Strategi Pengusaha Mempertahankan Bisnis di Masa Pandemi

Strategi Pengusaha Mempertahankan Bisnis di Masa Pandemi
info gambar utama

Situasi pandemi yang tak kunjung usai seperti saat ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pengusaha. Baik perusahaan besar, pengusaha kelas menengah, hingga usaha rumahan, pun turut merasakan dampaknya.

Tak mudah untuk bertahan di tengah kondisi yang sulit. Beberapa usaha harus gulung tikar, kemudian berdampak pula pada karyawan yang terpaksa harus dirumahkan. Namun, tentunya masih ada juga pelaku usaha yang masih sanggup bertahan.

Berikut beberapa kunci yang bisa diterapkan pada bisnis di masa pandemi ini:

Optimis

Karina Rosalin Kumarga, yang akrab disebut Ny. Swan, merupakan pendiri rumah makan Dapur Solo. Sejak tahun 1988, ia memulai bisnis makanan khas Solo hingga saat ini telah memiliki 42 restoran. Menurut Ny. Swan, seorang pengusaha harus selalu bersikap optimis dan penuh semangat.

Keberhasilan seorang pengusaha pun bergantung kepada keuletannya dalam memecahkan masalah dan menghadapi tantangan yang pasti akan datang ketika terjun ke dunia bisnis. Maka dari itu seorang pengusaha wajib optimis dan semangat tinggi dalam membangun bisnisnya agar menimbulkan rasa pantang menyerah yang sangat dibutuhkan dalam berbisnis

Tren Bisnis Online Jadi Metode Pertahanan Diri dari Dampak Ekonomi Pandemi Covid-19

Memanfaatkan platform digital

Selama pandemi, masyarakat diimbau untuk tetap di rumah dan sebisa mungkin tidak bepergian keluar rumah. Ditambah lagi, pemerintah pun menetapkan aturan pembatasan kegiatan masyarakat. Untuk menyiasati penjualan, pengusaha dapat memanfaatkan platform digital seperti media sosial, marketplace, dan situs e-dagang untuk memasarkan produk.

Bila ada bujet promosi, bisa juga memasang ikan di situs e-dagang atau media sosial agar produk yang dipasarkan bisa dilihat lebih banyak orang sesuai target. Alternatif lain adalah memanfaatkan jasa influencer untuk endorsement, sebagai upaya mengenalkan produk pada masyarakat.

Andanu Prasetyo, pendiri Kopi Tuku, menjelaskan bahwa ada banyak manfaat bagi pengusaha bila menggunakan platform digital, salah satunya memperluas jangkauan pasar hingga dapat meringankan modal usaha.

"Pembiayaan menjadi lebih hemat lantaran pelaku usaha tidak memerlukan dana untuk menyewa kios riil. Manfaat lain adalah mempermudah sistem dan pendataan," katanya, seperti dilansir Gatra.com.

Jika menggunakan layanan marketplace, pengusaha tak perlu mencatat daftar pemesanan dan mendapatkan data pelanggan yang sangat diperlukan saat melakukan inovasi produk atau layanan sesuai kebutuhan konsumen.

Menurut Andanu, agregasi, sinergi, kolaborasi, dan semangat gotong royong, menjadi unsur penting dalam membangun iklim usaha sehat bagi UMKM.

Inilah 3 Peluang Bisnis Energi Terbarukan yang Cocok untuk Anak Muda, Siap Mencoba?

Inovasi produk

Mau tak mau, masa pandemi ini mengubah banyak hal, termasuk kebutuhan masyarakat. Maka dari itu, pengusaha bisa memanfaatkan kebutuhan ini sebagai bagian dari inovasi produk. Kopi Tuku, misalnya, menjadi salah satu kedai kopi yang mengeluarkan kopi kemasan literan agar pelanggan bisa tetap menikmati minuman favoritnya tanpa harus keluar rumah.

Para pengusaha di bidang mode saat ini pun melakukan inovasi dengan memproduksi masker yang memang dibutuhkan masyarakat. Selain itu, pengusaha kuliner pun banyak yang mulai memasarkan makanan dalam versi beku atau frozen food yang lebih praktis.

Perusahaan besar seperti PT Unilever Indonesia Tbk terus melakukan inovasi berdasarkan perubahan perilaku konsumen di masa pandemi.

Menurut Ira Noviarti, Presiden Direktur Unilever, selama masa pandemi Unilever telah membuat 40 inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, terutama dalam produk kebersihan dan kesehatan. Selain itu, inovasi juga diimplementasikan dalam produk dengan kemasan dan harga yang lebih ekonomis untuk mengantisipasi lemahnya daya beli masyarakat.

Sementara itu di bidang kuliner, Jody Broto Suseno, selaku pemilik Waroeng Steak & Shake mengatakan bahwa omzet restorannya di masa pandemi, ditambah PPKM, turun hingga 70 persen. Namun, ia tak patah semangat. Jody berinovasi untuk mempertahankan penjualannya dengan cara menyediakan layanan dine in your car atau makan di mobil.

Pelanggan yang ingin makan di restorannya dapat tetap menikmati hidangan di dalam mobil pribadi. Nanti akan ada karyawan yang stand by di area parkir untuk memesan, bayar, dan makanan akan diantar ke setiap mobil. Tak hanya itu, Jody pun mengeluarkan beberapa menu baru yang lebih sehat untuk menyesuaikan dengan kondisi pandemi, di mana orang-orang lebih aware dengan kesehatan.

Punya Raksasa Bisnis, Ini Daftar Terbaru Orang Paling Tajir di Indonesia 2021

Promosi

Kata Ny. Swan, pengusaha yang pasti berhasil melewati naik-turunnya omzet ialah pandai mencari ide untuk berpromosi.

“Ketika omzet menurun, kita harus pandai berpromosi dan memanfaatkan banyaknya media sosial yang bisa digunakan. Di awal saya merintis bisnis, saya membuat brosur dan menyebarkannya sambil mengantarkan pesanan pelanggan dari rumah ke rumah menggunakan sepeda. Di zaman modern sekarang ini, kita harus kreatif dan memanfaatkan internet untuk mengembangkan bisnis kita,” lanjutnya.

Untuk melakukan promosi, tentunya dibutuhkan strategi penjualan yang kreatif agar lebih menarik. Promosi juga bisa dilakukan dengan memberi potongan harga, paket produk dengan harga lebih murah, dan mengikuti ajang promo pada tanggal-tanggal cantik, misalnya 8-8, 11-11, atau 12-12.




Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini