BEI Sebut Ada 5 Startup Berstatus Centaur yang Siap IPO

BEI Sebut Ada 5 Startup Berstatus Centaur yang Siap IPO
info gambar utama

Jika belakangan muncul pemberitaan soal startup berstatus Unicorn yang siap melantai di bursa saham atau IPO mungkin sudah jadi hal yang biasa. Walau baru satu yang pasti dan sedang dalam proses realisasi pencatatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai saat ini, tapi setidaknya hal tersebut benar terjadi dan tinggal menunggu diikuti oleh pemain besar selanjutnya yang menguasai singgasana startup Indonesia, yaitu GoTo.

Tapi, bagimana jika langkah melepas kepemilikan saham ke publik ini direncanakan atau bahkan sudah dipersiapkan dengan matang oleh jajaran startup yang berstatus Centaur?

Sekadar informasi, Centaur merupakan sebutan bagi perusahaan rintisan yang berada pada level di bawah Unicorn, atau lebih tepatnya startup dengan nilai valuasi mulai dari 100 juta dolar AS hingga 1 miliar dolar AS.

Bukan sebatas angin lalu, kabar soal kemungkinan melantainya deretan startup Centaur di bursa saham dikonfirmasi langsung oleh pihak BEI melalui pemberitaan yang dimuat oleh IDX Channel.

5 Perusahaan dengan Rekor IPO Terbesar di Indonesia

Klaim BEI soal penjajakan 5 startup Centaur yang siap IPO

Ilustrasi pergerakan saham di BEI
info gambar

Pada Rabu (28/07/2021), Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkap bahwa ada sederet startup Centaur yang sudah melakukan pendekatan dan komunikasi untuk peluang IPO.

“Untuk mempersiapkan perusahaan-perusahaan masuk ke bursa itu tidak kita lakukan dalam waktu semalam, jadi benar dari Centaur itu yang sudah lakukan komunikasi. Paling tidak ada lima Centaur yang kita sudah ajak diskusi terkait informasi IPO,” terang Nyoman.

Nyoman juga mengungkap bahwa penjajakan yang dilakukan sudah sejauh tahap memetakan peluang startup Centaur untuk dapat melakukan IPO sebelum naik level menjadi Unicorn. Sebab, menurutnya startup Centaur juga berhak untuk tercatat pada bursa saham di kelasnya.

Bukan hanya itu, kenyataannya saat ini memang ada startup tanah air yang berada di bawah level Centaur, namun sudah mencatatkan namanya sebagai emiten di bursa saham.

“…pada intinya kita melakukan hubungan yang baik dan sudah memetakan. Mudah-mudahan itu menjadi bagian upaya kita untuk menambah jumlah perusahaan tercatat (di BEI)" tambah Nyoman.

Sayangnya, Nyoman tak menjelaskan lebih jauh mengenai detail startup Centaur apa saja yang sedang dalam tahap menjajaki peluang untuk IPO. Pasalnya, saat ini ada lebih dari 5 startup di Indonesia yang memiliki gelar Centaur dengan kedudukan yang cukup kuat. Sebut saja Halodoc, DANA, SayurBox, LinkAja, Ruangguru, Akulaku, Blibli, Kopi Kenangan, dan masih banyak lagi.

Namun jika sedikit memprediksi soal startup Centaur apa yang akan mengambil langkah IPO, ada nama yang sejatinya menjadi kandidat terkuat. Bukan tanpa alasan, hal tersebut diyakini berdasarkan klaim soal rencana IPO yang sudah sempat dibocorkan oleh berbagai pihak kunci yang memiliki peran besar dalam keberadaan startup yang bersangkutan.

Menilik Potensi Startup Indonesia yang IPO Setelah Bukalapak

LinkAja, startup sekaligus perusahaan BUMN yang disiapkan Erick Thohir untuk IPO

Menteri BUMN, Erick Thohir
info gambar

Siapa yang tidak mengenal fintech e-wallet satu ini? Bentuk re-branding dari layanan t-cash milik Telkomsel yang kemudian diprakarsai oleh tiga perusahaan BUMN dan empat Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) ini berada di bawah naungan PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), dan mulai beroperasi sejak tahun 2019.

Wacana IPO bukan baru kali pertama terdengar, kabar tersebut sudah berhembus sejak tahun 2020 yang ditargetkan akan berlangsung pada tahun 2021, dan bahkan disebut-sebut akan mendahului langkah serupa yang juga akan dilakukan oleh Gojek.

Terbaru, Menteri BUMN Erick Thohir, dalam sebuah webinar bertajuk Closing Remarks, yang berlangsung pada tanggal 16 Juli 2021 lalu, menyatakan bahwa di tahun ini akan ada 10-15 BUMN yang siap melantai di bursa saham.

Ya, seperti yang sudah diduga, LinkAja masuk ke dalam jajaran lima belas perusahaan BUMN yang dimaksud.

Masih menurut Nyoman, dirinya juga menyatakan bahwa terhitung per tanggal 28 Juli 2021, ada sebanyak 25 perusahaan yang masuk ke dalam antrian untuk bisa melantai di bursa saham dan didominasi oleh perusahaan berskala menengah dan besar.

Adapun jika diklasifikasikan berdasarkan sektor, enam yang mendominasi berasal dari perusahaan sektor siklus konsumen, lima perusahaan di sektor industrial, dan tiga perusahaan di sektor non-siklus konsumen.

Kemudian ada juga sektor teknologi, transportasi dan logistik, kesehatan, energi, dan keuangan yang masing-masing diisi oleh dua perusahaan. Kelima sektor ini yang diyakini diisi oleh perusahaan rintisan atau startup di level Centaur.

Indonesia Jadi Negara dengan IPO Terbanyak di Asean Selama Pandemi

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini