Pada Untai Kata Elok Bahasa Indonesia

Pada Untai Kata Elok Bahasa Indonesia
info gambar utama

Kata dapat menjelma apa saja. Ia mampu menjadi cahaya damai yang menenangkan kerisauan hati kita. Pada waktu lain, ia juga sanggup menghunjam ketenangan. Sebagaimana pisau, kata memang tergantung pada pemakainya, bukan?

Dunia ini dipenuhi oleh kata, ratusan ribu atau mungkin jutaan. Bahkan, saya ragu bahwa samudra bisa menampungnya. Dari sejumlah itu, dalam bahasa kita tercinta, bahasa Indonesia, terdapat banyak kata elok atau indah dari segi bunyi atau maknanya. Lima di antaranya akan saya sajikan di bawah ini.

Rembunai

Sekilas, kata ini mengingatkan kita pada rembulan. Akan tetapi, makna keduanya berbeda. Jika rembulan bermakna ‘bulan’, rembunai bermakna ‘sedang (besarnya atau tingginya)’.

Rembunai tergolong dalam ragam klasik di KBBI V. Itu menandakan bahwa kata tersebut digunakan dalam kesusastraan Melayu Klasik. Setelah melakukan pencarian sederhana di situs Malay Concordance Project (MCP), saya menemukan rembunai tersemat dalam naskah Syair Seratus Siti, sebuah naskah yang bertarikh 1800-an.

Cenderasa

Sama seperti rembunai, cenderasa juga tergolong dalam ragam klasik. Kata yang bermakna ‘pedang yang sakti (memiliki keampuhan)’ ini tercatat dalam naskah Hikayat Sang Boma dan Hikayat Pandawa Lima.

Pada kedua naskah tersebut, cenderasa digunakan untuk membunuh oleh dua orang, yakni Saksanamantri (Hikayat Sang Boma) dan Sang Boraserawa (Hikayat Pandawa Lima).

Mayangda

Kita mungkin pernah mendengar kata mayang sebagai nama orang Indonesia. Akan tetapi, bagaimana dengan mayangda?

Kata itu memiliki arti ‘dunia’ dan tergolong sebagai kata klasik. Namun, berbeda dengan kedua kata sebelumnya—yang sama-sama klasik, mayangda tidak tercatat dalam naskah apa pun di situs MCP.

Meskipun demikian, kita tidak perlu kecewa. Boleh saja mayangda tidak ada pada naskah, tetapi ia pasti ada padamu karena kamu adalah mayangdaku.

Virga

‘Hujan yang turun sedikit sekali dan menguap sebelum sampai ke bumi’. Begitulah makna virga. Belumlah sampai menyentuh tujuannya, ia sudah harus pergi menjadi zat lain. Cukup puitis, bukan?

Monokarpa

Makna kata ini tidak kalah puitis dengan virga. Monokarpa berarti ‘sifat tumbuhan yang setelah berbunga dan berbuah lalu mati’. Betapa mulia tumbuhan demikian. Ia tidak mengharap apa-apa, kecuali hal terbaik yang dapat dilakukan atau dihasilkannya.

Itulah untaian kata indah dalam bahasa Indonesia. Tahu kata indah selain lima di atas? Tulis di kolom komentar, ya.

Konten di atas hasil kolaborasi antara GNFI dan Narabahasa. Untuk menjelajah lebih jauh, silakan klik tautan berikut Arsip Ihwal Bahasa.

N
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini