Bantu Warga Isoman, Ghufron Lana Penjual Bubur di Bandung Bagikan Bubur Gratis

Bantu Warga Isoman, Ghufron Lana Penjual Bubur di Bandung Bagikan Bubur Gratis
info gambar utama

Isolasi mandiri alias isoman di rumah, merupakan langkah yang dapat ditempuh bila seseorang teridentifikasi positif Covid-19 melalui tes swab antigen atau PCR, tetapi memiliki gejala ringan. Selama isoman, pasien positif Covid-19 diimbau untuk istirahat selama 14 hari, mengonsumsi makanan bergizi tinggi, melakukan olahraga ringan, dan memantau kadar oksigen dalam darah.

Menjalani masa isoman tak mudah bagi semua orang. Sebab, ada juga orang-orang yang mengalami kesulitan, misalnya soal konsumsi makanan. Tak semua orang mendapat kemudahan untuk mendapatkan makanan selama isoman lantaran larangan keluar rumah. Ditambah lagi, jika tidak ada yang dapat membantu mereka memenuhi kebutuhan pokoknya sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, banyak masyarakat mulai tergerak untuk saling membantu warga yang sedang isoman agar tetap mendapatkan kebutuhannya selama tak bisa keluar rumah. Salah satunya adalah Ghufron Lana, seorang penjual bubur di Bandung yang membagi-bagikan makanan gratis untuk warga sekitar yang sedang menjalani isoman.

Inisiatif Mulia Ronald Angga, Gratis Pinjamkan Tabung Oksigen Bagi yang Membutuhkan

Bagi-bagi bubur gratis untuk warga terdampak Covid-19

Selalu banyak cara untuk menolong sesama, terutama di masa pandemi yang sulit ini. Warga Bandung, Ghurfron Lana, mulai melihat satu per satu tetangganya terkena Covid-19 dan mencetuskan ide untuk menyediakan bubur gratis untuk yang sedang isoman.

Sehari-hari, ia berjualan bubur ayam di Jalan Terusan Suryani, Babakan Ciparay. Pria berusia 35 tahun ini telah menggeluti usaha yang diberi nama Bubur Ayam Alan Jaya sejak tahun 2015. Harga seporsi bubur ayam buatannya dihargai mulai dari Rp10-20 ribuan.

Awalnya, ia hanya membagikan bubur kepada para tetangga yang tak jauh dari rumahnya di daerah Babakan Ciparay. Namun seiring berjalannya waktu, area kirimnya semakin meluas. Bahkan, sehari-hari ia dapat mengirim bubur sampai ke daerah Cilengkrang, Manglayang, Soreang, Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.

Ardi Novriansyah, Eks Sopir Taksi yang Jadi Relawan Pengantar Jenazah

Lebih dari 10 ribu porsi bubur telah dibagikan selama sebulan

Ghufron Lana | Dokumentasi pribadi
info gambar

Kegiatan tersebut dimulai sejak awal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Untuk warga yang sedang isoman, Ghufron mengirimkan sepaket bubur ayam dan diantar melalui ojek online.

Syarat mendapat bubur gratis dari Ghufron tak sulit. Orang yang membutuhkan tinggal mengirim nama, alamat, jumlah pasien isoman, dan foto hasil tes swab PCR atau antigen positif. Namun, saat ini ia mengaku tak hanya memberikan bubur pada yang sedang isoman saja, melainkan siapa saja yang terdampak pandemi.

Dalam sehari, rata-rata ia membagikan bubur ayam hingga 300 porsi. Telah berjalan kurang lebih satu bulan, sudah di atas 10 ribu porsi yang ia berikan secara cuma-cuma. Karena bertambahnya jumlah dan jangkauan kirim, ia pun dibantu oleh karang taruna untuk pendistribusian.

Carlos Ferrandiz, Penjamin Kehidupan Masyarakat Desa Hu’u di Pulau Sumbawa

Tetap membantu sesama di tengah kesulitan

Ghufron Lana | Dokumentasi pribadi
info gambar

“Awal mula saya melakukan kegiatan bubur gratis untuk isoman ke luar daerah waktu awal Juli. Dagangan begitu sepi karena efek PPKM. Karena sering ada sisa dan dibawa pulang lagi, akhirnya saya coba bikin pesan berantai lewat grup Whatsapp soal bubur gratis buat isoman dengan radius 2 km dari tempat saya,” ujar Ghufron saat dihubungi GNFI, Sabtu (14/8/2021).

“Lalu yang berkembang di lapangan ternyata broadcast saya berubah jadi radius 10 km dan pada tanggal 7 Juli, pesan masuk ke handphone saya ribuan. Saya kaget, bingung harus bagaimana karena keuangan saya tidak mungkin cukup,” lanjutnya.

“Nah, di situ Saya ngobrol sama istri untuk bongkar tabungan yang rencananya buat dp rumah. Alhamdulillah istri setuju. Dalam tiga hari, uang yang saya kumpulkan bertahun-tahun habis dan kemudian selanjutnya ada para dermawan yang membantu.”

Ghufron sendiri mengaku tak berjualan pada tiga minggu awal ia mulai membagi-bagikan bubur gratis. Setiap harinya, banyak pesan masuk untuk permintaan bubur ayamnya.

“Baru minggu sekarang saya mulai berjualan lagi, karena pesanan masuk lebih sedikit jadi bisa sambil berjualan.”

Ia pun memiliki niat untuk terus membagikan bubur pada yang membutuhkan selama pandemi masih ada. Meski ia pun tahu memiliki keterbatasan secara ekonomi.

“Saya sangat prihatin dengan keadaan sekarang ini, banyak yang kehilangan pekerjaan, mereka tidak bisa berjualan, terus sakit lagi. Orang tua saya sering bilang kalau dengan bersedekah bisa menolak bala dan rejeki nya bisa di mudahkan, saya yakin itu,” pungkas Ghufron.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini