Restorasi Terumbu Karang Makin Digalakkan Seiring dengan Kondisi yang Mengkhawatirkan

Restorasi Terumbu Karang Makin Digalakkan Seiring dengan Kondisi yang Mengkhawatirkan
info gambar utama

Keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia bukan lagi menjadi rahasia di mata dunia. Lebih dari separuh wilayah Indonesia yang berupa perairan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara maritim dengan keanekaragaman alam bawah lautnya yang melimpah, tidak terkecuali terumbu karang.

Pada agenda 20 Tahun COREMAP dan Pembangunan Kelautan Indonesia yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2018 lalu, dipaparkan sejumlah data. Pemantauan dan pengukuran data tersebut menampilkan bahwa luas terumbu karang Indonesia mencapai 25.000 km2 atau setara dengan 10 persen dari total terumbu karang dunia yaitu seluas 284.300 km2.

Indonesia juga menjadi jantung segitiga karang dunia (Coral Triangle) yang menjadikan keanekaragaman hayati bawah laut Indonesia melimpah, yakni 569 jenis dari 82 marga dan 15 suku jenis karang dunia ada di Indonesia. Angka tersebut setara dengan 70 persen jenis karang dunia dapat ditemukan di Indonesia dengan 5 jenis di antaranya merupakan jenis karang endemic.

Sebaran terumbu karang di Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah yakni wilayah Indonesia bagian barat, tengah dan timur. Lokasi terumbu karang bagian tengah dan timur Indonesia merupakan bagian dari segita terumbu karang dunia yang meliputi enam negara di wilayah Asia Pasifik yaitu Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon dan Timor Leste.

Dari enam negara yang berada di wilayah segitiga terumbu karang dunia, Indonesia merupakan negara yang memiliki lokasi nyaris sempurna sebagai pusat segitiga terumbu karang dunia. Selain itu, Indonesia juga menjadi negara dengan garis pantai terpanjang di antara enam negara tersebut yang wilayah terumbu karangnya menjadi perhatian dan harus dilindungi.

Kisah Kearifan Lokal Desa Les Melestarikan Terumbu Karang Buleleng

Sebagian besar terumbu karang di Indonesia dalam kondisi tidak bagus

Ironisnya, terumbu karang yang ada di Indonesia kini terancam keberadaannya. Berdasarkan laporan dari LIPI dengan judul “Status Terumbu Karang Indonesia 2017”, terumbu karang di Indonesia mengalami degradasi karena faktor lingkungan dan aktifitas manusia. Data tersebut menampilkan kondisi terumbu karang di Indonesia yang memiliki status bagus hanya 30 persen dari total seluruh terumbu karang yang tersebar di Indonesia, sementara 70 persen lainnya dalam kondisi kurang bagus hingga mengkawatirkan.

Persentase status terumbu karang di Indonesia berdasarkan publikasi LIPI Tahun 2017

Status Terumbu Karang di Indonesia per tahun 2017 berdasarkan publikasi LIPI | Infografis : GoodStats

Dari infografis tersebut, dapat dilihat bahwa terumbu karang yang kondisinya dalam keadaan baik hingga sangat baik jumlahnya tidak mencapai 1/3 dari total sebaran terumbu karang di Indonesia. Sebagian besar kondisi terumbu karang di Indonesia dalam keadaan kurang baik yakni mencapai 70 persen dari total sebaran terumbu karang.

Masih berdasarkan sumber yang sama, tren status terumbu karang di Indonesia pun cenderung kurang berkembang. Hal tersebut dapat dilihat melalui grafik yang dilampirkan oleh LIPI bahwa semenjak tahun 1993 hingga tahun 2016 persentase terumbu karang dengan status sangat baik terlihat tidak mengalami peningkatan yang signifikan yakni antara 5 hingga 7 persen dari seluruh sebaran terumbu karang.

Berbeda kasus dengan persentase terumbu karang dengan status jelek yang mengalami penurunan dari tahun 1993 hingga tahun 2016. Tercatat, persentase terumbu karang dengan status jelek pada tahun 1993 mencapai di atas 45 persen dari seluruh sebaran terumbu karang di Indonesia. Hal tersebut menandakan bahwa hampir separuh sebaran terumbu karang di Indonesia dalam keadaan buruk bahkan mengkhawatirkan.

Developer Asal Yogyakarta Ajarkan Bertani dan Selamatkan Karang

Upaya restorasi terumbu karang dari berbagai pihak yang terus digalakkan

Namun, hal tersebut berhasil diminimalisir dengan berbagai upaya perbaikan dan perlindungan terumbu karang sehingga dapat menurunkan persentase terumbu karang dengan status jelek. Pada data terakhir, persentase terumbu karang dengan status jelek menjadi 35 persen. Hal tersebut memang dapat menjadi angin segar bagi Indonesia, namun bukan menjadi akhir dari proses perbaikan dan perlindungan terumbu karang di Indonesia.

Komitmen untuk melestarikan terumbu karang di Indonesia sudah sepantasnya kian digalakkan melihat kondisi terumbu karang yang makin mengkhawatirkan. Berikut adalah beberapa upaya pelestarian terumbu karang di Indonesia yang dilakukan oleh berbagai lembaga :

1. Kepulauan Spermonde, Sulawesi

Dikutip dari suara.com, para ilmuwan dan konservasionis terumbu karang melalui program Hope Reef mengupayakan pertumbuhan kembali terumbu karang di Kepulauan Spermonde yang telah membusuk. Hal tersebut dilakukan pada area seluas 45 hektar dengan menggunakan reef stars yang merupakan kerangka baja dengan dilapisi pasir dan ditanam di dasar laut untuk mendorong pertumbuhan karang. Selama dua tahun (2019-2021) program hope reef digalakkan, pertumbuhan terumbu karang di Kepulauan Spermonde meningkat hingga 55 persen di lepas pantai Sulawesi. Para penggerak program ini pun berharap seluruh terumbu karang dapat tumbuh kembali pada tahun 2029 nanti.

2. Bali

Halaman resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia merilis siaran mengenai agenda pemulihan kembali terumbu karang di lima perairan provinsi Bali. Agenda tersebut merupakan bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang bersifat padat karya dengan agenda pelaksanaan pada bulan November hingga Desember 2020. Lima perairan di Bali sebagai lokasi restorasi terumbu karang adalah Nusa Dua, Sanur, Serangan, Pandawa dan Buleleng dengan total luas area restoasi 50 hektar. Metode restorasi yang digunakan adalah biorock, MARRS (Mars Assisted Reef Restoration System), metode blok beton, bio reeftek hingga fish dome.

3. Jayapura

Perairan Base-G, Kayo Pulau dan Teluk Youtefa mengalami kerusakan ekosistem terumbu karang yang berakibat pada menurunnya sumber daya perikanan. Guna memulihkan kembali keadaan, institusi terkait menggunakan apartemen ikan sebagai upaya restorasi terumbu karang. Apartemen ikan terdiri dari beberapa bagian dengan keseluruhan bahan baku utamanya adalah plastik jenis polypropylene yang tidak mudah larut dalam air, tahan lama serta aman bagi lingkungan dan manusia.

4. Pulau Moyo, Nusa Tenggara Barat

Dikutip dari halaman resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan, Balai KSDA NTB dan tim ahli terumbu karang dan ikan karang dari Wildlife Conservation Society (WCS) melakukan pemantauan biota laut dan restocking terumbu karang di perairan TWA Pulau Moyo pada 17 – 21 November 2020. Agenda restocking terumbu karang dilakukan di area Tanjung Pasir dengan menggunakan pipa paralon sepanjang 50 cm yang ditanam di pasir sedalam 30 cm, sisa 20 cm dipasang substrat karang dengan diulir pada ujung pipa.

Beberapa upaya di atas adalah segelintir upaya yang dilakukan dari berbagai pihak guna melestarikan keberadaan terumbu karang di Indonesia. Upaya in situ ini akan sangat berhasil jika didukung dengan penanganan serta pengawasan yang rutin dan tepat. Upaya ex situ seperti regulasi terkait perlindungan terumbu karang dari over fishing hingga kerusakan terumbu karang akibat perlihan fungsi lahan pun perlu ditingkatkan guna melengkapi upaya restorasi terumbu.

Program COREMAP, Solusi di Tengah Ancaman Kerusakan Terumbu Karang Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Widhi Luthfi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Widhi Luthfi.

WL
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini