Patut Dilindungi, Mari Mengenal Tiga Spesies Orang Utan yang Ada di Indonesia

Patut Dilindungi, Mari Mengenal Tiga Spesies Orang Utan yang Ada di Indonesia
info gambar utama

Indonesia yang iklim tropis dengan kekayaan alam dan biodiversitasnya yang tinggi, menjadikan negara ini sebagai rumah bagi berbagai spesies endemik yang unik. Salah satunya orang utan. Memiliki nama latin pongo sp, orang utan menjadi satu-satunya jenis kera besar yang terdapat di Asia.

Habitat asal spesies ini terletak di pulau Sumatra dan Kalimantan (Borneo) di wilayah bagian negara Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia sendiri, terdapat tiga spesies orang utan, dua di antaranya merupakan spesies endemik yang hanya terdapat di habitat asalnya saja.

Orang utan merupakan kerabat terdekat manusia, selain gorila dan simpanse. Hubungan kekerabatan ini ditunjukkan oleh kesamaan DNA sebesar 96--97 persen. Orang utan memiliki tubuh besar dengan tinggi sekitar 1,25 sampai 1,5 meter, kaki yang pendek, tanpa ekor, serta rambut merah kecoklatan yang menyelimuti tubuh.

Rehabilitasi Hutan Bakau Semarang Upaya Penyelamatan jadi Destinasi Edukasi

Terdapat tiga spesies orang utan, yaitu orang utan sumatra (Pongo abelii), orang utan kalimantan (Pongo pygmaeus), dan orang utan tapanuli (Pongo tapanuliensis). Mari mengenal lebih jauh dengan tiga spesies berikut.

Orang utan sumatra (Pongo abelii)

Orang Utan Sumatra | Foto: WWF/Anup Shah
info gambar

Orang utan sumatra adalah jenis orang utan asli Indonesia yang kini terancam punah akibat habitat alaminya terkena pembakaran hutan dan pembalakan liar. Adapun ciri-ciri fisik yang membedakan jenis orang utan ini dengan orang utan lainnya, ialah bulu wajah yang cenderung lebih panjang dan kemerahan.

Orang utan sumatra juga dinilai memiliki ikatan sosial yang lebih kuat dengan orang utan lainnya, menjadikannya seringkali menghabiskan waktu dalam kelompok kecil. Orang utan liar hampir sepenuhnya menjalani kehidupan secara arboreal (beraktivitas di antara pepohonan). Hal ini dilakukan agar mereka aman dari predator darat, seperti harimau dan macan.

Orang utan sumatra aktif di siang hari dan membangun sarang baru di pohon setiap malam untuk tidur. Sarang ini dibangun dengan cabang, batang, dan daun yang bengkok, serta akan ditinggalkan begitu orang utan bangun untuk membuat sarang baru lagi keesokan harinya.

Menurut IUCN, selama 75 tahun terakhir, populasi orang utan sumatra telah mengalami penurunan sebanyak 80 persen. Dalam IUCN Red List, status konservasi orang utan sumatra masuk dalam kategori critically endangered atau terancam punah.

Kebun Binatang Gembira Loka Sambut Kelahiran Bayi Orang Utan Kalimantan

Orang utan kalimantan (Pongo pygmaeus)

Orang Utan Kalimantan | Center for International Forestry Research (CIFOR)
info gambar

Di antara tiga jenis orang utan yang ada, orang utan kalimantan merupakan spesies yang lebih cenderung turun dari pohon untuk bergerak di tanah. Ciri fisik yang mencolok dari satwa ini adalah rambut panjang berwarna merah gelap kecoklatan, warna wajah yang bervariasi mulai dari merah muda, merah, hingga hitam, serta tubuh cenderung lebih besar dari orang utan sumatra.

Orang utan yang tersebar di Kalimantan (Indonesia), Sabah, dan Sarawak (Malaysia) ini dibagi lagi menjadi tiga subspesies, yaitu pongo pygmaeus (P.p) pygmaeus yang ditemukan di barat laut Borneo, P.p wurmbii di Borneo bagian tengah yaitu Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, dan P.p morio di timur laut Kalimantan atau daerah Sabah dan Kalimantan Timur.

Dari ketiga subspesies orang utan borneo tersebut, P.p. wurmbii merupakan subspesies dengan ukuran tubuh relatif paling besar. Sementara P.p. morio adalah subspesies dengan ukuran tubuh relatif paling kecil.

Semua subspesies orang utan kalimantan adalah spesies langka dan sepenuhnya dilindungi oleh perundang-undangan Indonesia. Menurut data dari IUCN pada 2016, orang utan kalimantan mendapat status konservasi critically endangered akibat jumlah populasinya yang kian menurun sepanjang tahun.

Orang utan tapanuli (Pongo tapanuliensis)

Orang Utan Tapanuli | Andrew Walmsley/Minden Pictures
info gambar

Orang utan tapanuli merupakan spesies terbaru dari famili kera besar yang baru diumumkan pada November tahun 2017 lalu. Orang utan ini hanya ditemukan di Ekosistem Batang Toru, meliputi hutan dataran tinggi yang tersebar di tiga kabupaten Tapanuli, Sumatra Utara.

Sebelumnya, spesies ini dianggap sebagai populasi orang utan paling selatan dari orang utan sumatra, Pongo abelii. Namun, setelah diadakannya penelitian dalam bidang genetika, morfologi, ekologi, dan perilaku, didapatkan kesimpulan bahwa orang utan tapanuli secara taksonomi lebih dekat dengan orang utan kalimantan (Pongo pygmaeus) sehingga harus dipisahkan menjadi spesies tersendiri.

Penelitian juga mengindikasikan bahwa orang utan tapanuli merupakan moyang dari ketiga spesies kera besar di Indonesia. Saat ini, jumlah populasi satwa ini hanya tersisa sekitar 800 ekor saja, menjadikannya sebagai spesies orang utan yang paling terancam punah di antara spesies lainnya.

Miliki Jutaan Hektare, Inilah 10 Provinsi dengan Hutan Terluas di Indonesia

Orang utan sebagai konservasionis alami

Dalam kehidupan sehari-hari, orang utan kerap kali mengonsumsi berbagai jenis makanan. Mulai dari daun, biji-bijian, buah-buahan, hingga semut dan daging binatang lainnya. Namun, sebagian besar makanan utama dari orang utan adalah buah-buahan.

Hal tersebut menjadikan orang utan sebagai konservasionis alami karena keahliannya dalam memprediksi daerah tertentu, untuk menyesuaikan dengan waktu panen tanaman.

Orang utan juga turut menyebarkan biji-bijian dari tanaman ke tempat lainnya di hutan yang mereka jelajahi. Mereka memainkan peran penting dalam penyebaran benih dan menjaga kesehatan ekosistem hutan. Maka dari itu, dengan melestarikan habitat orang utan, kita juga memberi manfaat bagi masyarakat lokal dan spesies lainnya. (COMM/NAK)

Referensi: BBC News | Primata IPB | WWF | Red Apes

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini