Tari Hudoq, Tradisi Suku Dayak Meminta dan Mensyukuri Hasil Panen Melimpah

Tari Hudoq, Tradisi Suku Dayak Meminta dan Mensyukuri Hasil Panen Melimpah
info gambar utama

Masyarakat Suku Dayak yang kebanyakan mendiami Kalimantan dikenal dengan tradisi-tradisi unik yang terus dilestarikan meski zaman sudah semakin modern. Mereka punya berbagai upacara adat yang dilakukan pada momen-momen istimewa. Salah satunya adalah hudoq.

Hudoq merupakan tarian topeng Suku Dayak yang bermakna ungkapan rasa syukur dan biasa dilakukan saat upacara adat pembukaan lahan pertanian. Gerakan tari dipercaya dapat memengaruhi alam dan memberikan kesuburan bagi masyarakat yang mengadakan upacara. Namun, tarian hudoq juga bisa dilakukan setelah proses panen.

Nama tarian ini diambil dari kata hudoq yang artinya menjelma. Masyarakat Suku Dayak menggambarkan hudoq dalam wujud muka babi, monyet, dan hewan lain yang dianggap sebagai hama. Sebaliknya, ada sosok burung elang yang melambangkan binatang yang melindungi hasil panen. Ada pula hudow berbentuk manusia yang jadi simbol nenek moyang.

Salah satu keunikan dari tarian ini adalah kostum yang digunakan. Para penari menggunakan topeng yang melambangkan karakter penghancur, pelindung, dan karakter leluhur. Kostumnya biasa terbuat dari dedaunan hijau yang ditempelkan di tubuh penari.

Hudoq merupakan sarana penghubung antara roh gaib dengan manusia untuk berkomunikasi, serta mengusir roh jahat di sekeliling mereka. Masyarakat Suku Dayak juga biasa memaknai tarian ini sebagai permintaan kekuatan, perlindungan, keberhasilan dalam usaha pertanian, ungkapan rasa syukur atas hasil panen, serta sebagai sarana hiburan.

Kebo-Keboan, Tradisi 300 Tahun Masyarakat Banyuwangi untuk Usir Wabah Penyakit
 Kostum penari hudoq | @Dhodi Syailendra Shutterstock
info gambar

Topeng penari hudoq

Selain kostum, para penari hudoq juga wajib mengenakan topeng didominasi warna merah dan kuning, yang dipercaya sebagai warna kesukaan para dewa. Ada delapan jenis topeng hudoq yang selalu digunakan penari, seperti berikut ini:

  1. Hudoq Uling berbentuk atau menyerupai muka manusia dengan bibir tebal dan miring ke atas serta seakan-akan sedang berbicara dan bermata juling.
  2. Hudoq Urug Tingang adalah hudoq menyerupai burung enggang dengan bentuk hidung yang panjang.
  3. Hudoq Urung Bavui menyerupai mulut dan muka babi yang merupakan penjelmaan roh halus berbentuk hewan perusak tanaman.
  4. Hudoq Urung Hooq Waang dilukiskan berbentuk hidung anjing dan ditambah dengan ukiran magaaq atau naga dengan tugas sebagai ajudan ketua hudoq.
  5. Hudoq Urung Magaaq adalah hudoq yang digambarkan dengan bentuk kepala naga dengan banyak ukir-ukiran sehingga terlihat sangat bagus tetapi mengerikan.
  6. Hudoq Urung Inang Berang menggambarkan roman muka roh halus dengan bentuk muka bundar dan mata besar.
  7. Hudoq Urung Kuwau atau Hudoq Rooh digambarkan mirip bentuk wajah seorang perempuan sebagai penjelmaan roh seorang wanita sebagai Ratu.
  8. Hudoq Urung Pakau adalah gambaran dari roh halus dengan bentuk hidung besar dengan ukiran tambahan berupa inang berang.
Kamomose, Tradisi Warga Buton Mencari Jodoh dan Sambung Silaturahmi
Tarian hudoq | @Joko Santoso markadhut Shutterstock
info gambar

Syarat dan pantangan penari hudoq

Penari hudoq seluruhnya adalah laki-laki. Selama rangkaian upacara, mereka harus berkeliling kampung sebagai bentuk permohonan perlindungan agar seluruh warga terhindar dari bencana.

Siapa saja bisa menjadi penari hudoq, dengan syarat ia adalah seorang laki-laki, memiliki niat yang kuat, sanggup secara fisik, dan memiliki kostum serta topeng lengkap. Ini karena tugas penari cukup melelahkan, mengingat mereka akan berkeliling kampung dengan kostum yang berat.

Ada beberapa pantangan dalam tarian hudoq, yaitu penari tidak boleh terkena siraman air saat menari karena akan menyebabkan sakit dan hanya bisa disembuhkan oleh orang dengan kemampuan khusus.

Bagi pengunjung, melihat tampilan hudoq mungkin akan menimbulkan rasa takut. Namun, setakut apapun, penonton tidak boleh memukul penari, baik sengaja atau tidak. Ini karena hudoq merupakan penjelmaan roh dewa sehingga bila memukulnya, diyakini dapat kena tulah.

Tradisi Potong Jari Ala Suku Dani, Mengerikan Namun Sarat Akan Makna

Pelaksanaan upacara adat

Sebelum tarian ditampilkan, upacara adat akan dimulai dengan pengantar oleh pawang atau pemimpin upacara. Ia akan mengumumkan tujuan upacara sekaligus membuat permohonan agar para roh masuk ke tubuh penari.

Selagi sesajian disiapkan, sang pawang akan mengucap mantra di hadapan para penari yang telah berkostum lengkap. Pawang akan menaburkan beras kuning ke kepala penari sebagai tanda upacara dimulai.

Satu per satu penari akan berdiri dan berjalan sesuai irama musik dari gong dan gendang kecil bernama tubun. Para penari akan terus bergerak, melambangkan tangan, menghentakkan kaki, dan melambaikan tangan sampai ke momen di mana roh mulai merasuk dan mereka pun kembali menari.

Selagi penari terus bergerak, pawang akan membacakan mantra suci yang panjang dan meminta roh agar menjaga tanaman mereka, dijauhkan dari hama yang membahayakan, serta memohon perlindungan bagi penduduk desa.

Setelah itu, pawang akan mendekati para penari dan mengimbau agar roh kembali ke asalnya masing-masing. Para penari pun akan kembali sadar dan upacara telah selesai.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini