Selain Telkom dan PLN, Ada 2 Perusahaan BUMN yang Terjun ke Bisnis Internet

Selain Telkom dan PLN, Ada 2 Perusahaan BUMN yang Terjun ke Bisnis Internet
info gambar utama

Industri bisnis di bidang Internet semakin diramaikan oleh berbagai pemain baru. Tidak hanya dari pihak swasta, keikutsertaan dalam bisnis satu ini nyatanya juga mengundang ketertarikan dari dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang jika dilihat sekilas tidak memiliki keterkaitan langsung dalam keberadaan akses Internet.

Seperti yang kita tahu, Telkom saat ini menjadi satu-satunya perusahaan BUMN yang merajai industri telekomunikasi, sekaligus menjadi Internet Service Provider (ISP) di tanah air sejak awal kehadirannya.

Adapun belum lama ini rekan sesama BUMN, yaitu PLN tepat pada awal bulan Juni lalu nyatanya ikut menghadirkan layanan ISP bernama ICONNET melalui anak perusahaannya, ICON+.

Walau ikut masuknya PLN ke industri internet banyak mengundang kontra, namun tak sedikit pula yang menyambut baik langkah ini dan menganggap bahwa yang dilakukan dapat meningkatkan persaingan secara lebih sehat, terutama dalam hal berlomba memberikan layanan yang terbaik untuk masyarakat.

Bidang utama PLN yang bertanggung jawab dalam menangani persoalan kelistrikan di Indonesia pun diyakini sebagai pondasi kuat dalam menghadirkan layanan internet yang mengandalkan jaringan fiber optic.

Terlepas dari keikutsertaan PLN dalam menghadirkan layanan ISP, saat ini ada dua perusahaan BUMN lain yang berasal dari sektor berbeda dan turut terjun dalam bisnis internet, yaitu Jasa Marga dan Perusahaan Gas Negara yang merupakan anak usaha dari Pertamina.

Namun, perlu digaris bawahi bahwa keikutsertaan kedua perusahaan tersebut dalam bisnis internet, nyatanya tidak secara langsung menghadirkan layanan ISP seperti halnya yang dilakukan oleh Telkom dan PLN kepada masyarakat.

PLN Resmi Hadirkan ICONNET, Layanan Internet yang Siap Bersaing

Jasa Marga siap bangun infrastruktur fiber optic di jalan tol

Ilustrasi Jalan Tol
info gambar

Jasa Marga masuk ke bisnis internet melalui anak perusahaannya, yaitu Jasamarga Related Business (JMRB). Menekankan bahwa tidak terjun secara langsung, perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan jalan tol di Indonesia ini, memanfaatkan sarana yang mereka miliki untuk membangun dan menyediakan infrastruktur jaringan backbone fiber optic, yang pada tahap pertama kabarnya akan dilakukan di sepanjang Pulau Jawa.

Hal tersebut menjawab pertanyaan yang muncul saat pertama kali kabar masuknya Jasa Marga ke bisnis internet terdengar, yaitu mengenai potensi yang akan menjadikan Jasa Marga sebagai pesaing baru dari layanan Indihome milik Telkom Group dan ICONNET milik PLN.

Menukil CNBC Indonesia, menurut keterangan yang diberikan oleh pihak JMRB, dari seluruh layanan ISP yang ada di Indonesia, masih sedikit yang memiliki infrastruktur jaringan terutama berbasis fiber optic sendiri.

Karena itu, JMRB ingin menyasar peluang bisnis yang ada dengan memanfaatkan infrastruktur jalan tol terpanjang di pulau Jawa untuk membangun infrastruktur fiber optic yang dapat digunakan oleh berbagai layanan ISP yang telah hadir di Indonesia dalam bentuk kerja sama kedepannya.

Seperti diketahui, saat ini di Pulau Jawa sendiri terbentang jalan tol Trans Jawa sepanjang 1.167 km yang dikelola oleh Jasa Marga Group.

“…saat ini infrastruktur backbonefiber optic di Pulau Jawa masih diperlukan untuk menghubungkan kota-kota di Pulau Jawa sehingga dapat memperlancar transfer data. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengoptimalisasi manfaat dari koridor jalan tol milik Jasa Marga Group, terutama di jalur Jalan Tol Trans Jawa," jelas Direktur Utama JMRB, Cahyo Satrio Prakoso.

Sebenarnya bukan hanya Jasa Marga yang memanfaatkan infrastruktur transportasi sebagai sarana untuk membangun jaringan fiber optic yang lebih luas. Di waktu yang bersamaan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) diketahui juga akan membangun hal serupa di sepanjang jalur rel kereta milik KAI.

Namun bukan dilakukan secara sendiri seperti layaknya Jasa Marga, pada hal ini KAI bekerja sama dengan pihak swasta untuk membangun jaringan fiber optic di sepanjang 2.800 km rel kereta dengan wilayah pertama di Pulau Jawa yakni Jabodetabek, dan Bandung Raya.

Seberapa Rendah Latensi Internet untuk Game Online di Indonesia?

Perusahaan Gas Negara (PGN) hadirkan layanan internet untuk bisnis dan industri

Ilustrasi layanan internet yang dilahirkan oleh PGN
info gambar

Berbeda dengan Jasa Marga dan lain halnya dengan Telkomsel serta PLN yang menghadirkan layanan internet untuk publik secara umum atau perorangan, PGN menghadirkan layanan ISP yang lebih berfokus untuk kebutuhan industri dan berbagai bentuk bisnis baik dalam skala kecil ataupun besar.

Anak usaha dari Pertamina ini menghadirkan layanan internet yang diberi nama Gasnet, dan berada di bawah naungan PT Telemedia Dinamika Sarana. Gasnet sebenarnya bukan hal baru, mengingat layanan ini sebenarnya sudah hadir sejak tahun 2019.

Karena lebih fokus pada kebutuhan internet dalam sektor bisnis, maka jenis layanan yang diberikan pun jelas berbeda dan disesuaikan dengan skala bisnis dan industri yang memakai layanan mereka.

Jika melihat berdasarkan riwayatnya, layanan internet besutan induk holding bisnis Pertamina ini kerap digunakan dalam berbagai kawasan industri besar layaknya kawasan industri Jababeka, kawasan industri Jatake, dan JIEP Pulogadung.

Batam Jadi Lokasi Industri Manufaktur dengan Teknologi 5G IoT Pertama di Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini