Mengenal Borneo Orangutan Rescue Alliance, Pusat Rehabilitasi Orang Utan Kalimantan

Mengenal Borneo Orangutan Rescue Alliance, Pusat Rehabilitasi Orang Utan Kalimantan
info gambar utama

Penulis: Nur Annisa Kusumawardani

Gabung Telegram Kawan GNFI untuk dapat informasi seputar program dan tulisan terbaru Good News From Indonesia.

Bersama dengan flora dan fauna yang beragam, Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kelestarian dari kekayaan alam tersebut. Terutama bagi yang terancam punah seperti orang utan. Usaha untuk terus menjaga anugerah tersebut dari ancaman kepunahan dilakukan baik oleh lembaga pemerintah, maupun lembaga masyarakat.

Salah satu lembaga yang menaungi penyelamatan orang utan, khususnya orang utan Kalimantan, ialah Borneo Orangutan Rescue Alliance (BORA). Tempat rehabilitasi orang utan yang berada di Berau, Kalimantan Timur ini memiliki kurikulum sekolah hutan yang unik.

Setiap orang utan dipantau perkembangannya dan diberi tantangan lebih jika berhasil melaluinya. Ketika gagal, orang utan akan tetap diberi kesempatan untuk mencoba lagi. Hal inilah yang menjadikannya disebut sebagai sekolah hutan, yaitu tempat orang utan belajar untuk dapat berthana hidup di hutan.

Patut Dilindungi! Mari Mengenal Tiga Spesies Orang Utan di Indonesia

Menjadi rumah bagi orang utan Kalimantan

BORA adalah sebutan dari pusat rehabilitasi orang utan yang berada di Kalimantan, Indonesia. Sempat memiliki nama Centre for Orangutan (COP) Borneo, BORA merupakan hasil kerja sama antara COP dan The Orangutan Project dengan misi untuk menyelamatkan dan merehabilitasi orang utan beserta habitatnya.

Demi kesejahteraan orang utan dan memastikan bahwa satwa ini dapat bertahan hidup di habitat pelepasliaran, BORA menyediakan tiga fasilitas utama.

1. Lokasi klinik dan karantina di Tanjung Redeb

Lokasi klinik dan karantina ialah rumah aman bagi orang utan setelah diselamatkan atau di-rescue dari tempat awalnya. Satwa ini biasa diselamatkan dari berbagai lokasi.

Misalnya, ketika ditemui dalam keadaan tersesat di perkebunan sawit, orang utan yang terluka akibat tembak, hingga satwa yang dipelihara secara ilegal oleh masyarakat setempat. Di sini, orang utan akan menjalani medical check up, rangkaian perawatan kesehatan, dan pemenuhan nutrisi agar menjadi sehat kembali.

2. Sekolah hutan di Hutan Penelitian Labanan

Sekolah Hutan untuk Orang Utan | orangutan.id
info gambar

Seperti namanya, sekolah hutan adalah program untuk para orang utan yang berada di pusat rehabilitasi orang utan BORA untuk melatih orang utan agar terbiasa dalam melakukan eksplorasi dan adaptasi di hutan. Sekolah hutan sangatlah penting bagi orang utan, khususnya dalam merespon banyaknya kasus orang utan yang hidup di luar habitatnya.

Misalnya, saat ini terdapat berbagai kasus kejahatan terhadap orang utan yang mengakibatkan satwa ini berakhir dalam kurungan atau kandang sebagai peliharaan. Hal ini tentunya mengakibatkan orang utan kehilangan insting dan perilaku alaminya.

Sekolah hutan dapat membantu orang utan untuk mendapatkan kemampuan dalam bertahan hidup. Di antaranya keahlian untuk memanjat pohon dan berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya, kemampuan memperoleh makanan di alam liar, hingga kemandirian dalam mempertahankan wilayah teritorialnya. Diharapkan, adanya sekolah hutan dapat menjadi bekal bagi orang utan ketika telah dilepasliarkan.

3. Pulau Orang Utan di Sungai Kelay

Pulau orang utan adalah lokasi penentuan sebelum orang utan dilepasliarkan. Di sini, orang utan tidak akan diberi makanan secara langsung seperti halnya di klinik, melainkan disebarkan di berbagai titik.

Di pulau ini, orang utan diharapkan dapat bertahan hidup sendiri seperti halnya di alam liar. Ketika orang utan telah memiliki insting dan perilaku liarnya, seperti mulai menyendiri dan mempertahankan teritorial, mampu membuat sarang tidur sendiri, dan berbagai sifat lainnya, orang utan dianggap telah siap untuk dilepasliarkan ke habitat asalnya.

Rawit Hiyung jadi Cabai Terpedas Asal Kalimantan Selatan

Sebagai kerja sama kolektif

Orang Utan Bernama Gisel | orangutan.id
info gambar

Dilansir dari orangutan.id, Manajer Pusat Rehabilitasi BORA, Widi Nursanti mengatakan bahwa BORA terwujud atas kemitraan multipihak BKSDA Kalimantan Timur dengan Centre for Orangutan Protection (COP) dan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa (B2P2EHD).

Saat ini, BORA merehabilitasi sekitar 24 individu orang utan dengan latar belakang berbeda-beda. Antara lain orang utan korban perdagangan satwa ilegal hingga kepemilikan ilegal.

Pulau Manibora dan Labuan Cermin Surga Tersembunyi di Kalimantan Timur

Widi Nursanti juga mengatakan bahwa rehabilitasi orang utan sampai pada tahap pelepasliaran merupakan kerja sama kolektif yang panjang, serta melalui proses yang kompleks. Namun, upaya yang panjang ini tetap harus dilakukan untuk memberikan kesempatan kedua yang lebih baik bagi orang utan.

BORA menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan orang utan dari kepunahan. Dengan begitu, generasi yang akan datang juga dapat menyaksikan satwa istimewa ini secara langsung.*

Referensi: BORA | Centre for Orangutan Protection

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini