XL Axiata Akuisisi Induk Perusahaan First Media

XL Axiata Akuisisi Induk Perusahaan First Media
info gambar utama

Langkah bisnis besar dari industri di sektor komunikasi dan penyedia layanan Internet Service Provider (ISP) kembali terjadi di tanah air. Axiata Group Berhad melalui entitas anak perusahaannya di Indonesia yaitu XL Axiata akan menjadi pengendali baru dari LinkNet, atau yang selama ini lebih dikenal sebagai induk perusahaan dari layanan ISP First Media.

Akuisisi yang dilakukan oleh XL Axiata ini sejatinya bukanlah yang pertama, mengingat langkah serupa sebelumnya pernah dilakukan dengan merger sekaligus mengakuisisi salah satu layanan seluler lain yang ada di Indonesia, yaitu Axis pada tahun 2014 silam.

Kala itu, bergabungnya Axis dengan XL Axiata merupakan langkah bisnis pertama kali yang nyatanya belum pernah terjadi di industri operator telekomunikasi Indonesia, proses panjang penyatuan kedua layanan telekomunikasi tersebut diungkap dalam sebuah buku bertajuk “Sukses Merger XL-AXIS: 70% Merger & Akuisisi Gagal! Bagaimana XL-AXIS Bisa Berhasil?”.

Presiden Direktur XL, Dian Siswarini bahkan mengungkap kesulitan dan proses yang tidak mudah dalam penggabungan kala itu, karena banyak proses merger yang sebelumnya dilakukan namun berakhir gagal.

Karena itu, tidak heran jika proses merger XL-Axis yang diawali dengan konsolidasi antara dua perusahaan sejatinya dan sebenarnya sudah berjalan sejak tahun 2012, nyatanya baru berakhir di sekitar bulan April 2014.

Lantas, apakah ada kesulitan serupa dari langkah akuisisi yang dilakukan XL Axiata terhadap LinkNet kali ini?

2 Operator Lokal Kuasai Jaringan 5G di Indonesia

Detail akuisisi XL Axiata terhadap LinkNet

Ilustrasi First Media, anak usaha LinkNet
info gambar

Seiring dengan perkembangan regulasi yang semakin dipermudah, proses akuisisi yang kali ini dilakukan oleh pihak XL Axiata nyatanya tidak sesulit sebelumnya. Terlebih, yang diakuisisi saat ini bukan sesama penyedia layanan telekomunikasi berupa operator seluler, melainkan penyedia layanan ISP.

Karena baik dari pihak XL Axiata maupun LinkNet yang keduanya sama-sama sudah mencatatkan nama perusahaan sebagai emiten di BEI, informasi mengenai langkah akuisisi ini pun terpublikasi dengan cukup jelas.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dibagikan oleh BEI, pada tanggal 30 Juli 2021 LinkNet telah melaporkan bahwa pihak XL Axiata telah menandatangani term sheet mengenai rencana penjualan dan pengalihan sebanyak 1.816.735.484 lembar saham, yang mewakili sekitar 66,03 persen dari total kepemilikan saham LinkNet.

Secara lebih detail, persentase tersebut merupakan gabungan dari dua kepemilikan yang sebelumnya dipegang oleh CVC Capital Partners (Asia Link Dewa) yang memiliki sebesar 36,99 persen atau sebanyak 1.017.766.198 lembar kepemilikan saham, dan Lippo Group yang memiliki saham First Media sebesar 29,04 persen atau sebanyak 798.969.286 lembar kepemilikan saham.

Setelah langkah akuisisi rampung, total 66,03 persen saham tersebut akan berpindah tangan ke XL Axiata yang pada akhirnya menjadi pengendali baru sekaligus utama dari LinkNet termasuk anak usaha First Media.

Masih menurut sumber yang sama, saat ini proses negosiasi serta akuisisi masih berlangsung antara pihak XL Axiata, Asia Link Dewa, serta First Media, dan ditargetkan akan rampung pada akhir Agustus 2021 mendatang.

Ekspansi Berlanjut, Telkom akuisisi perusahaan Malaysia

Performa LinkNet dan tujuan akuisisi XL Axiata

Ilustrasi XL Axiata
info gambar

Keputusan XL Axiata dalam mengakuisisi LinkNet tentu diambil setelah melalui berbagai pertimbangan dan pengamatan pasar secara mendalam, salah satunya dari segi performa LinkNet sebagai salah satu layanan ISP lewat First Media yang cukup menggaet banyak pengguna di Indonesia sendiri.

Melansir Idxchannel, LinkNet nyatanya memang menunjukkan peningkatan pengguna yang terus berlangsung sejak tahun 2020. Dijelaskan bahwa pada tahun tersebut, LinkNet mengalami pertumbuhan pengguna sebesar 25 persen dibanding tahun 2019, dan mencatatkan total sebanyak 839 ribu pelanggan sampai dengan akhir tahun 2020.

Angka tersebut nyatanya terus meningkat di kuartal I 2021 dengan catatan penambahan sebanyak 20 ribu pelanggan baru, dan membuat LinkNet memiliki sebanyak kurang lebih 859 ribu pelanggan.

Di lain sisi, sayangnya sampai saat ini masih belum ada bocoran atau info lebih detail mengenai berapa besar dana yang harus digelontorkan pihak XL Axiata untuk mengakuisisi mayoritas saham LinkNet.

Namun, jika melihat performa saham LinkNet yang mencatatkan namanya di bursa dengan kode emitan ‘LINK’, induk perusahaan First Media ini memang tercatat memiliki portofolio hijau bahkan sejak satu tahun terakhir.

Jika menakar berdasarkan penutupan nilai saham dari LinkNet, yang per hari Senin, (2/8), mencapai harga Rp4.390 per lembar, jika dikalikan dengan banyaknya saham yang akan diakuisisi maka nilai transaksi divestasi yang terjadi diperkirakan akan mencapai sekitar Rp8 triliun.

Masih berdasarkan keterbukaan informasi yang dibagikan oleh pihak BEI, Ranty Astari Rachman selaku Corporate Secretary XL Axiata mengungkap tujuan dari langkah akuisisi yang dilakukan oleh pihaknya.

"Tujuan rencana pengambilalihan adalah untuk mengembangkan usaha dan memperluas jaringan usaha, serta memperkuat posisi bisnis XL dan Axiata di bidang penyediaan jasa telekomunikasi kepada para pelanggan," jelas Ranty.

Speedtest Global Index: Telkomsel jadi Provider Internet Tercepat di Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini