Tumbuhkan Motivasi Intrinsik Ketika Kawan Hilang Semangat

Tumbuhkan Motivasi Intrinsik Ketika Kawan Hilang Semangat
info gambar utama

Penulis: Nur Annisa Kusumawardani

Gabung Telegram Kawan GNFI untuk dapat informasi seputar program dan tulisan terbaru Good News From Indonesia.

Tidak terasa, kini Kawan telah sampai di pertengahan tahun 2021. Masih semangat untuk mewujudkan resolusi tahun ini, ‘kan? Atau, masih sering merasa kehilangan semangat dalam meraih tujuan?

Mungkin, Kawan perlu untuk menumbuhkan motivasi intrinsik. Menurut Psychology Today, motivasi intrinsik merupakan dorongan yang sepenuhnya datang dari dalam diri kita tanpa berfokus pada imbalan atau penghargaan eksternal.

Motivasi intrinsik timbul ketika Kawan sepenuhnya melakukan sesuatu karena menyukai hal tersebut, bukan karena keuntungan yang ditawarkan, atau tekanan dari luar. Misalnya, seseorang yang memiliki motivasi intrinsik untuk berlatih bahasa asing. Meskipun tidak ada hadiah maupun pujian dari pihak lain, akan tetap berlatih karena kecintaannya terhadap kegiatan tersebut.

Sayangnya, motivasi intrinsik tidak selalu muncul dengan mudah. Kadang, meskipun Kawan menyukai kegiatan yang Kawan lakukan, pasti akan ada saatnya ketika Kawan merasa jenuh dan lelah. Dari sini, diperlukan cara-cara tertentu untuk membangkitkan kembali motivasi intrinsik tersebut.

Mengapa motivasi intrinsik penting? Bagaimana cara menumbuhkannya? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak penjelasan berikut.

Deretan Konten Youtube Paling Sering Ditonton Netizen, Film dan Musik jadi Favorit

Mengapa motivasi intrinsik penting?

Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik | Convertize
info gambar

Sering kali, Kawan dihadapkan dengan berbagai motivasi ekstrinsik sebagai pemicu untuk melakukan suatu hal. Misalnya, reward uang sebagai hadiah dari kerja keras, makanan manis setelah melakukan pekerjaan sulit, hingga stress shopping sebagai motivasi untuk menjalani hari-hari kuliah yang melelahkan.

Masalah yang muncul dari motivasi ekstrinsik berpengaruh dalam diri seseorang jika dilakukan secara berlebihan. Jika Kawan melakukan segala hal karena motivasi eksternal, akan timbul ketergantungan yang tidak sehat antara Kawan dengan benda, barang, maupun makanan tertentu. Hal ini dapat berakibat pada sifat boros hingga kebiasaan makan yang buruk yang nantinya akan merugikan diri Kawan sendiri.

Work Stars menyebutkan bahwa motivasi intrinsik dapat memberikan dampak positif bagi siapa saja yang memilikinya. Adanya motivasi yang berasal dari dalam diri diyakini dapat membantu meningkatkan persistensi, menambah rasa puas terhadap pekerjaan, hingga meningkatkan kecepatan dan efektivitas belajar tanpa menimbulkan burn out.

Penelitian oleh perusahaan konsultan manajemen McKinsey mengungkapkan bahwa ketika karyawan termotivasi secara intrinsik, mereka menunjukkan tingkat kepuasan kerja 46 persen lebih tinggi dan tingkat komitmen 32 persen lebih besar terhadap pekerjaan mereka. Pada saat yang sama, mereka jauh lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami kelelahan terkait pekerjaan atau tugas yang dimilikinya.

Penting! Berikut Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membuat CV ATS Friendly

Cara menumbuhkan motivasi intrinsik

Menurut nesslabs.com, terdapat dua komponen penting dalam menumbuhkan motivasi intrinsik. Yang pertama keyakinan pada kemampuan diri sendiri untuk terus belajar (self determination), dan komponen selanjutnya perasaan puas ketika skill bertambah. Kedua hal tersebut dapat dicapai dengan cara berikut ini.

1. Fokus kepada pada hal menyenangkan

Ketika mendapatkan tugas kuliah atau pekerjaan, kadang-kadang Kawan akan cenderung fokus pada hal-hal yang kurang menyenangkan. Seperti sulitnya mengerjakan tugas tersebut, serta deadline yang terasa semakin dekat.

Untuk menumbuhkan motivasi intrinsik, Kawan dapat mencoba untuk fokus pada hal yang lebih berarti. Seperti bagaimana tugas tersebut dapat membantu orang lain, tujuan tugas yang menjadikan Kawan semakin berpengetahuan, dan sejenisnya.

Kawan juga dapat menulis daftar hal-hal kecil menyenangkan yang dapat dilakukan ketika Kawan merasa jenuh dan kurang terinspirasi. Kegiatan tersebut dapat membantu Kawan untuk menemukan momentum yang baik untuk melanjutkan aktivitas lainnya.

2. Mencatat tiap progress

Kadang, perasaan tidak semangat muncul ketika Kawan tidak merasakan adanya perubahan yang berarti. Maka, penting untuk mencatat progress yang Kawan capai sebagai bentuk apresiasi dan perayaan kecil atas prestasi yang sederhana.

Kawan dapat menciptakan grafik untuk mengamati secara visual progress yang telah Kawan raih, atau sesederhana mencatatnya dalam jurnal maupun google sheet.

Rangkul Kenyamanan dengan Lebih Dekat Bersama TV Digital

3. Make it public

Cara alternatif lainnya dengan mempublikasikan tujuan yang ingin Kawan capai ke publik atau teman-teman terdekat Kawan. Dengan cara tersebut, akan tumbuh rasa komitmen atas hal-hal yang telah Kawan niatkan tadi.

Misalnya, dengan menuliskan to do list hari ini pada tweet maupun Instagram story, hal tersebut dapat menjadi motivasi sendiri untuk sungguh-sungguh menyelesaikan apa yang Kawan mulai. Selain itu, sebuah penelitian menyebutkan bahwa seseorang memiliki kemungkinan 42 persen lebih besar untuk mewujudkan rencananya apabila ia menuliskan rencana tersebut.

Demikian tiga cara menumbuhkan motivasi intrinsik untuk Kawan. Terus semangat dan semoga berhasil, ya!*

Referensi: Psychology Today | nesslabs.com | healthline

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini