Endrik Elang, Kurir yang Membuka Lapangan Pekerjaan saat Pandemi

Endrik Elang, Kurir yang Membuka Lapangan Pekerjaan saat Pandemi
info gambar utama

Pandemi Covid-19 memang tidak hanya mengakibatkan masalah kesehatan, tapi juga berdampak besar bagi ekonomi masyarakat. Banyak masyarakat yang akhirnya kehilangan pekerjaan ataupun usahanya harus gulung tikar.

Endrik Yahmawan, menjadi salah satu orang yang harus mengalami kepahitan saat datangnya pandemi. Ia harus kehilangan pendapatan akibat minimnya permintaan akan jasanya selama pandemi terjadi. Endrik sebelumnya merupakan pengampu laman blog otomotif Elangjalanan.net. Tak heran, jika ia dikenal oleh kalangan brand, blogger, dan komunitas motor, dengan panggilan Endrik Elang.

"Setelah ada pandemi semua kegiatan kosong, liputan kalau di bloger tidak ada, IT pelanggan mulai berkurang karena tidak perpanjang. Berdampak banget pemasukannya mulai kurang," terang Endrik saat dihubungi GNFI, Senin (16/8/2021).

Sutanandika, Inisiator Relawan yang Konsisten Lindungi Lingkungan Meski Pandemi

Endrik mengaku kebingungan untuk mencari pendapatan untuk dirinya dan keluarganya. Saat itu salah satu hal yang dirinya pikirkan hanya menjadi seorang kurir pengantar barang.

Pekerjaan sebagai kurir, bukanlah hal baru bagi Endrik. Pada 2011 lalu, dirinya pernah menjadikan kurir sebagai pekerjaan sampingan (sidejob) sepulang dari kantor yang berada di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

KurirExpress (dokumen pribadi)

Karena itulah dengan bekal motor Honda ADV 150 miliknya, kemudian ia merancang bagaimana membuat konsep jasa layanan kurir. Ia pun mencoba berbagai langkah promosi walau akhirnya tidak sesuai ekspektasi.

"Pertama kali promosi di kaskus. Ternyata zamannya udah beda, kaskus sudah banyak yang tidak lihat. Jadi tidak nampol promosinya," ceritanya.

Tidak patah arang, Endrik pun memulai mempromosikan jasa kurir yang ia bangun, yakni KurirExpress melalui media sosial. Ternyata hal inilah yang menjadi titik awal kebangkitan usahanya saat masa pandemi.

"Setelah dibuka ada yang Direct Massage (DM). Nanya 'ongkirnya ke sini berapa mas', nah itu udah seneng," katanya.

Saat mengambil barang, dirinya pun tidak menyangka harus mengantar produk makanan. Apalagi makanan tersebut berbentuk puding atau cake yang perlu kehati-hatian. Namun peluang ini ternyata bisa dirinya mamfaatkan sebagai target konsumen. Menurutnya tidak banyak kurir yang mampu mengantar makanan yang ringkih ini dengan prosedur baik.

"Awal-awal mereka bingung mau kirim. Kalau pake yang lain selain ongkirnya lumayan, ternyata ringkih. Enggak semua driver sama, ada yang hati-hati, ada yang ngasal (bawanya) padahal bawa makanan," terang Endrik.

Branding yang baik

KurirExpress (dokumen pribadi)

Endrik uyang bertempat tinggal di kawasan Cikeas, Cibubur, Jakarta Timur, diapit oleh banyak klaster perumahan elit, seperti Kota Wisata, Legenda Wisata, Citra Gran, dan Raffles Hills. Hal ini juga yang membuat usaha yang dirintisnya berjalan dengan baik.

Apalagi saat pandemi permintaan akan makanan sehat terus bertumbuh. Hal ini membuatnya bisa bertemu para konsumen yang memang sedang mencari kurir spesialis pengantar makanan.

"'Alhamdulillah, kondisi ini cocok banget dengan jasa kurir yang saya tawarkan. Tak butuh waktu lama sejak membuka jasa layanan, selang beberapa hari kemudian orderan pertama pun langsung masuk ke inboks akun instagram untuk pengiriman makanan. Sampai sekarang memang 95 persen pesanan yang masuk mayoritas pengiriman makanan,'' paparnya.

Menurut Endrik, banyak permintaan ini karena konsumen sudah percaya akan jasa KurirExpress. Apalagi membawa makanan yang ringkih, walau lokasinya jauh namun mampu membawanya dengan aman.

Luthfi Kurnia, Motor Relawan yang Sediakan Makanan untuk Nakes dan Warga

"Kalau KurirExpress ini dapat orderan puding enggak berani di atas 30. Dijaga 30 maksimal kalau jalannya halus. Kalau jalannya rusak 20-25 supaya menghadapi jalan yang jelek atau polisi tidur remnya dapet," ucap Endrik.

Selain menjamin keamanan makanan yang diantar, KurirExpress juga menawarkan tarif yang cukup kompetitif. Hal ini membuatnya bisa bersaing dengan jasa kurir lainnya yang telah muncul lebih awal.

''Kalau soal harga, di bawah 17 km pengiriman barang ongkosnya Rp2.000/km, tapi kalau di atas 17 km, ongkosnya Rp1.500/km. Saya juga menerapkan sistem paket untuk pengantaran pengiriman barang ke banyak alamat dari satu konsumen, tapi dengan catatan, pengirimannya tak bisa cepat sampai ke alamat tujuan,'' bebernya.

Memang, Endrik menggaungkan konsep pengiriman cepat sampai seperti namanya KurirEkspress, yakni barang bisa terkirim hanya 2-3 jam ke alamat tujuan, tapi itu hanya berlaku untuk satu pengiriman ke satu alamat saja.

Pada motornya itu, endrik juga memasang boks dengan kapasitas maksimal 20 kg, serta tas punggung daypack. Lain itu, ia juga menggunakan jaket super safety yang dilengkapi dengan fitur pelindung siku dan lutut, laiknya ketika pemotor akan menempuh perjalanan jauh.

Endrik memang selalu menggunakan pakaian yang rapi saat mengambil orderan makanan. Selain karena terbiasa saat touring, target konsumen ternyata membentuk karakter KurirExpress tersebut.

"Secara costumer membentuk kita. Disini kan menengah ke atas. Kitanya menyesuaikan. Padahal mereka kan enggak butuh itu. Maunya kan cuma paketnya aman sampai," paparnya.

Ternyata hal-hal inilah yang membuat jasa kurirnya kebanjiran order selama ini. Endrik mengaku bisa mendapatkan pendapatan yang tetap setelah membuka jasa antar makanan ini.

"setiap harinya, bisa mengantongi Rp200-250 ribu. Bila diakumulasikan dalam sebulan bisa mendapat sekitar 3 juta rupiah," kata Endrik.

Menjalin kemitraan

KurirExpress (dokumen pribadi)

Melihat orderan yang cukup banyak selama menjadi kurir makanan. Membuat Endrik berpikir untuk menjalin kemitraan agar membantunya mengantar orderan. Hal ini juga untuk membuat layanan KurirEkspress-nya lebih efektif, mengingat mulai banyaknya order yang masuk. Sementara Endrik sudah kepayahan untuk melayani seputaran wilayah Jakarta dan sekitarnya.

''Mitra pertama saya adalah Bro Yudi, instruktur di Rifat Drive Lab (RDL), yang sempat mendapatkan kesulitan pemasukan keuangan. Alhamdulillah semenjak bergabung, dia mulai menikmati pekerjaan ini dan memegang wilayah Bogor Kota,'' kenangnya.

Selain itu, Endrik juga memiliki pengalaman banyak orderan yang tidak bisa diambil saat libur Natal dan Tahun Baru tahun lalu. Padahal bila bisa diambil tentunya akan memberikan pemasukan yang tidak sedikit. Karena itulah, Endrik kemudian membuka lowongan pekerjaan pada bulan Maret 2021. Ternyata banyak yang merespon lowongan untuk menjadi mitra KurirExpress.

"Banyak yang daftar ada ratusan. Seleksi yang bener-benar April, lalu munculah 15 driver sama saya 16," terang Endrik.

Kasus Covid-19 di Kampung Adat Baduy Masih Nol, Apa Rahasianya?

Ternyata keputusan membuka lowongan yang bertepatan dengan bulan Ramadan memberikan keberkahan sendiri. Pasalnya pada momen Ramadan dan Hari Raya Lebaran, permintaan KurirExpress meningkat dua kali lipat.

"Kebantu banget. Akhirnya alhamdulilah selain pendapatan tetap bahkan ada lebihnya dikit. Saya bisa menduplikasi kepada teman-teman," bebernya.

Saat momen itu, Endrik juga mengambil posisi sebagai admin yang memantau pergerakan para mitra. Dirinya pun hanya meminta 20 persen dari pendapatan para mitra yang berhasil mengantar orderan.

"Sekarang dari penghasilan udah kebentuk. 4,5 juta setara dengan UMR. Jadi menopang untuk diri sendiri dan keluarga," ucapnya.

Tantangan saat pandemi

KurirExpress (dokumen pribadi)

Setelah momentum Ramadan dan Lebaran, permintaan KurirExpress memang kembali ke masa normal. Walau begitu, ia mengaku jasa kurirnya tidak pernah sepi permintaan order. Walau memang harus berbagi dengan kawan-kawan mitra lain. Endrik mengaku tetap bisa memberikan pekerjaan kepada para mitranya.

"Kalau kosong, driver libur sehari besok kerja lagi. Sifatnya kasih napas. Dunia kurir ini traffic nya rame dan jalan terus," paparnya.

Pada masa pandemi ini bagi Endrik untuk masalah ekonomi sudah cukup teratasi. Apalagi dirinya juga mampu memberikan peluang kerja bagi para mitranya. Namun hal yang menjadi kendala baginya adalah penyekatan selama masa PPKM. Beberapa kali kurirnya mengaku terkena pencegatan hingga harus mencari jalan alternatif.

"Kalau barang biasa bukan rentan lebih mudah. Tapi ini tantangan, kita pilih jalan protokol di blokir, jalan lain tidak kenal medan. Apalagi Kita bawa puding yang jalannya harus mulus," beber Endrik.

Kisah Gereja Katolik di Jakarta yang Berubah Menjadi Tempat Isoman Pasien Covid

"Driver agak capek pas awal-awal penyekatan. Hari ini kena penyekatan besoknya cari rute lain. Karena bener-bener capek. Kita cari jalan tikus dan gang yang tidak banyak polisi tidur," tambah Endrik.

Tantangan pandemi seperti sekarang memang membuatnya perlu berpikir keras untuk berinovasi. Dirinya pun berencana untuk memperkerjakan seorang admin untuk jasa KurirExpress.

Hal ini baginya bisa menjadi langkah efektif melihat banyaknya permintaan. Selain itu, bisa juga membuatnya tetap menyalurkan hobi mengantar paket sekaligus menikmati perjalanan layaknya riding.

"Basicnya suka jalan ya dijalanin ya disukai. Kalau ada panas atau hujan enggak ada cerita itu neduh jalan ya jalan aja," pungkasnya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini