Inisiatif Mulia Ronald Angga, Gratis Pinjamkan Tabung Oksigen Bagi yang Membutuhkan

Inisiatif Mulia Ronald Angga, Gratis Pinjamkan Tabung Oksigen Bagi yang Membutuhkan
info gambar utama

Beberapa waktu belakangan ini, lini masa media sosial dipenuhi dengan unggahan soal tabung oksigen. Dari yang mencari keberadaanya, mengeluhkan harganya yang semakin mahal, hingga mengumpat para penimbun tabung oksigen yang kini tengah dibutuhkan para pasien positif Covid-19.

Ya, tabung oksigen kini menjadi barang paling dicari-cari. Bahkan, sempat disebut-sebut langka. Padahal, benda tersebut dibutuhkan pasien Covid-19 untuk menjaga kadar saturasi oksigennya.

Fridy Juwono, Direktur Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin, mengakui bahwa memang terjadi kelangkaan tabung gas di beberapa pasar di wilayah Jakarta. Kelangkaan ini terjadi akibat permintaan tabung oksigen tinggi di masyarakat.

"Seperti di pasar Pramuka atau apotek, tabung gas oksigen itu habis. Tiba-tiba masyarakat banyak yang beli. Enggak tahu mereka tahu pakai atau tidak, pokoknya beli," ujar Fridy, seperti dilansir Kompas.com.

Perlu diketahui bahwa tabung oksigen berisi oksigen dengan kadar hingga 95 persen dan ini bisa membantu memaksimalkan kinerja paru-paru dalam menyuplai oksigen ke seluruh tubuh. Pada penggunaannya, oksigen akan dialirkan melalui selang ke saluran pernapasan pasien, bisa lewat mulut atau hidung.

Jika seseorang terdeteksi positif Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri (isoman), salah satu hal yang penting untuk dipantau adalah kadar saturasi oksigen. Pengecekannya pun dapat dilakukan secara mandiri dengan alat oksimeter. Saturasi oksigen merupakan sebuah parameter untuk menentukan diperlukan atau tidaknya suplementasi oksigen di samping munculnya gejala sesak napas.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FISR, FAPSR menjelaskan, suplementasi oksigen bisa diberikan jika saturasi oksigen kurang dari atau sama dengan 93 persen. Jika kurang dari 93 persen, pasien sebaiknya diberikan suplementasi oksigen, caranya bisa dengan tabung oksigen, masker, atau ventilator sesuai derajat kekurangan oksigennya.

Saturasi oksigen rendah terbilang berbahaya bagi pasien. Sebab, dapat memicu hipoksemia, kondisi di mana tubuh tidak dapat mengirim oksigen ke semua sel, jaringan, dan organ. Kemudian, dapat menimbulkan berbagai gejala seperti sesak napas, sakit kepala, nyeri dada, tekanan darah tinggi, gangguan penglihatan, detak jantung cepat, bahkan dapat menyebabkan strok, serangan jantung, hingga matinya sel serta jaringan pada tubuh.

Mengetahui pentingnya tabung oksigen ini membuat orang-orang mulai mencari-cari benda tersebut, baik untuk kondisi darurat hingga berjaga-jaga apabila dibutuhkan. Tak heran bila pada akhirnya tabung oksigen makin sulit dicari, harganya pun jadi tak masuk akal.

Upaya Amos Yeninar, Membina dan Menjamin Kesehatan Anak Jalanan Papua saat Pandemi
Tabung oksigen | Dokumentasi pribadi Ronald Angga Poernama
info gambar

Meminjamkan tabung oksigen secara cuma-cuma

Ronald Angga Poernama, pria berusia 34 tahun yang berdomisili di Citra Raya, Taman Puspa Cikupa, Tangerang, Banten, merasa miris ketika mendengar harga tabung oksigen naik drastis. Pada awal bulan Juli 2021, saat PPKM diberlakukan, ia membeli sebuah tabung oksigen untuk dipinjamkan ke tetangga dan saudara yang membutuhkan.

“Benar-benar nggak tega sih ngeliat berita banyak yang meninggal karena nggak dapat oksigen dan harga tabung mahal sekali. Jadi nggak mungkin terjangkau untuk sebagian besar orang. Yang meminjam pun ada beberapa orang berkecukupan, tapi mereka pun kesusahan membeli tabung yang saat itu langka.”

“Ada juga teman bertanya pada saya soal membeli tabung di mana karena harganya semakin mahal. Dari situ, saya berinisiatif untuk menambah tabung oksigen lagi agar bisa dipinjamkan ke lebih banyak orang.”

Seiring berjalannya waktu, pria dengan latar belakang magister teknik informatika ini menambah tabung oksigennya hingga lima, sepuluh, hingga kini totalnya mencapai 21 tabung berukuran enam meter kubik dan satu tabung kecil. Bahkan, dirinya mengaku mendapatkan donasi empat tabung dan satu regulator dari teman, baik yang ia kenal maupun tidak dikenal.

“Untuk ukuran enam meter kubik, harga di pasaran sudah jauh lebih mahal, malah ada yang sampai Rp14 juta,” kata pria yang memiliki usaha di bidang teknologi informatika, khususnya network infrastructure dan network security tersebut.

“Sedangkan harga pertama waktu saya beli itu Rp6,5 juta untuk ukuran enam meter kubik.”

Selain tabung oksigen, Ronald juga memiliki regulator yang bisa dipinjam. Saat ini, jumlahnya ada 7-8 unit.“Awal beli regulator di harga Rp700 ribu, sekarang ada yang menjual sampai harga Rp2 jutaan dan paling murah Rp1,5 juta.”

Abah Asep Nugraha, Penjaga Tradisi dan Daulat Pangan Kampung Adat di Tengah Pandemi
Tabung oksigen | Dokumentasi pribadi Ronald Angga Poernama
info gambar

Syarat peminjaman tabung oksigen

Awalnya, Ronald membagikan informasi soal peminjaman tabung oksigen ini di akun instagram pribadinya. “Lalu makin banyak yang me-repost sehingga banyak yang meminjam sampai ke luar Jakarta dan Tangerang, ada yang meminjam dari Depok dan Bekasi juga.”

Tak sulit meminjam tabung oksigen atau regulator dari Ronald. Semuanya gratis dan ia tak memungut biaya sepeser pun dari peminjam. Pun, ia tak meminta jaminan apa-apa.

Syarat yang ia tetapkan hanyalah foto KTP si peminjam dan foto KTP pasien yang membutuhkan. Namun, ia mensyaratkan tabung oksigen yang dipinjam memang untuk keadaan darurat saja dan harap dikembalikan setelah selesai dipakai.

Bahkan, ia meminjamkan tabung oksigen sudah dalam keadaan terisi. Diharapkan peminjam bisa mengembalikannya dalam posisi terisi juga. Namun, ketika ditanya apakah ada yang mengembalikan tabung dalam keadaan kosong, Ronald menjawab, “Sering sih terjadi. Cuma nggak apa-apa. Mereka juga kan kesulitan.”

Ronald sendiri memang tidak menerima jasa pengisian tabung oksigen. Peminjam bisa mencari sendiri tempat pengisian atau bisa ia arahkan ke tempat yang biasanya ia datangi untuk mengisi tabung oksigen. “Untuk pengisian, saya biasanya isi dengan biaya Rp80 ribu untuk tabung enam meter kubik.”

Untuk waktu peminjaman tabung oksigen, kata Ronald, rata-rata di atas satu minggu. “Ada pula yang dari awal Juli sampai sekarang masih belum dikembalikan (sekitar satu bulan) karena masih dipakai,” ujarnya.

Jika ada yang membutuhkan tabung oksigen, Ronald dengan senang hati meminjamkan. Peminjam bisa mengirim direct message di Instagram @ronald_ishd terlebih dahulu dan datang langsung ke kediamannya untuk mengambil langsung tabungnya dari sana.

Ia tidak menyarankan peminjam memesan kurir atau taksi online karena beralasan tidak kenal dengan peminjamnya. “Saya sarankan peminjam langsung datang sendiri agar tidak disalahgunakan,” katanya menutup pembicaraan.



Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini