Masyarakat di Indonesia dan Separuh Dunia, Terbiasa Lepas Sepatu di Dalam Rumah

Masyarakat di Indonesia dan Separuh Dunia, Terbiasa Lepas Sepatu di Dalam Rumah
info gambar utama

Alas kaki adalah salah satu bagian fashion yang hampir setiap orang butuhkan untuk membatasi kulit kaki dengan lantai atau tanah secara langsung, contohnya sepatu. Berbicara mengenai sepatu, beberapa kebiasaan yang berkaitan dengan sepatu terbilang cukup sepele namun memiliki identitas yang cukup dalam.

Kebiasaan yang dimaksud yakni melepas dan memakai sepatu di dalam rumah. Pada dasarnya, ada sebagian orang, kelompok bahkan negara yang mengadopsi kebiasaan melepas sepatu sebelum masuk rumah, pun sebaliknya.

Peta pembagian wilayah berdasarkan kebiasaan pemakaian sepatu

Ballarat Cleaning Specialist, salah satu jasa pembersih karpet, pelapis, jendela dan panel surya profesional di Ballarat Australian, beberapa waktu lalu merilis tulisan yang berisi identifikasi negara atau wilayah mana saja yang mengadopsi kebiasaan melepas maupun memakai sepatu di dalam rumah.

Berikut adalah peta pembagian wilayah yang mengadopsi kebiasaan melepas dan memakai sepatu di dalam rumah.

Hampir separuh wilayah negara-negara di dunia termasuk Indonesia mengadopsi kebiasaan melepas sepatu di dalam rumah. | Foto : GoodStats
info gambar

Peta pembagian wilayah yang mengadopsi kebiasaan melepas dan memakai sepatu menggunakan empat warna sebagai indikator yang merepresentasikan nilai dalam kebiasaan melepas maupun memakai sepatu di dalam rumah.

Warna merah bermakna bahwa melepas sepatu berarti sopan dan memakai sepatu dapat dikategorikan sebagai tindakan kasar. Warna jingga bemakna melepas sepatu adalah hal yang wajar dilakukan, namun beberapa rumah atau kelompok lebih memilih untuk tetap memakai sepatu di dalam rumah.

Warna biru diartikan dengan memakai sepatu di dalam rumah adalah hal yang wajar, namun beberapa rumah atau kelompok lebih memilih untuk melepas sepatu ketika berada di dalam rumah. Indikator warna biru menandakan berlawanan dengan indikator berwarna jingga.

Warna hijau diartikan dengan memakai sepatu di dalam rumah dikatakan sebagai tindakan yang sopan, berkebalikan dengan indikator warna merah dengan melepas sepatu yang dikatakan sebagai tindakan kasar atau tidak sopan.

Berdasarkan peta pembagian di atas, dapat dilihat bahwa separuh wilayah di bumi mengadopsi kebiasaan melepas sepatu ketika berada di dalam rumah sebagai bentuk kesopanan.

Wilayah pembagian yang mengadopsi kebiasaan melepas alas kaki sebelum masuk rumah dan berada di dalam rumah yakni seluruh negara di benua Asia kecuali Filipina, seluruh negara di benua Eropa kecuali Spanyol, Inggris, Perancis dan beberapa negara di sekitarnya, serta seluruh negara di benua Afrika kecuali Afrika Selatan dan Madagaskar.

Sementara itu, negara-negara di benua Amerika cenderung atau menormalkan kebiasaan memakai sepatu di dalam rumah. Bahkan, Brazil memiliki kecenderungan yang menilai bahwa melepas sepatu di dalam rumah termasuk dalam tindakan kasar atau tidak sopan.

Negara-negara bagian di benua Australia terdapat banyak rumah yang mengadopsi kebiasaan melepas sepatu, tetapi banyak juga yang tidak demikian. Hal ini dipandang hanya sebagai masalah preferensi.

Melepas maupun memakai sepatu di dalam ruangan terlihat sebagai tindakan kecil atau bahkan seirng dilihat tanpa makna. Namun, hal tersebut ternyata memiliki alasan yang mendalam bahkan hingga mampu mempengaruhi kebiasaan setempat dalam hal penggunaan alas kaki.

Kisah Sepatu Bata yang Bermula dari Zaman Kolonial, Bertahan Hadapi Pandemi

Alasan di balik diterapkannya kebiasaan memakai dan melepas sepatu di dalam rumah

Indonesia bersama sebagain besar negara-negara di Asia pun turut mengadopsi kebiasaan melepas sepatu sebelum masuk rumah. Beberapa alasan yang umum ditemukan sebagai latar belakang melepas sepatu atau alas kaki lainnya sebelum masuk rumah adalah:

1. Kebersihan

Sepatu yang sebagian besar fungsinya digunakan di luar ruangan telah bercampur dengan beragam jenis benda, bahan hingga campuran lain yang kemungkinan besar mengandung kotoran, bakteri hingga bahan berbahaya.

Dengan melepas sepatu sebelum masuk rumah dapat mencegah tersebarnya campuran yang telah menempel pada sepatu ke dalam rumah sehingga keadaan di dalam rumah dapat tetap higienis.

2. Ketahanan Lantai

Tidak memakai sepatu di dalam rumah dapat meningkatkan umur lantai dengan mengurangi keausan. Hal tersebut akan mengurangi intensitas perlunya membersihkan lantai sehingga lapisan atas lantai dapat bertahan lebih lama karena intensitas terkikis oleh cairan pembersih dapat berkurang.

3. Kepercayaan

Beberapa budaya yang ada, kaki dianggap sebagai bagian tubuh yang paling kotor karena dekat dengan tanah. Selain itu, kaki juga jauh dari roh dari beberapa kepercayaan. Oleh karena itu, dianjurkan untu melepas sepatu sebelum memasuki rumah, kuil, dan tempat lainnya.

4. Gaya hidup

Orang-orang yang berada di wilayah dengan adopsi melepas sepatu sebelum masuk rumah memiliki beberapa gaya hidup yang unik, salah satunya di Indonesia. Gaya hidup yang dimaksud seperti lebih suka makan, tidur, dan duduk di lantai. Oleh sebab itu lantai harus selalu bersih sehingga sepatu tidak dianjurkan berada di dalam ruangan.

Sementara itu Top Pick Foot Wear memaparkan beberapa alasan di balik tetap dipakainya sepatu di beberapa wilayah, yakni:

1. Letak Geografis

Beberapa wilayah yang mengadopsi kebiasaan memakai sepatu di dalam ruangan seperti Amerika Serikat memiliki infrastruktur jalan yang bersih daripada beberapa negara lain. Hal Ini membantu orang-orang yang mendiami wilayah tersebut dapat menjaga sepatu mereka tetap rapi dan bersih sehingga dapat memakai sepatu di dalam rumah tanpa khawatir akan kotor.

2. Tradisi, Budaya dan Gaya Hidup

Orang-orang lebih suka memakai sepatu di dalam ruangan sama seperti yang dilakukan di luar ruangan dikarenakan sudah menjadi tradisi dan budaya setempat. Berbagai kebiasaan yang terlihat kecil nyatanya dapat menjadi peraturan tak tertulis hingga menjadi budaya yang mengakar di suatu wilayah.

Kebiasaan seperti melepas maupun memakai sepatu di dalam ruangan hendaknya disesuaikan dengan keadaan serta lingkungan setempat guna menjaga rasa toleransi terhadap suatu budaya.

Sneakers Lokal Jadi Pesaing Brand Global

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Widhi Luthfi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Widhi Luthfi.

WL
IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini