10 Negara Pemilik Hutan Terluas di Dunia, Bagaimana Posisi Indonesia?

10 Negara Pemilik Hutan Terluas di Dunia, Bagaimana Posisi Indonesia?
info gambar utama

Hutan memiliki nilai yang sangat penting bagi kehidupan di bumi. Sebagai "paru-paru dunia", hutan menyediakan manfaat yang tak ternilai bagi seluruh spesies. Udara yang kita hirup, air yang kita minum, semua berasal dari hutan.

Di tengah ancaman perubahan iklim (climate change), yang dapat mengancam kehidupan di bumi. Bank Dunia memproyeksi, dalam 2 dekade kedepan, efek perubahan iklim dapat membawa kemiskinan bagi 100 juta penduduk di dunia.

Perubahan iklim terjadi akibat penggunaan bahan bakar fosil dalam kehidupan sehari-hari seperti menggunakan bensin, batu bara, dan masih banyak lagi. Hasil dari penggunaan bahan bakar fosil adalah karbon dioksida yang terlepas di udara sehingga meningkatkan suhu bumi.

Akibatnya, bumi mengalami cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. Musim kemarau menjadi lebih lama, suhu udara semakin panas, gunung es mencair sehingga air laut naik, dan masih banyak efek perubahan iklim yang berbahaya bagi kehidupan.

Oleh karena itu, hutan memiliki peran krusial dalam mencegah perubahan iklim. Beragam pohon yang ada dalam hutan mampu menyerap karbon dioksida dan melepas oksigen. Maka, keberadaan hutan sangatlah penting dan harus kita jaga.

Negara pemilik hutan terluas | GoodStats
info gambar

Data terakhir (2018) yang dirilis FAO Stats mencatat, Rusia menjadi negara pemilik hutan terluas di dunia. Luas hutan yang dimiliki Rusia mencapai 8,2 juta kilometer persegi (km2) atau setara dengan 22 persen dari total area hutan di dunia..

Selanjutnya, Brasil berada di posisi kedua yang memiliki hutan terluas dengan luas hutan 4,9 juta km2. Di urutan tiga terdapat Kanada dengan luas hutan 3,5 juta km2.

Indonesia sendiri masuk ke dalam daftar negara yang memiliki hutan terluas. Indonesia berada di posisi ke-8 dengan luas hutan 933 ribu km2. Papua dan Kalimantan Timur menjadi provinsi dengan hutan terluas di Tanah Air.

Berikut GNFI sajikan daftar 10 negara pemilik hutan terluas di dunia, di mana hutan taiga dan hutan hujan tropis mendominasi area hutan global.

Miliki Jutaan Hektare, Inilah 10 Provinsi dengan Hutan Terluas di Indonesia

1. Rusia (8.153.166 km2)

Rusia memiliki luas negara hampir mencapai 17 juta km2. Disana, bentangan alamnya sangat beragam dan bahkan beberapa ekosistemnya memiliki ukuran yang tidak biasa.

Rusia memiliki Sungai Volga yang menjadi sungai terpanjang di Eropa dan Danau Baikal menjadi danau terdalam di dunia. Sedangkan di ekosistem daratnya, banyak negara sudah mengenal kawasan hutan di Rusia menjadi “paru-paru dunia” terbesar karena luasnya mencapai 8,2 juta km2.

Hutan taiga yang terletak di wilayah Siberia merupakan jenis hutan yang paling banyak tumbuh sumbur di negara ini. Hutan ini menjadi wilayah tempat tumbuhnya spesies pohon sejenis pinus, konifer, cemara, dan tumbuhan berdaun jarum lainnya.

Dalam melindungi seluruh kawasan hutan di Rusia, pemerintah setempat telah melakukan kerja sama dengan organisasi-organisasi non pemerintah. Seperti melakukan kerjasama dengan Global Forest Watch Russia untuk memantau keanekaragaman hayati di seluruh kawasan hutan di Rusia dan merencanakan pembuatan kawasan hutan baru.

2. Brasil (4.990.514 km2)

Negara yang terletak di bagian paling timur dari Amerika Selatan ini memiliki kondisi alam yang sangat bervariasi. Disana kita akan menjumpai kawasan pesisir, sungai amazon yang berlika-liku, pemandangan perbukitan, gunung kecil, hutan, dan ekosistem lainnya.

Terkait bentangan hutan sendiri, Brasil berhasil menepati urutan ke-2 sebagai negara dengan pemiliki hutan terluas di dunia dengan luasnya mencapai 4,9 juta km2. Hutan hujan amazon menjadi jenis hutan yang mendominasi di Brasil, hutan ini terkenal akan fungsinya sebagai kawasan hijau yang menstabilkan iklim bumi dan juga menghasilkan 20 persen oksigen bagi kehidupan makhluk hidup.

Dari segi karakteristik wilayahnya, hutan hujan Amazon memiliki keanekaragaman hayati dan curah hujan yang tinggi ini. Selain itu, hutan ini juga dihiasi oleh keberadaan sungai terpanjang kedua di dunia, yaitu Sungai Amazon.

Alirannya yang berlika-liku ini memiliki panjang, bahkan sampai melewati batas 9 negara, seperti Brasil, Kolombia, Peru, Venezuela, Ekuador, Bolivia, Guyana, Suriname, dan Guyana. Kendati demikian, 60 persen dari Hutan Amazon tetap berada di wilayah Brasil.

3. Kanada (3.470.020 km2)

Hampir setengah dari permukaan tanah Kanada ditutupi oleh tumbuhan dan pepohonan lebat. Sehingga, Kanada pun dikenal sebagai negara pemiliki hutan terluas ke-3 di dunia dengan luasnya mencapai 3,5 juta km2.

Menariknya, jumlah kepemilikan hutan yang dikelola publik di Kanada diperkirakan lebih banyak porsinya dibandingakan dengan swasta. Sehingga penguasaan manfaat dari hutan akan didominasi untuk kepetingan bersama.

Untuk jenis hutan sendiri, Kanada memiliki hutan taiga terbesar di dunia setelah mendapat tambahan kawasan lindung baru seluas 13.600 km2 di Provinsi Alberta. Hutan taiga di Kanada merupakan aset yang sangat berharga bagi negara paling utara di Amerika Utara ini.

Hal ini karena hutannya berfungsi sebagai pemasok 14,5 persen udara segar. Hutan yang khas dengan pohon pinus, cemara, cedar, dan tanaman lainnya ini, juga berfungsi sebagai penyerap utama karbon di dunia, sehingga dapat mengurangi masalah perubahan iklim.

Cerita Seorang Jenderal yang Risau dengan Kondisi Hutan dan Lingkungan

4. Amerika Serikat (3.097.950 km2)

Selain terkenal sebagai negara adidaya, Amerika Serikat juga diketahui memiliki bentangan hutan yang luas. Luas hutan yang ada di negeri Paman Sam ini mencapai 3 juta km2, terutama tersebar di sepanjang pantai baratnya.

Di dalam hutan seluas 3 juta km2 tersebut, terdapat pohon terbesar di dunia, yakni Sequoiadendron giganteum. Pohon tersebut menghasilkan kayu yang berkualitas dan tahan lama, meskipun keberadaanya kini terancam punah.

Permasalahan menipisnya jumlah pohon yang berdiri tegak di kawasan hutan Amerika serikat, tak jauh beda dengan negara pemilik kawasan hutan lainnya. Sebut saja, penebangan hutan yang masih sering terjadi seiring dengan meningkatnya kebutuhan pemukiman dan bahan produksi untuk industri.

Begitu juga dengan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar yang merugikan sektor lingkungan dan kabut asapnya mengancam keselamatan warga.

5. China (2.162.190 km2)

China merupakan salah satu negara dengan luas wilayah terbesar, mencapai 9,5 juta km2 atau hampir 5 kali luas Indonesia. Disana, bentangan hutannya terkenal dengan pemandangan alam yang indah karena ditumbuhi pepohonan rindang, didukung pula oleh keberadaan aliran sungai yang di kelilingi perbukitan.

Terkait luas kawasan hutan sendiri, China dinobatkan sebagai negara pemiliki hutan terluas ke-5 di dunia dengan luas mencapai 2,1 juta km2. Dalam prosesnya kawasan hutan di China terus mengalami pertumbuhan dengan cara perluasan hutan baru.

Upaya perluasaan tersebut dimaksudkan untuk mengatasi perubahan iklim dan memperbaki lingkungan. Perubahaan paling signifikan terkait perluasan hutan terjadi pada 1990. Di mana kawasan hutan yang hanya 1,5 juta km2 telah bertambah menjadi 1,8 juta km2.

6. Australia (1.340.051)

Hutan Australia yang memiliki luas 1,3 juta km2 ini boleh berbangga hati karena banyak hewan yang keberadaannya disana tidak bisa ditemukan di negara dan benua lain. Sebut saja yang paling terkenal yaitu, kanguru, anjing dingo, platipus, wombat, koala, ekidna, dan walabi.

Tentunya, spesies enedemik flora dan fauna di dalam hutan Australia menjadi sorotan penuh banyak negara. Khususnya terkait perlindungan habitatnya dari ancaman kerusakan hutan.

Namun di lapangann, negara yang berbatasan dengan wilayah Indonesia pada bagia utara ini, acap kali tak terhindar dari kerusakan hutan. Sebut saja mengalami kebakaran hutan dan lahan, dimana titik apinya terus menyebarluas dan tak jarang menimbulkan kabut asap yang mengancam keselamatan warga.

7. Republik Demokrasi Kongo (1.283.579 km2)

Negara yang berada di Sub Benua Afrika Tengah ini menjadi negara dengan pemilik hutan terluas ke-7 di dunia, yakni 1,2 juta km2. Negara ini memiliki beragam kekayaan alam yang kelestariaanya sangat bergantung pada hutan. Seperti halnya pada kawasan hutan hujan tropisnya, Kongo menampung berbagai spesies fauna dan flora.

Sehingga aktivitas perusakan hutan hutan di Kongo akan memicu bencana alam dan kepunahan makhluk hidup yang tinggal di dalam hutan. Meskipun tak dimungkiri, banyak tantangan dalam mempertahan kawasan Hutan Kongo, misalnya saja saat berhadapan dengan aktivitas pembuatan jalan dan kegiatan industri penambangan.

Berdasarkan hasil pemetaan semua jalan di Kongo, tim riset menemukan bahwa sejak tahun 2003, total jalan telah meningkat hampir 100 km. Dampak yang ditimbulkan dari aktivitas pembangunan tersebut menyebabkan kerusakan ekosistem hutan di Kongo.

Kenali Jenis dan Manfaat Hutan Untuk Kehidupan

8. Indonesia (933.442 km2)

Dengan luas hutan mencapai 933 ribu km2, Indonesia berada diurutan ke-8 negara dengan hutan terluas di dunia. Sebagai negara pemilik iklim tropis, banyak jenis tumbuhan dapat bertahan hidup di Indonesia karena mendapatkan pasokan air yang cukup dan juga mendapatkan cukup sinar matahari untuk kebutuhan fotosintesisnya.

Selain habitat floran dan fauna Indonesia, keberadaan hutan di Indonesia juga menjadi sumber penghidupan, kesakralan dan kesehatan bagi masyarakat adat. Sehingga, keberadaan ekosistem hutan menjadi salah satu yang terus dilestarikan oleh mereka dengan nilai-nilai kearifan sosial dan budaya yang tinggi.

Papua dan Kalimantan menjadi pulau yang memiliki kawasan hutan terluas di Indonesia. Kendati demikian, permasalah kawaan hutan seperti halnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih salah satu masalah lingkungan hidup yang hampir setiap tahun terjadi di Indonesia. Terutama di Pulau Sumatra, Kalimantan, Papua, dan beberapa pulau kecil lainnya di Indonesia.

9. Peru (726.760 km2)

Negara Peru atau Republik Peru adalah sebuah negara yang berada di bagian barat Amerika Selatan. Dari segi bentangan alam, Peru termasuk negara megadiverse dengan beragam habitat mulai dari dataran gersang di pesisir Pasifik, pucak pegunungan Andes yang terbentang dari utara sampai dengan tenggara, hingga hutan hujan tropis Amazon di bagian timur.

Hutan hujan tropis di Peru menjadi dataran luas negara ini sekitar 60 persen, di mana di dalamnya terdapat sekitar 20.375 jenis flora di Peru dan 5.500 diantaranya adalah endemik. Adapun luas hutan Peru secara keseluruhan mencapai 726 ribu km2, yang menempatkannya sebagai negara pemilik hutan terluas ke-9 di dunia.

10. India (716.272 km2)

Negara yang berada di Sub Benua Asia Selatan ini menjadi negara dengan pemilik hutan terluas ke-10 di dunia, yakni 716 ribu km2. Selain kawasan hutannya, bentangan alam India juga terdiri dari Dataran Tinggi Kashmir, Lembah Kulu, Dataran Rendah Gangga, Semenanjung di bagian selatan, berupa perbukitan dan pegunungan.

Adapun hasil hutan yang menjadi andalan negara India yakni damar, karet, bambu, kayu dan rempah-rempah. Demi menjaga kelangsungan hutan India, salah satu pencegahan yang telah dilakukan oleh masyarakat setempat adalah reboisasi. Jadav Molai Payeng menjadi sosok yang telah melakukan proyek penghijauan terhadap 550 hektare hutan Assam seorang diri.

Apresiasi untuk Penjaga Hutan dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Iip M. Aditiya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Iip M. Aditiya.

IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini