertinggi di Benua Australia berada di sebelah tenggara, yaitu Gunung Kosciusko yang termasuk dalam rangkaian Pegunungan Salju. Gunung Kosciuszko adalah puncak gunung tertinggi di daratan Australia dengan ketinggian 2.228 mdpl.

Gunung yang berlokasi di Provinsi New South Wales ini dinamai oleh penjelajah Polandia Paul Strzelecki pada tahun 1840, dengan nama seorang pahlawan nasional yang berasal dari Polandia, Lituania, Belarus dan Amerika dengan nama Tadeusz Kościuszko.

Menurut beberapa pendaki, karakteristik Gunung Kosciuszko terbilang cukup sulit untuk dijajaki. Butuh pengalaman tinggi serta persiapan yang cukup saat memutuskan melakukan pendakian di Gunung Kosciuszko.

Untuk sampai ke puncak gunung para pendaki harus melewati jalur yang tidak hanya menajak dan terjal tetapi juga bebatuan yang menumpuk serta hutan belantara yang cukup lebat. Tidak heran ketika musim dingin tiba, udara di sekitar Gunung Kosciuszko menjadi sangat dingin dan sering dilanda hujan es yang cukup lebat.

Kendati demikian, keindahan alam yang terdapat pada Gunung Kosciuszko sangat sayang untuk dilewati. Tidak heran jika gunung ini sering dijadikan sebagai salah satu gunung yang wajib dikunjungi saat berada di Australia.

Mengenal 10 Gunung Berapi Tertinggi di Asia, 2 Dari Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Iip M. Aditiya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Iip M. Aditiya.

Terima kasih telah membaca sampai di sini