Inilah 5 Bank Terbesar di Indonesia Berdasarkan Nilai Aset 2021

Inilah 5 Bank Terbesar di Indonesia Berdasarkan Nilai Aset 2021
info gambar utama

Awal tahun 2021, rasanya menjadi tahun yang penuh tantangan bagi dunia perbankan. Pandemi covid-19 membuat kinerja beberapa bank di Indonesia sempat terkoreksi. Walaupun dari sisi laba tertekan, bank-bank besar masih mampu mencatatkan pertumbuhan aset.

Bank Central Asia (BCA) menjadi salah satu satu bank yang mencatatkan pertumbuhan aset yang signifikan. Sepanjang kuartal I (Q1) 2021, aset yang dimiliki bank swasta ini berhasil menembus angka Rp1.090 triliun. Angka tersebut menambah deretan bank dengan aset di atas Rp1.000 triliun, yang selama ini hanya dicatatkan oleh BRI dan Bank Mandiri.

5 bank pemilik aset terbesar di Indonesia Q1 2021 | GoodStats
info gambar

Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang sepanjang tahun 2020 menjadi bank pemilik aset terbesar di Indonesia akhirnya tergeser. Posisinya kini telah direbut oleh Bank Mandiri setelah mendapatkan limpahan aset dari merger Bank Syariah Indonesia (BSI).

Hingga Maret 2021, BRI membukukan aset sebesar Rp1.411,05 triliun. Aset tersebut tumbuh sekitar 3,83 persen year on year (yoy), meskipun aset BRI Syariah sudah tidak dikonsolidasikan ke bank ini pasca merger bank syariah Himbara.

Namun, kenaikan aset BRI ternyata tidak setinggi kenaikan pada aset Bank Mandiri. Pada periode yang sama, aset Bank Mandiri melesat 20 persen menjadi Rp1.584,1 triliun di akhir Maret 2021 lalu. Kenaikan ini ditopang oleh peningkatan aset Bank Syariah Indonesia (BSI). Pasalnya, Bank Mandiri merupakan pemegang saham terbesar BSI, sehingga keuangan bank syariah itu dikonsolidasikan ke perusahaan.

Berikut 5 bank pemilik aset terbesar di Indonesia, berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada Q1 2021.

7 Perusahaan BUMN Pemilik Aset Terbesar 2020, Siapa Juaranya?

1. Bank Mandiri

Bank Mandiri
info gambar

Tumbuh 20 persen, aset Bank Mandiri kini melesat, naik dari Rp1.405,58 triliun pada 2020 menjadi Rp1.584,1 triliun pada Q1 2021. Catatan tersebut menjadikannya sebagai bank pemilik aset terbesar di Tanah Air.

Dari segi neraca keuangan, bank plat merah ini mampu mencatat lialibitas dan ekuitas senilai Rp1.386,54 triliun dan Rp181,63 triliun. Untuk tahun 2021, Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit 6 persen-8 persen. Adapun di tiga bulan pertama tahun ini, kredit Bank Mandiri tercatat sudah tumbuh 9,1 persen yang ditopang oleh merger BSI.

2. Bank Rakyat Indonesia (BRI)

Bank BRI
info gambar

BRI harus turun ke peringkat 2 setelah dalam beberapa periode kebelakang menjadi pemuncak bank nasional dengan aset terbesar. Aset BRI pada Q1 2021 tercatat senilai Rp1.411,05 triliun, tumbuh 3,83 persen yoy.

Dari segi neraca keuangan, bank BUMN ini mampu mencatat lialibitas dan ekuitas senilai Rp1.216,29 triliun dan Rp191,62 triliun. BRI menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 4 persen sampai 5 persen tahun ini. Sesuai dengan fokus BRI, kredit tersebut akan difokuskan untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

3. Bank Central Asia (BCA)

Bank BCA
info gambar

Miliki aset Rp1.090 triliun, Bank Central Asia (BCA) menjadi satu dari tiga bank yang mencatkan nilai aset lebih dari seribu triliun rupiah. Dari sisi pendanaan, bank swasta terbesar di Tanah Air ini berhasil mencatat kinerja yang solid pada tiga bulan pertama 2021.

Pada Q1 2021, BCA membukukan laba bersih konsolidasi senilai Rp7 triliun. Jika dibandingkan dengan raihan pada periode yang sama pada tahun lalu, maka realisasi laba pada Q1 mengalami kenaikan sebesar 7 persen yoy. Adapun target pertumbuhan kredit yang ditetapkan BCA tahun ini berada dikisaran 4-6 persen.

4. Bank Negara Indonesia (BNI)

Bank BNI
info gambar

Bank plat merah lain, Bank Negara Indonesia (BNI), menempati peringkat ke-4 sebagai bank pemilik aset terbesar di Tanah Air sepanjang Q1 2021.

BNI mampu membukukan aset senilai Rp862 triliun dengan rincian Rp744,44 lialibitas dan Rp115,70 untuk ekuitas. Dari segi laba, BNI mencatat laba bersih sebesar Rp2,39 triliun pada Q1. Hal Ini merosot sekitar 43,7 persen secara tahunan dari Rp4,25 triliun.

Capaian laba BNI pada kuartal Q1 2021 dibarengi dengan kecukupan pencadangan atau coverage ratio pada level 200,5 persen, lebih tinggi dari posisi akhir tahun 2020 yang sebesar 182,4 persen. Sementara perolehan laba bersih sebelum pencadangan atau Pre-Provisioning Operating Profit (PPOP) BNI sebesar Rp 7,84 triliun. Capaian PPOP itu meningkat 5,9 persen dibandingkan kuartal I-2020, yaitu sebesar Rp7,4 triliun.

5. Bank Tabungan Negara (BTN)

bank BTN
info gambar

Posisi ke-5 diisi bank spesialis penyalur kredit perumahan, Bank Tabungan Negara (BTN). Bank BUMN ini berhasil mencatatkan aset senilai Rp375 triliun naik Rp24 triliun dari periode sebelumnya (Rp356 triliun).

Dari segi neraca, BTN mampu mencatat lialibitas senilai Rp356,61 triliun dan Rp19,12 triliun untuk aset. BTN optimis target kredit tumbuh 7 persen sampai akhir tahun masih bisa dicapai. Pasalnya, di kuartal pertama, penyaluran kredit dan pembiayaan bank pelat merah ini tumbuh 3,19 persen menjadi Rp261,34 triliun.

10 BUMN Penyumbang Pendapatan Terbesar ke Negara

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Iip M. Aditiya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Iip M. Aditiya.

IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini