Destinasi Wisata Konawe, Tempat Kelahiran Atlet Apriyani Rahayu

Destinasi Wisata Konawe, Tempat Kelahiran Atlet Apriyani Rahayu
info gambar utama

Apriyani Rahayu adalah salah satu kontingen Indonesia yang memenangkan medali emas di cabang olahraga bulu tangkis badminton Olimpiade Tokyo 2020. Ia merupakan atlet asal Kelurahan Lawulo, Kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Tempat kelahiran sang atlet yang telah mengharumkan nama bangsa ini ternyata menarik perhatian. Sebab, di Kabupaten Konawe sendiri memang memiliki beragam objek wisata alam yang memukau.

Mungkin nama Konawe belum sepopuler tempat wisata lain di Sulawesi, tetapi wajib menjadi salah satu destinasi liburan Anda berikutnya. Berikut rekomendasi pantai dan pulau indah yang ada di Konawe:

Taman Nasional Kerinci Seblat Dibuka untuk Kunjungan Wisata dengan Prokes Ketat

Pantai Toronipa

Salah satu pantai yang bisa dikunjungi di Konawe ialah Pantai Toronipa. Dengan garis pantai mencapai 4 kilometer, pantai ini merupakan destinasi favorit masyarakat sekitar. Kata toronipa berasal dari bahasa Bugis, artinya pohon nipa (sejenis palem) yang turun. Memang di sekitaran pantai masih bisa ditemukan beberapa pohon nipa menjulang.

Perpaduan pasir putih, deburan ombak, pemandangan Laut Banda yang membentang luas, ditambah deretan pohon kelapa membuat suasana di Pantai Toronipa sungguh asri dan sejuk. Pantainya pun cenderung landai, bila berjalan sejauh 1 km ke arah laut, kedalamannya masih sekitar satu meter.

Pantai ini juga menjadi spot untuk menyaksikan matahari terbit dan terbenam. Saat laut pasang, pengunjung bisa melihat warga setempat mengumpulkan hewan laut untuk disantap. Soal fasilitas, di sana cukup lengkap dari sisi akomodasi. Banyak pilihan pondok-pondok tepi pantai untuk bermalam, juga toko dan warung makan.

6 Destinasi Wisata yang Jadi Hadiah Menparekraf untuk Greysia Polii dan Apriyani Rahayu

Pulau Bokori

Bila mengunjungi Konawe, jangan lewatkan untuk mampir di Pulau Bokori. Di sana, pengunjung dapat memanjakan mata dengan pemandangan lautan yang biru, jernih, lengkap dengan pasir putih berkilauan, barisan pohon kelapa, serta perairan yang tenang.

Lokasi pulau ini ada di Tapulaga, Kecamatan Soropia dan menjadi wilayah perkampungan Suku Bajo yang dikenal sebagai pengembara laut ulung. Dalam bahasa Bajo, boko artinya penyu, sedangkan ri adalah tempat. Bokori diartikan sebagai tempat bertelur penyu, jauh sebelum dihuni manusia.

Keseluruhan pulau masih bersih dan asri, karena masyarakat setempat memang benar-benar menjaga lingkungannya dengan baik.

Di Pulau Bokori, ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan wisatawan. Di antaranya berenang, bersantai di tepi pantai sambil menikmati pemandangan, hunting foto, menyaksikan matahari terbenam, rebahan di atas hammock bertingkat, snorkeling untuk melihat ikan-ikan dan terumbu karang, atau bermain banana boat yang memacu adrenalin.

Mengintip Kehidupan Tradisional Masyarakat 4 Desa Adat di Pulau Lombok

Puncak Ahuwali

Puncak Ahuawali disebut-sebut sebagai “negeri di atas awan” versi Kabupaten Konawe. Lokasinya berada di Kecamatan Puriala, dengan ketinggian sekitar 750 meter di atas permukaan laut. Di sana, pengunjung dapat menikmati panorama pegunungan, ilalang, dengan deretan pepohonan hijau serta lukisan awan-awan yang tampak dekat dari pandangan.

Pengunjung juga akan dimanjakan dengan hamparan padang savana yang luas. Waktu paling pas mengunjungi Puncak Ahuawali adalah sore hari untuk mendapatkan momen senja hingga terbenamnya matahari yang membuat suasananya semakin syahdu. Bagi yang sedang ingin menikmati suasana alam yang tenang, berudara segar, dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, Puncak Ahuwali bisa jadi pilihan liburan Anda.

Puncak Ahuawali merupakan salah satu destinasi yang disukai para pendaki gunung. Pun, pendakiannya ramah bagi para pemula. Untuk sampai di sana, pengunjung bisa datang dari Kota Kendari melalui jalur Baruga menuju Motaha dengan jarak 86 km atau melalui jalur Pohara yang waktu tempuhnya 81,7 km. Sampai di Desa Ahuwali, bisa lanjut mendaki sekitar satu jam.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini