Program Digitalisasi Sekolah, Pemerintah Libatkan 3 Universitas Garap Laptop Merah Putih

Program Digitalisasi Sekolah, Pemerintah Libatkan 3 Universitas Garap Laptop Merah Putih
info gambar utama

Sektor pendidikan di tanah air nyatanya tak luput dari perhatian pemerintah Indonesia. Terlebih dengan situasi pandemi yang saat ini terjadi, dan memaksa sistem pendidikan berlangsung dengan cara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring, membuat sektor satu ini mau tak mau ikut menyesuaikan dengan program digitalisasi yang digaungkan sejalan dengan perkembangan teknologi yang ada.

Berangkat dari hal tersebut, pemerintah akhirnya menjalankan program digitalisasi sekolah dengan pemanfaatan dan pengadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), yang dalam pelaksanaannya dibarengi dengan tujuan meningkatkan kemampuan produksi peralatan TIK, dalam hal ini laptop oleh industri dalam negeri.

Pelaksanaan digitalisasi sekolah diketahui melibatkan 3 instansi pemerintahan sekaligus, yaitu Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko-Marves), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud-Ristek).

Sebagai awalan, Kemenkomarves dikabarkan siap menggelontorkan dana investasi sebesar Rp17 triliun yang akan digunakan untuk pengadaan dan pengembangan laptop merah putih untuk mendukung program digitalisasi sekolah yang dijalankan oleh Kemdikbud-Ristek.

Sedangkan Kemenperin, dalam hal ini bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pembuatan laptop merah putih didominasi oleh komponen lokal dan mengandung TKDN lebih dari 40 persen, bahkan ditargetkan mencapai 60 persen.

Ternyata Sudah Ada Laptop Buatan Indonesia, Ini Mereknya

Dana investasi yang disiapkan Kemenko-Marves

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi - Luhut Binsar Pandjaitan
info gambar

Ihwal dana yang disiapkan pemerintah untuk investasi pengadaan laptop sebagai bentuk dukungan digitalisasi sekolah ini pertama kali diumumkan oleh Menko-Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, lewat konferensi pers yang dilangsungkan secara virtual pada, Kamis (22/7/2021).

Dalam pernyataannya, Luhut mengungkap bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp17 triliun untuk meningkatkan pengadaan produk TIK, dalam hal ini laptop buatan lokal untuk sektor pendidikan di Indonesia. Dana tersebut akan digunakan secara bertahap untuk pengadaan hingga tahun 2024.

Masih lebih tingginya angka belanja produk laptop impor dibandingkan laptop yang diproduksi dalam negeri, disebut menjadi alasan utama program laptop merah putih dijalankan. Dijelaskan, bahwa untuk tahun 2021 ini saja, anggaran TIK Kemdikbudristek menyentuh angka Rp2,4 triliun untuk memenuhi kebutuhan sebanyak 242.565 unit laptop.

Anggaran tersebut berasal dari total dana senilai Rp17 triliun yang sebelumnya disebutkan oleh Luhut, dan sebagian berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pendidikan. Dan untuk memuluskan pengadaan fasilitas TIK di tahun 2021 ini, pemerintah menggandeng 6 perusahaan di tanah air untuk bisa memproduksi sebanyak 718 ribu unit laptop.

Adapun 6 perusahaan yang dimaksud yaitu:

  • PT Tera Data Indonusa,
  • PT Supertone,
  • PT Zyrexindo Mandiri Buana (Zyrex),
  • PT Evercoss Technology Indonesia,
  • PT Acer Manufacturing Indonesia, dan
  • PT Bangga Teknologi Indonesia.
Menilik Tantangan dan Masa Depan Pendidikan Berbasis Teknologi di Tanah Air

Secara detail, salah satu perusahaan yang dipercaya menggarap laptop yang dibutuhkan untuk program digitalisasi sekolah, yaitu Zyrex, memberikan penjelasan mengenai kesiapan dan proses produksi yang akan dilakukan untuk memenuhi pemesanan yang didapat dari pemerintah.

Melansir CNBC Indonesia, Direktur Utama Zyrex, Timothy Siddik, menngungkap bahwa saat ini perusahaan telah menerima pesanan sebanyak 165 ribu unit laptop untuk disalurkan ke 8.000 sekolah di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan laptop di setiap sekolah pada tahun ajaran 2021/2022, dan ditargetkan akan terdistribusi maksimal pada Desember 2021.

"Zyrex telah menerima pesanan 165 ribu laptop yang jika dikonversikan nilainya mencapai Rp700 miliar, dan kami siap memenuhi kebutuhan laptop dalam negeri sebesar Rp17 triliun untuk tahun-tahun yang akan datang," tutur Timothy.

Yuk, Belajar dengan Kursus Daring Karya Anak Bangsa!

Detail pengembangan laptop merah putih

Konferensi pers virtual, Kemenperin, Kemenko-Marves, dan Kemendikbud-Ristek dalam pembahasan digitalisasi sekolah dan program pengadaan laptop merah putih
info gambar

Pada kesempatan yang sama, Luhut juga membahas mengenai detail pengembangan perangkat TIK digitalisasi sekolah, dalam hal ini tablet dan laptop merah putih yang nyatanya akan diberi nama “Dikti Edu”.

Ia juga memaparkan, konsorsium yang akan menggarap laptop merah putih ini sudah terbentuk dan diisi oleh jajaran peneliti dari institusi perguruan tinggi yang pada dasarnya memang memiliki keahlian khusus di bidang teknologi, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Gadjah mada (UGM).

Ketiga perguruan tinggi tersebut akan bertanggung jawab dalam proses pengembangan desain dan software, sementara untuk proses pembuatannya akan dilakukan oleh pihak industri dalam hal ini 6 perusahaan produsen laptop yang telah disebutkan sebelumnya.

Menukil CNN Indonesia, proses pengembangan laptop merah putih ini dijelaskan secara detail oleh salah satu pihak institusi yang terlibat, yaitu Reini Wirahadikusumah, selaku rektor ITB.

Reini mengungkap, bahwa program laptop Merah Putih yang dijalankan melalui Kemendikbud-Ristek akan melibatkan dosen dan peneliti dari multi-disiplin. Namun, yang paling banyak terlibat sudah pasti mereka yang berasal dari bidang Teknik Elektro dan Informatika.

Dijelaskan pula bahwa akan ada 5 kategori alma pengembangan laptop merah putih ini, yaitu kategori yang berhubungan dengan platform hardware atau perangkat keras, platform sistem operasi, software atau perangkat lunak aplikasi, perangkat peripherals, dan komponen.

"Tim akan bekerja sama dengan mitra industri untuk sisi produksinya. Tim ahli lebih fokus kepada RDE (penelitian, pengembangan, dan kerekayasaan), sementara untuk produksinya akan bekerjasama dengan mitra industri, baik lokal maupun multi-nasional," jelas Reini.

Ketika Teknologi Mempermudah Pembelajaran Daring di Berbagai Penjuru Daerah Indonesia

Sedangkan jika membahas lebih detail, sampai saat ini belum ada info pasti mengenai spesifikasi lengkap yang akan dimiliki oleh laptop merah putih. Namun, dapat dipastikan bahwa spesifikasi yang hadir akan disesuaikan dengan tujuan dari diadakannya program ini, yaitu untuk memenuhi kebutuhan perangkat teknologi di sektor pendidikan.

Selain itu, dapat dipastikan juga bahwa spesifikasi yang dihadirkan akan lebih dari satu, sesuai dengan kebutuhan dan inovasi yang dihadirkan. Hal tersebut nyatanya sejalan dengan pernyataan yang diberikan oleh Sekretaris Direktorat Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud-Ristek, Paristiyanti Nurwardani.

Mengutip Kompas, Paristiyanti mengungkap soal harga dan kapan tepatnya laptop merah putih dengan nama Dikti Edu ini akan mulai muncul di pasaran.

“Rencananya tahun 2022 akan dipasarkan, bekerja sama dengan industri. Harganya sekitar Rp5-7,5 juta tergantung tipe, dan di 2021 kami produksi 10 ribu unit dengan harga Rp5 juta,” ungkapnya.

Infrastruktur Daring Pendukung Pembelajaran di Rumah

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini