Dusdukduk Karya Anak Bangsa yang Berawal dari Tugas Kuliah Hingga Bisa Mendunia

Dusdukduk Karya Anak Bangsa yang Berawal dari Tugas Kuliah Hingga Bisa Mendunia
info gambar utama

Seringkali kardus dianggap sebagai sampah yang tidak berguna. Namun, tidak demikian dengan Muhammad Arif Susanto serta timnya, Angger Diri Wiranata, Indra Syamsu, dan Octinana Dwi Anggara. Keempat anak muda lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ini berhasil menyulap kardus menjadi produk cantik yang mendunia.

Melalui kerja keras dan kreativitas tinggi, kardus diubah menjadi brand lokal bernama Dusdukduk, akronim dari “Kardus untuk tempat duduk”. Produk ini telah dikenal hingga mancanegara, melayani klien nasional dan internasional, hingga mengantarkan co-foundernya, Muhammad Arif Susanto, menjadi salah satu bagian dari Forbes 30 Under 30 pada awal tahun 2020 kemarin.

Dusdukduk merupakan brand dekorasi dan furniture yang berasal dari kardus. Produk yang diproduksi di Wonokromo Surabaya ini telah berkeliling dunia, dan memenangkan berbagai penghargaan sebagai salah satu inovasi produk ramah lingkungan.

Keunggulan dari konsep yang disajikan brand ini adalah pengemasan yang mudah, dan memungkinkan pelanggan untuk melakukan bongkar pasang sendiri sesuai dengan petunjuk. Hal ini juga mempermudah proses pengiriman produk yang tidak memerlukan banyak biaya.

Deretan Pebalet Muda Indonesia yang Berhasil Medunia

Bermula dari tugas kuliah dan PKM

Dusdukduk | Foto: ITS News
info gambar

Awalnya, Dusdukduk berasal dari salah satu tugas kuliah Muhammad Arif Susanto, atau yang akrab disapa Arif. Ia menuturkan bahwa ide ini berasal dari salah satu tugas kuliah di tempatnya belajar, Departemen Desain Produk Industri (Despro) ITS Surabaya. Tugas salah satu mata kuliah semester II itu mendorongnya untuk mengeksplorasi berbagai material, termasuk kardus.

Arif bersama tim ingin mengubah cara pandang masyarakat umum terhadap kardus. Mereka ingin agar kardus dinilai sebagai barang yang jauh lebih berharga dari sekadar sampah.

Ketika itulah Arif dan tim menyadari bahwa setelah berbagai uji coba. Rangkaian kertas tebal tersebut dapat menahan beban dengan baik sehingga dapat dimanfaatkan sebagai material furnitur.

Hasil tugas yang diperlihatkan dalam pameran tugas ini mendapatkan perhatian, serta dukungan dari berbagai kalangan masyarakat. Satu set kursi dan meja yang berasal dari kardus tersebut diterima dengan hangat, dan mendatangkan pesanan untuk produk Dusdukduk di kemudian hari.

Eiger Produk Petualan Asal Bandung yang Mendunia

Ide ini juga dibawa oleh Arif bersama tim dalam berbagai ajang perlombaan, seperti misalnya Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan berbagai kompetisi lainnya. Uang yang mereka dapatkan dari kompetisi-kompetisi tersebut kemudian digunakan untuk memajukan dan mengembangkan Dusdukduk menjadi brand yang lebih besar.

Dusdukduk pun terus tumbuh. Brand yang awalnya hanya terdiri dari satu produk, yaitu set meja dan kursi, kini mampu berkembang memproduksi puluhan produk dalam satu bulan. Omset penjualan yang dicapai oleh brand ini juga tumbuh hingga mencapai 60 juta.

Selanjutnya, produk yang pada mulanya fokus sebagai kursi dan meja, kini berdiversifikasi menjadi puluhan macam barang, hiasan, dan furnitur lain. Mulai dari mainan anak-anak, hiasan dinding, bingkai foto, dan banyak lagi.

Olahan kardus Indonesia yang mendunia

Aneka Produk Dusdukduk | MLDSPOT
info gambar

Berawal dari menjadi finalis Wirausaha Muda Mandiri, kini Dusdukduk telah menyabet berbagai penghargaan nasional dan internasional. Salah satunya penghargaan Best Booth pada Pameran CASA Indonesia. Tak hanya itu, Dusdukduk juga meraih banyak perhatian peserta pameran Festival George Town di Penang, Malaysia, pada 2016 lalu.

Brand lokal unik yang banyak menghiasi pameran internasional ini juga dipercaya untuk bekerja sama dengan berbagai klien brand ternama, seperti Honda, H&M, hingga berbagai hotel dan tempat wisata.

Punya Karya Memukau, Inilah Desainer Pengantin Indonesia yang Mendunia

Dari Dusdukduk untuk Indonesia dan dunia

Setelah lebih dari tujuh tahun mengembangkan brand ini, Arif bersama tim telah sukses meresmikan PT Kreasi Karya Raya untuk memperkuat legalitas kewirausahaan Dusdukduk. Diharapkan dengan resminya perusahaan ini, Arif dan tim dapat terus melakukan inovasi tanpa henti untuk mengembangkan produk-produknya.

Hingga tahun 2021, dua anak perusahaan Dusdukduk telah lahir. Mereka adalah Totoys.id yang memproduksi mainan anak, serta Packimpact yang berfokus pada kemasan produk yang seluruhnya terbuat dari kardus bekas. Selain dua produk baru tersebut, Dusdukduk juga menerima jenis produk olahan lainnya sesuai pesanan.

Dusdukduk bertekad untuk terus menunjukkan gebrakan baru dengan semakin menambah kreasi dan diversifikasi produk, dengan terus melahirkan anak-anak perusahan lainnya. Selain itu, salah satu mimpi besar Arif dan tim ialah untuk menggelar Festival Kardus Indonesia.* (COMM/NAK)

Referensi: ITS News | Antara News | MLDSPOT | Ziliun

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini