Menilik Detail Chromebook Produksi Lokal, Hasil Kerja Sama Indonesia dengan Google

Menilik Detail Chromebook Produksi Lokal, Hasil Kerja Sama Indonesia dengan Google
info gambar utama

Bukan kali pertama terdengar, masih harus berlangsungnya sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tengah situasi yang terjadi saat ini, nyatanya terus mendorong pemerintah untuk berupaya menghadirkan fasilitas yang memadai demi lancarnya proses pembelajaran secara daring, terutama dari segi keberadaan teknologi atau dalam hal ini pengadaan perangkat elektronik serupa laptop dan sejenisnya.

Sebelumnya, ramai diberitakan mengenai salah satu program pemerintah melalui Kemendikbudristek yang sudah memasuki tahap awal dalam penggarapan laptop merah putih, dengan membentuk konsorsium yang terdiri dari jajaran perguruan tinggi berlatar belakang teknologi di Indonesia. Tim ini akan merancang perangkat yang akan digunakan untuk kebutuhan pengadaan TIK di tanah air.

Proyek tersebut juga sekaligus menggandeng 6 produsen perangkat laptop di tanah air, yaitu Advan, Axioo, Evercoss, SPC, TSMID, dan Zyrex. Produk yang dihasilkan nantinya akan digunakan untuk keperluan TIK di kalangan mahasiswa, administrasi sekolah, dan pemerintahan.

Di saat bersamaan, Kemendikbudristek bersama dengan 6 produsen perangkat laptop yang disebutkan sebelumnya juga menjalankan proyek lain, untuk menggarap perangkat yang secara spesifik ditujukan untuk kebutuhan pelajar di bangku sekolah dengan bekerja sama dengan Google, yaitu Chromebook.

Program Digitalisasi Sekolah, Pemerintah Libatkan 3 Universitas Garap Laptop Merah Putih

Pembuatan Chromebook libatkan ribuan tenaga SMK di Indonesia

Randy Jusuf, Managing Director Google Indonesia | Dok. Google Indonesia
info gambar

Dalam kesempatan “Google for Education and the 2021 launch of Chromebooks made in Indonesia” yang berlangsung secara virtual pada, Selasa (3/8/2021), Randy Jusuf selaku Managing Director Google Indonesia menyampaikan maksud keikutsertaan pihaknya dalam menggarap Chromebook yang produksinya akan dilakukan di Indonesia.

"Kami dengan bangga mengumumkan bahwa sejumlah jenis laptop yang menggunakan Chrome OS akan dibuat di Indonesia," tutur Randy.

Selain memiliki tujuan utama memajukan sistem pendidikan yang terdigitalisasi lewat kemajuan fasilitas dan teknologi yang ada, proyek yang terjalin antara Google dan Indonesia ini diharapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai salah satu produsen Chromebook untuk pasar ekspor, sekaligus dapat menyerap tenaga kerja yang berasal dari lulusan SMK dengan latar belakang terkait.

Hal tersebut diperkuat dengan penjelasan yang dijabarkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi dan Kemdikbudristek, Wikan Sakarnito. Dirinya mengatakan bahwa para siswa terlibat yang berasal dari SMK dapat mengasah kemampuan mereka dari segi industri manufaktur.

“Langkah ini merupakan salah satu bentuk konkret dari link and match antara pendidikan vokasi dengan industri dan dunia kerja, dengan keenam produsen dalam negeri yang akan membantu produksi ratusan ribu Chromebook hingga tahun 2022, tentunya kami harapkan dapat melibatkan ribuan anak muda Indonesia sebagai SDM dan tenaga kerja” terang Wikan.

Ternyata Sudah Ada Laptop Buatan Indonesia, Ini Mereknya

Detail tipe Chromebook yang disiapkan oleh masing-masing produsen

Produsen yang terlibat dalam pembuatan Chromebook lokal
info gambar

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa dalam proyek ini terlibat sebanyak 6 produsen lokal yang masing-masing akan menghadirkan tipe Chromebook andalan. Pada kesempatan yang sama, tiap produsen yang dimaksud menjelaskan ada berapa banyak dan apa saja tipe serta spesifikasi dari masing-masing Chromebook yang dihadirkan.

Timothy Siddik, selaku Presiden Director dari Zyrex yang ikut menjadi produsen Chromebook yang terlibat, mengungkap secara ringkas bahwa pihaknya akan menghadirkan sebanyak tiga tipe produk. Dua di antaranya yaitu Chromebook M432-1 yang memakai prosesor Intel N4020, kemudian Chromebook M432-2 dengan prosesor Intel N4500.

Selain Chromebook hasil produksi Zyrex, ada pula Chromebook yang dibuat oleh produsen lain yang jika diintip dari segi spesifikasi juga menggunakan prosesor yang sama yaitu Intel N4020. Jajaran Chromebook yang dimaksud yaitu Advan Chromebook 116, Axio Chromebook, Evercross CB1, dan SPC Chromebook X1 Mini.

Sementara jika melihat dari segi harga, jajaran Chromebook yang disebutkan di atas memiliki rentang kisaran harga sekitar Rp6-6,8 juta. Hal satu ini yang belakangan rupanya banyak mengundang reaksi dari publik, khususnya pengamat di industri teknologi.

Disebutkan sebelumnya bahwa anggaran yang dikeluarkan dalam pengadaan perangkat TIK membuat harga yang dibutuhkan untuk satu inti perangkat Chromebook ada di kisaran Rp10 juta. Padahal, harga pasarnya hanya berada di kisaran Rp6 juta.

Untuk menjawab pertanyaan yang belakangan beredar di kalangan masyarakat ini, Wikan nyatanya memberikan penjelasan lebih jauh. Menurut penuturannya, dalam pelaksanaan nanti skema harga akan mengacu pada eCatalog di sistem pengadaan barang dan jasa yang resmi oleh pemerintah.

"Jadi harganya sesuai eCatalog. Di situlah ada mekanisme kompetisi yang sehat. Jadi kami tidak mengatur harga, yang kami siapkan adalah anggaran," terang Wikan.

Dirinya juga menambahkan, bahwa dari anggaran yang telah ditetapkan nantinya tidak semata-mata untuk pengadaan Chromebook saja, melainkan juga kebutuhan perangkat pendukung lain seperti wireless router, proyektor serta layarnya, konektor, printer serta scanner.

Menilik Tantangan dan Masa Depan Pendidikan Berbasis Teknologi di Tanah Air

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini