Menjelajah Pulau Sombori di Sulawesi Tengah dengan Segala Keindahannya

Menjelajah Pulau Sombori di Sulawesi Tengah dengan Segala Keindahannya
info gambar utama

Wisata alam menjadi salah satu destinasi yang paling diminati di Indonesia. Tak mengherankan, sebab negara kita memang dikenal memiliki keindahan alam yang menakjubkan, dari mulai pantai, gunung, danau, bukit, hingga panorama bawah lautnya.

Tak akan bosan rasanya menjelajah satu pulau ke pulau lain untuk wisata alam. Sebab, setiap daerah biasanya punya keunikan masing-masing yang jarang ditemukan di tempat lainnya.

Jika sedang berkunjung ke Sulawesi Tengah, jangan lewatkan kesempatan mendapati Pulau Sombori di Desa Mbokita, Kecamatan Menui, Kepulauan Kabupaten Morowali. Pulau ini berada di perbatasan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.

Pulau Sombori dikenal memiliki pantai yang sangat jernih, memiliki air berwarna hijau kebiruan, ditambah dengan pemandangan gugusan pulau serta tebing karst yang eksotis.

Untuk mencapai pulau tersebut, Anda bisa memulai perjalanan dari kota asal ke Bandara Maleo, Morowali. Kemudian, lanjutkan jalur darat ke Bungku, ibu kota Morowali sekitar setengah jam. Lalu menumpang kapal cepat sekitar dua jam sampai ke pulau. Bisa juga memilih perjalanan dari Kendari ke Pelabuhan Molawe Konawe Utara.

Berikut beberapa objek wisata menarik yang wajib dieksplor selama liburan di Pulau Sombori:

Pulau Kayangan

Pulau Kayangan memiliki pantai sepanjang 20-50 meter dan berhias tebing-tebing batu menjulang tinggi. Perairannya terbilang dangkal, sehingga aman untuk berenang, bermain air, dan snorkeling bagi pemula.

Setelah puas bermain di pantai, pengunjung dapat mendaki ke puncak bukit yang ada di Pulau Kayangan. Jalurnya bebatuan dan agak licin, tetapi cukup ditempuh dalam waktu 10 menit saja. Dari atas puncak bukit, wisatawan bisa melihat pemandangan hamparan pantai, pulau, beserta luasnya lautan berwarna biru.

Mempelajari Kesederhaan di Desa Adat Kajang Ammatoa Bulukumba

Gua Berlian dan Gua Tengkorak

Selain kawasan pantai, jangan lupa menjelajah gua di Pulau Sombori. Salah satunya adalah Gua Berlian. Daya tariknya adalah gua tersebut memiliki stalaktit berkilau mirip berlian saat terkena cahaya matahari.

Namun, untuk masuk ke dalam gua, pengunjung harus naik ke tebing dengan kemiringan hingga 70 derajat terlebih dahulu. Jalurnya pun berupa bebatuan dan akar pohon sehingga harus ekstra hati-hati.

Jika datang pagi pagi atau siang hari, Anda dapat berkesempatan menikmati pemandangan cahaya matahari masuk ke celah-celah lubang yang biasa disebut ray of light.

Dari Gua Berlian, Anda bisa bertolak ke Gua Tengkorak yang letaknya berada di ketinggian 40 meter di atas permukaan laut. Seperti namanya, di dalam gua tersebut banyak sekali tengkorak, yang belum diketahui asal-usulnya.

Museum Kayu Tuah Himba, Alternatif Wisata Edukasi di Kutai Kartanegara

Rumah Nenek

Ada satu tempat yang terbilang unik di Pulau Sombori. Wisatawan menyebutnya dengan Rumah Nenek. Memang secara harfiah, rumah tersebut dihuni seorang nenek, yang biasa disapa Nenek Indong.

Rumahnya terbuat dari kayu dan berdiri kokoh di atas laut. Bila ingin mengunjungi rumah tersebut, wisatawan bisa menyeberangi papan sebagai jembatan. Pastinya, bisa berkesempatan untuk mengobrol dengan Nenek Indong, beliau senang menceritakan kehidupannya zaman dahulu, bahkan cerita soal masa penjajahan Jepang dan Belanda dulu. Rumah Nenek Indong sering dikunjungi wisawatan dan menjadi salah satu objek foto yang wajib didatangi.

Sayangnya, pada Januari 2020 lalu, Nenek Indong telah berpulang, tetapi rumahnya masih tetap ada dan jadi salah satu tempat yang sering dikunjungi wisawatan. Selain mengunjungi rumahnya, Anda pun bisa berkeliling sekitar dengan perahu.

Pulau Labengki, Miniatur Raja Ampat di Sulawesi Tenggara

Gua Allo

Ada gua menarik lain di Pulau Sombori yang wajib dikunjungi. Namanya Gua Allo, sejenis gua yang di dalamnya terdapat kolam renang air payau alami dengan ukuran diameter 30 meter.

Gua Allo termasuk kategori gua basah dan sesampainya di sana pengunjung bisa berenang sambil menikmati pemandangan tebing dengan stalaktit menyerupai kristal menggantung yang memesona. Jangan lupa membawa penerangan sendiri seperti headlamp karena keadaan gua cenderung gelap.

Uniknya, lokasi gua ini dikelilingi lautan sehingga air lautnya berseta ombaknya pun ikut masuk ke dalamnya. Bila menelusuri gua lebih jauh, baru Anda akan menemukan kolam air payau.

Di Gua Allo, pengunjung juga bisa melihat langsung biota laut yang ada di sana, salah satunya ialah teripang hitam.



Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini