Penggunaan Data Seluler di Indonesia Terus Meningkat di Tengah Pandemi

Penggunaan Data Seluler di Indonesia Terus Meningkat di Tengah Pandemi
info gambar utama

Penggunaan internet dalam menyokong kebijakan Work From Home (WFH) selama pandemi memainkan peran penting untuk sebagian besar sektor. Sistem kerja maupun belajar jarak jauh menjadikan akses internet sebagai media yang paling mungkin untuk digunakan dan diandalkan.

Perkembangan teknologi informasi yang kian masuk ke berbagai sektor kebutuhan masyarakat, alhasil membuat pengguna internet kian bertambah. Per Januari 2021, Data Reportal memaparkan jumlah pengguna internet di Indonesia ada sebanyak 202,6 juta yang mengakses internet dari berbagai perangkat.

Angka tersebut setara dengan 73,7 persen dari seluruh populasi penduduk Indonesia. YouTube, WhatsApp, Instagram, Facebook dan Twitter menjadi aplikasi sosial media yang paling banyak diakses oleh pengguna internet di Indonesia.

Kebutuhan akses internet tidak bisa lepas dari adanya penyedia layanan internet seperti operator seluler. Berbagai nama operator seluler yang ada di Indonesia menyediakan beragam penawaran paket data seluler sesuai dengan harga dan kebutuhan.

Nama-nama operator seluler dengan tingkat kecepatan internet tertinggi adalah Telkomsel, IM3 (Indosat), XL, 3 (Tri) dan Smartfren yang menyediakan paket data seluler harian, mingguan, bulanan baik dengan batasan data hingga pilihan penggunaan akses data seluler tak terbatas.

Mantap! Hampir Seluruh Netizen Indonesia Adalah Pengguna YouTube

Rata-rata penggunaan data seluler di Indonesia terus meningkat

Penggunaan internet selama pandemi telah dikaji oleh salah satu organisasi bernama Opensignal. Piblikasi Opensignal yang berjudul Quantifying The Impact of 5G and Covid-19 on Mobile Data Consumption mengukur konsumsi atau penggunaan data internet pada smartphone per kuarter pertama (Q1) 2021. Data dalam publikasi tersebut dikumpulkan dari 1 Januari hingga 31 Maret 2021.

Rata-rata penggunaan data seluler tiap negara | GoodStats
info gambar

Berdasarkan publikasi tersebut, pengguna internet pada smartphone di Indonesia menghabiskan data seluler sebanyak 14,4 Giga Byte (GB) dalam sebulan. Rata-rata penggunaan data seluler di Indonesia berada di posisi ke-11 dalam daftar negara dengan konsumsi data seluler terbanyak per Q1 2021.

Penggunaan data seluler Indonesia dilengkapi dengan kecepatan unduh (download) sebesar 21,04 Mega Byte Per Second (Mbps), kecepatan unggah (upload) sebesar 12,38 Mbps dan latensi atau lama waktu dalam mentransfer informasi sebesar 36 ms.

Penggunaan data seluler secara rata-rata perbulan Indonesia terus meningkat dari Q1 2019 (8,5 GB), Q1 2020 (11,8 GB) hingga Q1 2021 (14,4 GB). Hal tersebut seiring dengan munculnya teknologi 5G di beberapa daerah dengan dukungan perangkat seluler yang memfasilitasi akses 5G.

Jaringan internet 5G menyerap lebih banyak data seluler ketimbangan jaringan 4G dan 3G. Penggunaan jaringan 5G menyerap lebih banyak data seluler dikarenakan beberapa alasan yakni:

  1. Video streaming dengan jaringan 5G menyerap lebih banyak data ketimbang 4G. Meskipun video memiliki durasi yang sama, jaringan 5G akan otomatis meningkatkan kualitas video.
  2. Music streaming akan diputar dengan kualitas yang lebih tinggi. Teknologi musik pun mengalami pembaruan termasuk dengan format musik yang ditawarkan. Tahun 2021 semakin banyak penyedia musik seluler menawarkan audio lossless dan juga format suara surround seperti Dolby Atmos. Format ini membutuhkan lebih banyak data seluler pada koneksi 5G baik secara streaming maupun download offline.
  3. Pengguna 5G didominasi oleh kategori early adopter. Early adopter memiliki ciri khas aktif untuk memperbarui informasi dan segala sesuatu yang menjadi topik utama, lebih berpandangan terbuka dalam hal penggunaan teknologi informasi dan komunikasi serta cenderung menjadi konsultan perihal penggunaan akses digital di tengah lingkungannya.
  4. Jaringan 5G cocok untuk istilah ‘lebih cepat lebih baik’. Opensignal memaparkan bahwa bertambahnya penggunaan data seluler juga disebabkan preferensi para pengguna untuk mengakses internet melalui jaringan 5G yang memiliki kualitas akses internet yang lebih baik ketimbang jaringan nirkabel (wifi).
Speedtest Global Index: Telkomsel jadi Provider Internet Tercepat di Indonesia

Kesenjangan jumlah data seluler tetap terjadi meskipun adanya peningkatan rata-rata data seluler yang digunakan

Peningkatan penggunaan data seluler tiap negara | GoodStats
info gambar

Peningkatan penggunaan data seluler di Indonesia selama pandemi Covid-19 menjadi salah satu yang tertinggi. Secara global, Indonesia berada di posisi ke-8 sebagai negara dengan peningkatan penggunaan data seluler tertinggi yakni sebanyak +3,7 persen.

Hal tersebut setara dengan posisi ke-3 dalam lingkup Asia Tenggara di bawah Malaysia (+6,5 persen) dan Thailand (+3,8 persen).

Selama tiga tahun terakhir rata-rata penggunaan data seluler terus meningkat. Banyak negara yang mengalami peningkatan rata-rata penggunaan data seluler, seperti Australia, Jerman, Indonesia, Italia, Malaysia, Taiwan, Singapura, dan Korea Selatan.

Meskipun secara umum penggunaan data seluler mengalami peningkatan, adanya kesenjangan jumlah data seluler yang digunakan di beberapa negara tetap akan terlihat. Kesenjangan tersebut dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti:

  1. Tingkat adopsi jaringan 5G.
    Penggunaan dan tidak digunakannya jaringan 5G turut memengaruhi jumlah data seluler yang digunakan oleh para pengguna smartphone. Hal tersebut seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa jaringan 5G menyerap lebih banyak data seluler ketimbang jaringan 4G dan beberapa jaringan sebelumnya.
  2. Adanya jaringan nirkabel (wifi).
    Ketika smartphone terhubung ke wifi biasanya penggunaan data seluler akan berhenti dan beralih menggunakan jaringan wifi sehingga jumlah data seluler yang digunakan akan nampak sedikit.
  3. Inisiatif data seluler ‘sementara gratis’ atau ‘harga murah’.
    Sejak pandemi Covid-19, dunia sepakat untuk mengadopsi istilah ‘krisis’ yang membuat operator seluler menawarkan tarif data seluler dengan harga murah atau bahkan data gratis. Contohnya adalah operator seluler di Malaysia yang nenawarkan 1 GB data seluler per hari secara gratis selama krisis. Oleh sebab itu, Malaysia berada di urutan teratas sebagai negara dengan peningkatan rata-rata penggunaan data seluler tertinggi selama pandemi.

Publikasi mengenai rata-rata penggunaan data seluler pada smartphone dari berbagai negara dibuat oleh Opensignal yang merupakan standarisasi independen global untuk menganalisis ponsel dan pengalaman konsumen.

Tren Bisnis Online Jadi Metode Pertahanan Diri dari Dampak Ekonomi Pandemi Covid-19

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Widhi Luthfi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Widhi Luthfi.

WL
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini