Empat Langkah Mengubah Kebiasaan Buruk Menjadi Kebiasaan Baik

Empat Langkah Mengubah Kebiasaan Buruk Menjadi Kebiasaan Baik
info gambar utama

Sebagai seorang manusia, pasti Kawan memiliki berbagai kebiasaan yang membentuk hidup Kawan hingga saat ini. Mulai dari kebiasaan kecil, seperti sikat gigi sebelum tidur hingga kebiasaan besar, seperti menggelar tradisi pernikahan dengan adat tertentu.

Jika Kawan memikirkan satu per satu kebiasaan yang dimiliki, pasti terdapat beberapa kebiasaan buruk yang ingin Kawan hilangkan, atau diubah menjadi kebiasaan baik. Seperti halnya menggigit kuku ketika sedang cemas, atau tidur larut malam.

Namun, apakah seseorang benar-benar dapat mengubah kebiasaan? Mengapa hal tersebut tidaklah mudah?

Secara umum, kebiasaan (habit) terbentuk di tempat yang disebut sebagai pikiran bawah sadar di otak manusia. Hal ini dikarenakan pembentukan kebiasaan merupakan cara otak untuk menghemat energi dengan melakukan suatu hal tanpa pertimbangan matang, maupun proses pengambilan keputusan panjang.

Jenama Fesyen Lokal yang Konsisten Lestarikan Wastra Nusantara

Maka, ketika kebiasaan telah terbentuk, seseorang tidak perlu berpikir berat dalam melakukan sesuatu. Otak manusia memiliki dua mode operasi, yaitu mode otomatis yang cepat dan sering bekerja dengan refleks, serta mode sadar pada setiap tindakan dan keputusan dipikirkan dengan baik serta mengikuti cara berpikir yang terkontrol.

Kebiasaan terletak pada mode pertama, yaitu sistem yang memungkinkan seseorang berperilaku secara otomatis dalam merespon rangsangan tertentu. Hal ini menjadikan perubahan kebiasaan memerlukan waktu dan proses yang tidak instan.

Meskipun kebiasaan terletak dalam sistem pertama pada mode operasi otak manusia, bukan berarti bahwa ia tidak dapat diubah. Dengan langkah yang benar dan tekad yang kuat, suatu kebiasaan baik dapat terbentuk menggantikan kebiasaan buruk.

Salah satu contoh kebiasaan buruk yang sering dialami oleh generasi muda adalah kebiasaan menggunakan sosial media secara berlebihan. Dengan mengidentifikasi kebiasaan buruk tersebut, seseorang dapat menentukan kebiasaan baik apa yang perlu dibangun untuk menggantikannya.

Langkah ubah kebiasaan buruk jadi kebiasaan baik

Terdapat berbagai cara untuk membangun kebiasaan baik. Kali ini, Kawan GNFI menyajikan empat langkah yang dapat Kawan coba untuk mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik. Semoga berhasil!

1. Mengidentifikasi kebiasaan (what and why)

Pertama-tama, Kawan GNFI perlu mengetahui jenis kebiasaan buruk yang ingin diubah. Hal ini penting untuk menentukan penyebab kebiasaan tersebut, mengapa perlu menghilangkannya, serta merancang rencana yang harus dilakukan untuk mengubahnya.

Salah satu contohnya adalah kebiasaan tidur larut malam. Kebiasaan ini terasa merugikan karena menjadikan seseorang kesulitan untuk bangun pagi, kehabisan energi saat siang hari, serta memiliki ritme tidur yang berantakan.

Dengan mengetahui kebiasaan tidur ini, Kawan dapat menentukan penyebabnya. Seperti misalnya, akibat mengkonsumsi kafein pada jam makan malam. Kemudian, Kawan juga bisa mengetahui alasan mengapa perlu menghilangkan kebiasaan ini.

Contohnya, agar Kawan dapat bangun lebih pagi dan memiliki waktu tidur yang cukup. Selanjutnya, rencana untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini pun dapat mulai ditentukan.

2. Membuat rencana berdasarkan habit loop

Habit Loop | Foto: Idea For Today
info gambar

Habit Loop atau Lingkaran Kebiasaan adalah konsep yang diperkenalkan oleh Charles Duhigg dalam bukunya, The Power of Habit. Framework ini menjelaskan bahwa kebiasaan terdiri atas tiga tahap, yaitu pemicu (the trigger), rutinitas (the routine), dan penghargaan/imbalan (the reward). Ketiga tahapan inilah yang terus berjalan menjadi rangkaian kebiasaan yang membangun hidup seseorang.

Menurut Charles, pemicu akan menggerakkan rutinitas yang membentuk kebiasaan untuk meraih penghargaan/imbalan yang kita incar. Contohnya adalah kebiasaan menggigit kuku ketika merasa cemas.

Pemicu kebiasaan ini merupakan rasa cemas yang sering kali dirasakan sehari-hari, dilanjutkan dengan rutinitas menggigit kuku yang mengarahkan pada imbalan berupa rasa lega dan tenang setelah melakukannya.

Ketiga tahapan tersebut secara utuh membentuk kebiasaan menggigit kuku ketika seseorang merasa cemas. Untuk mengatasinya, ia tidak bisa secara tiba-tiba berhenti menggigit kuku, melainkan, dengan mencoba alternatif baru sehingga terbentuk kebiasaan yang lebih baik.

Ketika ingin membuat rencana sesuai dengan Habit Loop, Kawan GNFI perlu mengidentifikasi pemicu apa yang mendorong kebiasaan tersebut, serta imbalan yang didapatkan. Selanjutnya, tahap rutinitas lah yang perlu digantikan dengan alternatif kegiatan lain.

Tren Transaksi Digital Meningkat, Indonesia Bakal Punya 5 Bank Digital Baru

3. Memilih alternatif rutinitas baru

Habit Tracker | jamesclear.com
info gambar

Alternatif rutinitas baru merupakan tahap terpenting dalam mengubah kebiasaan. Hal ini dilakukan dengan cara menyisipkan kegiatan-kegiatan baru yang positif untuk menggantikan tahap rutinitas/kebiasaan (the routine) buruk pada Habit Loop.

Misalnya, dalam kebiasaan menggigit kuku ketika merasa cemas, Kawan dapat mengganti rutinitas menggigit kuku menjadi aktivitas meditasi. Sehingga, ketika Kawan merasakan pemicu berupa rasa cemas, Kawan bisa memberi respon dengan melakukan meditasi untuk mendapatkan imbalan (reward) yang sama berupa rasa tenang.

Alternatif rutinitas baru ini dapat disesuaikan dengan kegiatan baik apapun yang Kawan GNFI suka, seperti misalnya menulis, mendengarkan musik, membaca buku, dan sebagainya. Kawan juga dapat mencatat kebiasaan tersebut dalam jurnal sebagai habit tracker agar semakin termotivasi.

Masyarakat di Indonesia dan Separuh Dunia, Terbiasa Lepas Sepatu di Dalam Rumah

4. Membangun support system dan terus mencoba

Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah membangun support system dan terus mencoba. Kebiasaan baik tidak dapat diciptakan dalam semalam, dibutuhkan percobaan tanpa henti untuk mencapainya.

Selalu ingat bahwa kebiasaan adalah perilaku yang dilakukan berulang-ulang. Beberapa ahli mengatakan bahwa satu bulan bisa menjadi waktu yang cukup untuk membentuk sebuah kebiasaan. Jadi, terus berusaha dan mencoba, ya! Jika Kawan gagal, istirahat sebentar, tarik napas dan coba lagi.

Demikianlah empat langkah utama dalam mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik versi Kawan GNFI. Semoga info ini bermanfaat, ya! Selamat mencoba dan semoga berhasil.* (COMM/NAK)

Referensi: Life Hack | Habitbetter Institute | Atomic Habits | The Power of Habits

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini