Dorong Program Vaksinasi, Indonesia Akan Terima Tambahan 45 Juta Dosis Vaksin

Dorong Program Vaksinasi, Indonesia Akan Terima Tambahan 45 Juta Dosis Vaksin
info gambar utama

Vaksinasi merupakan salah satu langkah penting dalam pengendalian pandemi COVID-19. Kegiatan vaksinasi di Indonesia telah dilakukan sejak awal tahun, dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai penerima vaksin pertama. Selain Jokowi, terdapat juga beberapa pemuka agama dan tokoh masyarakat yang turut mendapatkan vaksin.

Pada Maret lalu, Jokowi menyatakan bahwa kegiatan vaksinasi harus mencapai 1 juta suntikan per hari. Dia juga menegaskan bahwa pada bulan Agustus, target harian vaksinasi harus mencapai 2 juta suntikan setiap hari.

Namun, dalam pelaksanaannya, vaksinasi mengalami hambatan. Melansir Catch Me Up!, target 1 juta dosis per hari untuk bulan Juli hanya tercapai pada tanggal 1, 6, 7, 9, 14, dan 17 Juli. Oleh karena itu, sulit untuk mencapai target yang sudah ditentukan tersebut.

Pelaksanaan Vaksinasi

Provinsi berdasarkan persentase vaksinasi | GoodStats
info gambar

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), baru 46.567.370 orang yang menerima vaksin dosis pertama per 29 Juli 2021. Jumlah tersebut setara dengan 22,36 persen sasaran vaksinasi. Di sisi lain, terdapat 19.867.271 orang atau 9,54 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima dosis pertama.

Menurut Kemenkes, yang menjadi sasaran vaksinasi adalah tenaga kesehatan, lanjut usia, petugas publik, masyarakat rentan dan masyarakat umum, serta usia 12-17 tahun. Ada pun jumlah sasaran vaksinasi adalah 208.265.720 orang.

Selain sulit mencapai target harian, cakupan vaksinasi antarprovinsi pun belum merata. Berdasarkan data Kemenkes per 29 Juli 2021, hanya Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau yang cakupan vaksinasi dosis pertamanya di atas 50 persen.

Bali memiliki 3.405.140 sasaran vaksinasi. Dari jumlah tersebut, terdapat 3.056.232 orang atau setara dengan 89,75 persen yang telah menerima vaksin dosis pertama. Lalu, dosis kedua sudah diberikan kepada 24,22 persen sasaran atau setara dengan 824.782 orang.

Di Jakarta, jumlah penerima vaksin dosis pertama berjumlah 7.376.347 orang. Jumlah tersebut setara dengan 87,86 persen dari 8.395.427 sasaran vaksin. Untuk penerima dosis kedua, cakupannya berjumlah 29,85 persen atau setara dengan 2.505.821 orang.

Sementara itu, Lampung menjadi provinsi dengan persentase penerima vaksin terendah. Dengan 6.645.226 target vaksinasi, cakupan vaksinasinya hanya 9,16 persen dari sasaran vaksin atau setara dengan 608.825 orang. Penerima dosis dua berjumlah 369.105 orang atau setara dengan 5.55%.

Memahami Seluk-beluk Vaksinasi Covid-19 di Indonesia

Secercah harapan di tengah stok vaksin yang menipis

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakui bahwa laju program vaksinasi COVID-19 memang tidak sesuai dengan target satu juta dosis per hari. Menurutnya, hal ini terjadi karena kendala jumlah ketersediaan vaksin di Indonesia.

"Kalau ditanya kenapa tidak bisa lebih cepat lagi? Karena memang jumlah vaksinnya cuman segitu," kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (26/7/2021).

Setidaknya, Indonesia sudah menerima 70 juta dosis vaksin sampai Juni kemarin. Sampai akhir Juli ini, Indonesia akan menerima 8 juta vaksin Sinovac dan 4 juta vaksin AstraZeneca. Di Agustus, Indonesia juga akan kedatangan 45 juta dosis vaksin yang terdiri dari Sinovac, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer.

Namun, angka tersebut dapat berubah setiap harinya karena pemerintah berusaha memenuhi jumlah vaksin yang dibutuhkan.

Bahkan, pada Selasa (27/7/2021) kemarin, Indonesia mendatangkan 21,2 juta dosis vaksin Sinovac. Tak hanya itu, pekan ini Indonesia akan terima 600 ribu dosis vaksin AstraZeneca dari Inggris. Bantuan tersebut merupakan komitmen Inggris dalam membantu situasi COVID-19.

Tak hanya itu, per Minggu (01/7/2021) kemarin, pemerintah mendatangkan 3,5 juta dosis vaksin Moderna dari pemerintah Amerika Serikat. Selain itu, hari ini, pemerintah juga akan menerima 620 ribu dosis vaksin AstraZeneca.

Budi juga memahami adanya antusiasme yang tinggi di masyarakat dalam kegiatan vaksinasi ini. Dia meminta para pemerintah daerah untuk bersabar sampai vaksin tiba di Indonesia.

“Sampai vaksinnya datang, kita sabar sedikit. Kita juga masih ada stok vaksinnya di masing-masing provinsi dan Ibu Kota,” katanya.

Dengan stok yang terbatas itu, prioritas pemberian vaksin dilakukan dengan berbasis risiko. Maksudnya, vaksin diberikan kepada provinsi-provinsi yang memiliki banyak kasus aktif positif COVID-19 seperti di Jawa dan Bali. Lalu, prioritas juga diberikan untuk orang-orang berisiko tinggi, yaitu orang berusia tinggi atau yang memiliki penyakit komorbid.

Uluran Tangan Berbagai Negara, Bantu Indonesia Hadapi Situasi Krisis Pandemi

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Lydia Fransisca lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Lydia Fransisca.

LF
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini