Target Besar, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Indonesia untuk Jadi Tuan Rumah Olimpiade

Target Besar, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Indonesia untuk Jadi Tuan Rumah Olimpiade
info gambar utama

Tak terasa sudah lebih dari sepekan sejak opening ceremony Olimpiade Tokyo 2020 berlalu, tepat hari ini, Senin (2/8/2021), perhelatan akbar kompetisi dunia tersebut sudah memasuki hari ke-10.

Tiap atlet dari berbagai negara sudah memberikan usaha terbaik untuk dapat meraih gelar juara dari tiap cabor yang dilombakan. Sebagian ada yang sudah kembali ke negara asal menandai usainya perjuangan, sebagian lagi masih harus menetap di Negeri Sakura untuk melanjutkan pertandingan dan berusaha meraih gelar juara.

Indonesia saat ini tercatat sudah meraih sebanyak satu medali emas, tiga medali perunggu, dan satu medali perak, yang kelimanya disumbangkan oleh cabor angkat besi dan bulu tangkis.

Di tengah perjuangan yang dilakukan oleh para atlet, tak dimungkiri bahwa euforia dan kemeriahan Olimpiade kali ini semakin terasa berkat kemewahan dan segala hal yang berkaitan dengan lokasi serta penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020.

Keberhasilan Tokyo atau dalam hal ini Jepang sebagai negara yang menjadi tuan rumah diadakannya Olimpiade Musim Panas, diyakini menjadi salah satu alasan gelaran Olimpiade dapat berjalan dengan baik, walau di tengah situasi pandemi yang masih melanda dunia sekalipun.

Faktanya, di balik itu semua ada megaproyek yang harus siap dijalankan oleh Jepang selaku negara yang terpilih sebagai tuan rumah Olimpiade 2020. Tidak sembarangan, segala sesuatu yang dipersiapkan juga harus sesuai dengan deretan persyaratan ketat yang telah ditetapkan oleh pihak International Olympic Committee (IOC), selaku penyelenggara Olimpiade.

Mengenal 28 Atlet Terbaik Indonesia yang Berjuang di Olimpiade Tokyo 2020

Kenapa banyak negara bersaing menjadi tuan rumah Olimpiade?

Fasilitas Olimpiade Tokyo 2020
info gambar

Keberadaan suatu negara yang menjadi semakin diperhitungkan di mata dunia tentu menjadi alasan utama mengapa banyak negara yang bersaing mengajukan diri sebagai tuan rumah Olimpiade.

Bukan tanpa alasan, apabila terpilih untuk mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah, kesempatan tersebut merupakan saat di mana suatu negara dapat menunjukkan eksistensi sekaligus pembuktian kemampuannya dalam memberikan fasilitas terbaik dalam melangsungkan kompetisi yang diikuti oleh ratusan negara yang berasal dari berbagai belahan dunia lainnya.

Segala bentuk keunggulan dari berbagai sektor yang dimiliki negara terpilih, tentu memiliki kesempatan untuk unjuk kemampuan lewat momen ini. Mulai dari kemajuan teknologi, infrastruktur, pariwisata, budaya, dan masih banyak lagi.

Terpilihnya Jepang sebagai tuan rumah untuk Olimpiade tentu bukanlah kali pertama, Tokyo sebelumnya juga pernah terpilih untuk menjadi tuan rumah di tahun 1964. Kemudian pada awal tahun 1998, Nagano juga terpilih menjadi kota untuk penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin.

Melansir Kompas, faktanya sama seperti negara lain yang tak luput dari masa sulit, Jepang juga beberapa kali menghadapi kesulitan terutama dalam hal krisis finansial yang terjadi pada periode 1998 hingga 2008.

Seakan belum cukup, masyarakat dunia tentu masih ingat dengan bencana gempa bumi dahsyat berkekuatan 9 skala richter yang sempat melanda negeri ini pada tahun 2011, dan menyebabkan gelombang tsunami dengan tinggi 10 meter yang menimbulkan kerusakan di hampir seluruh negeri, termasuk Tokyo.

Kala itu, dapat dikatakan bahwa berbagai negara di dunia bahkan banyak memberikan perhatian besar atas musibah yang menimpa Jepang. Beruntung Jepang dapat bangkit dengan cepat, karena itu tidak heran jika kesempatan untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2020 dinilai menjadi kesempatan bagi Jepang untuk menunjukkan keberhasilan kebangkitan itu.

Mengintip Menu Makanan Para Atlet di Olimpiade Tokyo 2020

Syarat ketat menjadi tuan rumah Olimpiade dan anggaran mencapai Rp392 triliun

Olimpiade Rio 2016
info gambar

Tentu ada harga yang harus dibayar untuk bisa menjadi tuan rumah Olimpiade demi menunjukkan eksistensi negara pada dunia. Mengenai persyaratan, IOC sendiri nyatanya memiliki standar yang telah dipublikasi sejak bulan Juli tahun 2018 lalu.

Persyaratan tersebut dimuat dalam sebuah dokumen bertajuk “Host City Contract-Operational Requirements” yang terdiri 292 halaman. Dokumen itu berisikan detail dari persyaratan yang dimaksud untuk penyelenggaraan Olimpiade, baik Olimpiade Musim Panas, Olimpiade Musim Dingin, Paralimpiade Musim Panas, dan Paralimpiade Musim Dingin.

Menyorot salah satu persyaratan yang harus dipenuhi secara ringkas, dalam penyelenggaran Olimpiade Tokyo 2020 nyatanya diperlukan keberadaan sebanyak 40.926 ruangan kamar, yang akan digunakan oleh berbagai pihak selain atlet yang terlibat dalam gelaran Olimpiade.

Adapun berbagai pihak yang dimaksud di antaranya seluruh jajaran petinggi sampai anggota dari IOC, NOC masing-masing negara, media, dan masih banyak lagi. Lain itu sebanyak kurang lebih 40 ribu ruangan terdiri dari kelas yang bervariasi mulai dari kamar setara hotel bintang dua hingga lima.

Kemudian, untuk penyelenggaraan Paralimpiade Tokyo 2020 yang jadwalnya akan digelar pada 24 Agustus–5 September 2021 mendatang, juga diperlukan sebanyak 7.295 ruangan kamar yang tentunya harus dilengkapi dengan kebutuhan khusus yang dimiliki oleh masing-masing atlet Paralimpiade, namun tetap dengan fasilitas atau kelas yang bervariasi untuk tiap pihak yang terlibat.

Di samping itu, masih ada sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi oleh tuan rumah Olimpiade terpilih dalam memenuhi persyaratan yang dimaksud.

Pertama, semua fasilitas dan lokasi dari penyelenggaraan Olimpiade harus memiliki aksesibilitas yang universal, dan yang paling utama ramah kepada penyandang disabilitas.

Kedua, dilarang menimbulkan hutang dan fasilitas yang terbengkalai usai gelaran Olimpiade selesai dilaksanakan. Hal ini nyatanya mendapat perhatian penting dari pihak IOC. Karena faktanya, pada gelaran Olimpiade Rio tahun 2016 lalu pemerintah setempat diketahui membangun fasilitas yang terdiri dari sebanyak 15 ribu kamar baru, namun saat ini sekitar 90 persen dari kamar tersebut diketahui dalam keadaan kosong.

IOC juga nyatanya menaruh perhatian dan tidak ingin terlalu memaksa negara berkembang untuk bisa menjadi tuan rumah Olimpiade, karena nyatanya diperlukan anggaran besar dalam pengadaan fasilitas yang dibutuhkan.

Melansir The Globe and Mail, Toronto diketahui batal mencalonkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2024 karena biaya yang perlu dikeluarkan ternyata cukup besar, akhirnya tuan rumah Olimpiade 2024 bakal diadakan di Paris.

Medali Pertama untuk Kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Dampak pandemi, Olimpiade Tokyo 2020 jadi yang termahal sepanjang sejarah

3 jenis medali Olimpiade Tokyo 2020
info gambar

Kita semua pasti tahu, bahwa sesuai namanya Olimpiade Tokyo 2020 memang sejatinya dijadwalkan berlangsung pada tahun 2020, sesuai dengan rentang waktu empat tahunan semenjak penyelenggaraan Olimpiade Rio 2016.

Namun apa daya, pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh negara nyatanya memaksa keberlangsungan ajang ini untuk mundur ke tahun 2021, setelah melalui berbagai penyesuaian dan protokol ketat yang telah ditetapkan.

Seperti yang diduga, Jepang sebagai tuan rumah pasalnya mengalami kerugian yang cukup besar akibat penundaan yang terjadi. Dewan Audit Nasional Jepang bahkan sempat melaporkan bahwa biaya akhir yang dikeluarkan untuk penyelenggaraan Olimpiade diprediksi akan melebihi 22 miliar dolar AS, atau setara Rp308 triliun (kurs Rp14.000).

Pernyataan tersebut nyatanya diperkuat oleh laporan dari Statista yang mengungkap bahwa Olimpiade Tokyo 2020 menjadi Olimpiade dengan biaya termahal yang ada sepanjang sejarah, tepatnya mencapai 28 miliar dolar AS atau setara Rp392 triliun. Angka ini satu peringkat lebih tinggi dari Olimpiade Musim Dingin di Sochi (Rusia) pada tahun 2014 yang memakan dana sebesar 21,9 miliar dolar AS.

Lebih jelas, berikut daftar 10 Olimpiade Musim Panas sekaligus Olimpiade Musim Dingin yang didapuk sebagai gelaran termahal--dalam satuan dolar AS--sepanjang penyelenggaraannya:

  1. Olimpiade Tokyo, Jepang (2020): 28 miliar,
  2. Olimpiade Sochi, Rusia (2014): 21,9 miliar,
  3. Olimpiade London, Inggris (2012): 15 miliar,
  4. Olimpiade Rio, Brazil (2016): 13,7 miliar,
  5. Olimpiade Pyeongchang, Korea Selatan (2018): 12,9 miliar,
  6. Olimpiade Barcelona, Spanyol (1992): 7,2 miliar,
  7. Olimpiade Beijing, China (2008): 6,8 miliar,
  8. Olimpiade Sydney, Australia (2000): 5 miliar,
  9. Olimpiade Turin, Italia (2006): 4,4 miliar, dan
  10. Olimpiade Atlanta, AS (1996): 4,2 miliar.
Manfaatkan Limbah Elektronik, Ini Detail Pembuatan Medali Olimpiade Tokyo 2020

Peluang Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade

Presiden Joko Widodo saat pelepasan Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020 © BPMI Setpres
info gambar

Masyarakat tanah air sebelumnya menaruh harapan untuk ikut berpartisipasi dalam gelaran Olimpiade melalui peluang menjadi tuan rumah untuk Olimpiade tahun 2032. Walau sudah mengajukan diri, nyatanya Indonesia belum memiliki kesempatan tersebut karena pilihan IOC pada akhirnya jatuh ke Australia, tepatnya di kota Brisbane.

Kepercayaan untuk mengajukan diri menjadi tuan rumah Olimpiade tentu bukan tanpa alasan, Indonesia sejatinya memiliki riwayat keberhasilan dalam pelaksanaan Asian Games tahun 2018 lalu.

Sebelumnya, pengajuan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo secara langsung kepada Presiden IOC, Thomas Bach, di Istana Kepresidenan Bogor pada tahun 2018, dan mendapatkan respons positif kala itu.

Namun, sejalan dengan misi dan rencana jangka panjang yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa IOC tidak ingin ada fasilitas yang terbengkalai atau hutang yang ditimbulkan karena pengadaan fasilitas yang ditetapkan oleh pihaknya, IOC mempertimbangkan untuk memilih negara yang memiliki kesiapan lebih maksimal.

"Kami mendorong proyek-proyek Olimpiade yang berkelanjutan dan bertanggung jawab secara ekonomi pada negara yang bersangkutan, memberikan pengalaman Olimpiade terbaik bagi para atlet dan penggemar, dan meninggalkan warisan yang kuat bagi komunitas lokal," jelas Thomas dalam rilis resmi pengumuman negara yang terpilih sebagai tuan rumah Olimpiade 2032.

Terlepas dari keputusan tersebut, bukan berarti Indonesia tidak memiliki kesempatan lainnya. Dilaporkan bahwa Indonesia akan terus membidik untuk menjadi tuan rumah Olimpiade di musim berikutnya, yaitu mulai dari tahun 2036.

Target tersebut tentunya bisa dijalankan bersamaan dengan persiapan yang dilakukan dari segi kematangan fasilitas dan infrastruktur, yang diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi pihak IOC di waktu yang akan datang.

Sepak Terjang Komite Olimpiade Nasional Antarkan Indonesia Jadi Bagian Olimpiade Dunia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini