Mengenali Covid-19 Pada Hewan, dari Gejala, Tes PCR, hingga Vaksin

Mengenali Covid-19 Pada Hewan, dari Gejala, Tes PCR, hingga Vaksin
info gambar utama

Dua harimau Sumatra di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta, diketahui positif Covid-19 sejak 15 juli 2021. Harimau bernama Tino dan Hari tersebut telah menjalani isolasi mandiri. Setelah 10-12 hari perawatan, kondisi keduanya berangsur membaik dan dinyatakan pulih.

Kondisi yang dialami Hari dan Tino bukanlah yang pertama. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan bahwa saat ini terdapat 500 kasus Covid-19 dari 10 spesies hewan yang tersebar di 30 negara.

Sebelumnya, beberapa gorila di Taman Safari dan Kebun Binatang San Diego, California, Amerika Serikat, pun dinyatakan terinfeksi virus corona pada awal 2021.

Pada 26 Maret 2020, pihak Agriculture, Fisheries and Conservation Department (AFCD) Hong Kong pernah mengumumkan kasus anjing pomeranian positif Covid-19. Anjing tersebut merupakan peliharaan seorang wanita berusia 60 tahun yang sebelumnya pernah terjangkit virus yang sama.

Kemudian, pada April 2020, United States Department of Agriculture’s (USDA) melaporkan kasus harimau Malaya di Kebun Binatang Bronx di New York City positif Covid-19.

Hari Laut Sedunia, Ini Deretan Hewan Laut Unik yang Ada di Indonesia

Mengenali infeksi Covid-19 pada hewan

Menurut dr Muhamad Fajri Adda'i, pakar kesehatan yang juga dokter relawan covid-19, mengatakan bahwa hewan memang dapat terinfeksi virus corona.

"Jadi kalau ditanya kenapa hewan bisa kena, kemungkinan dia tertular dari manusia, itu keterangan yang ada di CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat). Jadi, memang bisa (terinfeksi) ketika hewan close contact atau kontak erat dengan manusia," jelasnya.

Tak hanya harimau, hewan lain seperti kucing dan anjing pun bisa terinfeksi. Pada hewan yang positif Covid-19, gejalanya serupa dengan manusia, termasuk demam, batuk, pilek, mual, muntah, lemas, menggigil, diare, kotoran berlebih pada mata, hingga sesak napas.

Babi Rusa, Hewan Endemik Sulawesi yang Kian Sulit Dijumpai

Tes Swab PCR pada hewan

Sama seperti manusia, pengujian Covid-19 dan pemeriksaan pada hewan pun dilakukan tes swab PCR. Menurut Ahmad Muchsin, dokter hewan TMR, teknik pengambilan sampel tes swab PCR pada harimau tidak dibius dan tes dilakukan dengan mencolok stik ke hidungnya saat harimau dalam keadaan sadar.

Saat proses pengambilan sampel, tenaga kesehatan ditemani penjaga yang sudah dekat dengan sang harimau. Pun, orang-orang yang asing bagi harimau dilarang mendekat. Sebelumnya, satwa dipancing dengan makanan kesukaannya.

Muchsin mengatakan bahwa seperti manusia, tes swab PCR pada harimau pun membuatnya tidak nyaman dan mereka mengaum berkali-kali. Usai tes, selanjutnya sampel akan diperiksa di di laboratorium milik Balai Besar Veteriner (Bvet) Subang, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian.

Tapir Asia, Hewan Pemalu Asal Sumatra yang Terancam Punah

Belum terbukti penularan hewan kepada manusia

Meski CDC melaporkan bahwa hewan bisa terinfeksi virus corona dari manusia, belum terbukti bila penularan berlaku sebaliknya. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan hewan, peliharaan atau liar, yang terinfeksi tidak akan menularkan kepada manusia yang berinteraksi dengan mereka.

"Penting diketahui bahwa sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa hewan yang terinfeksi covid-19 dapat menularkan virus ke manusia. Oleh karena itu, masyarakat pemilik hewan peliharaan diimbau tidak panik," kata Wiku, seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Wiku menyarankan agar masyarakat yang memiliki hewan peliharaan untuk menyuplai makanan sehat dan segera dibawa ke dokter bila menunjukkan gejala Covid-19.

Sedangkan jika sang pemilik hewan peliharaan yang terinfeksi, The American Veterinary Medical Association dan CDC menyarankan agar orang tersebut menjaga jarak dari hewan peliharaan dan hewan lain.

Diminati Banyak Orang, Sugar Glider jadi Tren Hewan Peliharaan

Pencegahan penularan Covid-19 pada hewan

Ir Wiratno MSc, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mengatakan bahwa tindakan pencegahan penularan penyakit terhadap hewan sangat penting dilakukan.

Tindakan pencegahan terutama dilakukan di fasilitas yang melakukan pengelolaan dan perawatan satwa, seperti Lembaga Konservasi Umum (Kebun Binatang, Taman Safari, Taman Satwa, Taman Satwa Khusus), Lembaga Konservasi Khusus (Pusat Penyelamaan Satwa, Pusat Penyelamatan Satwa, Pusat Rehabilitasi Satwa, Pusat Latihan Satwa Khusus, Pusat Konservasi Satwa), serta Penangkaran dan Tempat Transit Satwa.

Adapun hal-hal yang bisa dilakukan antara lain rutin disinfeksi, menyiapkan kandang isolasi bagi hewan yang terinfeksi virus atau penyakit lain, swab PCR terhadap petugas dan satwa yang masuk ke lingkungan konservasi dan saat akan dipindahkan.

Sebagai upaya pencegahan, satwa juga bisa melakukan vaksin. Pakar virologi dan molekuler biologi Universitas Udayana, Prof I Gusti Ngurah Mahardika, mengatakan, perlu adanya vaksin COVID-19 yang dikembangkan untuk hewan untuk antisipasi.

Menurutnya, saat ini sudah ada beberapa negara yang menyuntikkan vaksin Covid-19 pada hewan, yaitu Rusia dengan vaksin Carnivac-Cov dan Kebun Binatang Oakland di California, AS yang menggunakan vaksin buatan Zoetis.



Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini