Memulai Frugal Living, Gaya Hidup Hemat yang Cocok Bagi Mahasiswa

Memulai Frugal Living, Gaya Hidup Hemat yang Cocok Bagi Mahasiswa
info gambar utama

Sebagai generasi muda, khususnya mahasiswa, pasti Kawan ingin menjadi pribadi yang berwawasan secara finansial, serta mampu mengatur keuangan dengan sebaik dan sehemat mungkin. Namun, sering kali muncul pengeluaran tidak terduga yang menjadikan gaya hidup hemat menjadi semakin sulit diraih.

Salah satu cara untuk dapat menjalani hidup hemat ialah dengan mulai mengaplikasikan konsep frugal living. Gaya hidup ini memiliki filosofi yang sederhana serta mampu dilakukan oleh siapa saja, termasuk mahasiswa yang belum memiliki penghasilan aktif.

Pada intinya, frugal living memiliki arti gaya hidup yang hemat. Dilansir dari WealthSimple, frugal living dapat diartikan sebagai keadaan sadar (conscious) dalam setiap pengeluaran dengan menentukan prioritas tertentu secara finansial. Seseorang yang menjalani gaya hidup frugal, cenderung memikirkan tentang tujuan utama mereka, serta perubahan dalam bidang finansial dapat membantunya meraih tujuan tersebut.

Mengenal 3 Startup Peduli Lingkungan Buatan Mahasiswa Program Bangkit 2021

Misalnya, ketika Kawan ingin membeli laptop sebagai tujuan utama. Menerapkan gaya hidup frugal menjadikan Kawan untuk lebih hemat dengan menolak menghabiskan uang demi hal yang kurang penting. Dengan memahami hal tersebut, akhirnya Kawan memutuskan untuk memasak secara pribadi dan membeli baju thrift yang lebih murah.

Langkah kecil itu mengantarkan Kawan untuk dapat membeli laptop dengan lebih cepat dibandingkan bila tidak berhemat. Keputusan-keputusan sederhana ini dapat mendekatkan Kawan dengan tujuan utama yang telah ditentukan. Lalu, bagaimana cara memulai frugal living?

1. Track tiap pengeluaran dan lakukan evaluasi tiap bulan

Sharon McCutcheon | Foto: Unsplash
info gambar

Langkah paling sederhana ialah dengan mulai mencatat pemasukan serta pengeluaran. Salah satu media yang dapat memudahkan cara ini ialah dengan memanfaatkan tools, seperti microsoft excel, atau beberapa aplikasi smartphone seperti Money Manager dan Easy Budget.

Setelah satu bulan lakukan track pemasukan dan pengeluaran, langkah selanjutnya ialah evaluasi data yang telah direkam. Biasanya, dari sini Kawan akan memahami pengeluaran mana yang menghabiskan paling banyak biaya.

Dengan mengetahui bagaimana Kawan menghabiskan uang, Kawan dapat memutuskan perubahan apa yang dapat dilakukan untuk menjadi pribadi yang lebih hemat di bulan berikutnya. Misalnya, jika paling banyak uang dihabiskan pada biaya makan siang, maka Kawan dapat mempertimbangkan untuk mengambil keputusan berupa memasak sendiri sehingga mengurangi beban finansial.

Langkah ini berkaitan besar dengan kebiasaan, sehingga butuh waktu untuk dapat merubahnya. Sehingga, jika hasil tidak sesuai dengan yang Kawan inginkan, jangan menyerah, ya! Coba lagi di hari-hari berikutnya.

Deretan Kerja Paruh Waktu yang Bisa Dilakukan Oleh Mahasiswa

2. Menerapkan mindfulness dalam berbelanja

Apakah Kawan adalah seseorang yang mudah untuk check-out suatu barang ketika ada promo tertentu? Bahkan jika barang tersebut tidak terlalu penting. Jika iya, maka Kawan perlu untuk menerapkan mindfulness sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu.

Apa itu mindfulness dalam belanja? Mengapa begitu penting? Menurut Oxford Dictionary, mindfulness diartikan sebagai suatu kondisi mental di mana seseorang memiliki kesadaran penuh terhadap suatu hal, termasuk ketika belanja.

Ketika Kawan ingin membeli sesuatu, ada beberapa pertanyaan yang perlu ditanyakan pada diri sendiri, seperti apakah produk tersebut memang Kawan butuhkan dan bukan sekedar diinginkan? Apakah produk tersebut tahan lama? Apakah Kawan telah memilikinya sebelumnya?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut membantu menciptakan kondisi mental yang lebih jernih dan mampu mengambil keputusan dengan baik. Selain itu, menekankan kualitas di atas kuantitas juga merupakan salah satu prinsip frugal living.

Dengan menginvestasikan uang untuk membeli barang yang lebih awet, Kawan dapat mengurangi sampah akibat memiliki terlalu banyak benda. Barang yang lebih tahan lama juga mengurangi pengeluaran Kawan dalam jangka panjang.

Kisah Soeharto Temui Mahasiswa untuk Redam Peristiwa Malari

3. Tinjau kebiasaan makan dan lakukan meal planning

Meal Plan | Oriflame Sweden
info gambar

Seperti yang dibahas pada langkah pertama, kebiasaan makan sering kali menjadi bagian besar dalam pengeluaran finansial. Selain dengan mencatat setiap pengeluaran, cara alternatif untuk berhemat ialah dengan menyusun rencana makan atau meal planning.

Meal planning ini bukan hanya berguna untuk mengurangi stres ketika merasa bingung dengan menu makanan, tetapi juga menghemat pengeluaran dengan mengurangi makanan yang terbuang. Meal planning dapat dimulai dengan menuliskan bahan makanan apa saja yang Kawan punya, lalu merencanakan makanan apa saja yang dapat dibuat dengan bahan-bahan tersebut.

Cara sederhana ini juga membawa Kawan pada kebiasaan hidup sehat dengan tidak mengandalkan makanan cepat saji. Selain itu, belajar memasak adalah aktivitas seru yang tentunya dapat menjadi alternatif kegiatan saat Kawan merasa jenuh dengan pekerjaan maupun tugas kuliah.

Lima Negara yang Mengajarkan Bahasa Indonesia di Sekolah dan Perguruan Tinggi

4. Menabung dan investasi

Menabung merupakan bagian penting dari frugal living, begitu pula dengan investasi. Uang yang Kawan sisakan dari berhemat dapat menjadi tabungan bagi masa depan. Semakin cepat menabung dan berinvestasi, semakin baik, bukan?

Demikian pengertian dan tips untuk mengaplikasikan frugal living bagi mahasiswa. Mudah sekali, 'kan? Jangan lupa untuk mencoba melakukannya, ya. Jika Kawan ada ide lain, yuk, sampaikan di kolom komentar!* (COMM/NAK)

Referensi: Wealthsimple | Tirto

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini