Kerupuk Uyel, Ikon Lomba 17 Agustus-an yang Rambah Pasar Ekspor

Kerupuk Uyel, Ikon Lomba 17 Agustus-an yang Rambah Pasar Ekspor
info gambar utama

Merayakan hari kemerdekaan Indonesia selalu memberikan kemeriahan tersendiri meskipun diisi dengan acara yang relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Lomba Agustusan, istilah untuk mengumpulkan sederet kegiatan perlombaan yang diadakan guna memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia. Salah satu lomba yang selalu hadir di berbagai daerah adalah lomba makan kerupuk.

Lomba makan kerupuk pada dasarnya sama dengan perlombaan yang lain, yakni menggunakan kecepatan dan ketangkasan sebagai tolok ukur kemenangan. Menghabiskan sepotong kerupuk yang digantung dengan tangan terikat tentunya membutuhkan kelincahan dalam bergerak menangkap dan memakan setiap potongan kerupuk.

Kerupuk yang digunakan adalah kerupuk berwarna putih (namun juga dapat ditemui dengan warna lain), yang memiliki bentuk berlubang. Kerupuk ini memiliki banyak nama yang tentunya nama tersebut muncul dari berbagai macam daerah.

Nama lain kerupuk ini adalah kerupuk mawar putih, dikarenakan pada awal pembuatannya kerupuk ini berbentuk melingkar dengan permukaan bergelombang menyerupai kelopak mawar dengan warna dasar putih. Selain itu, kerupuk ini juga disebut dengan nama kerupuk kampung, kerupuk blik, kerupuk uyel, kerupuk rum dan berbagai nama lainnya.

Apapun nama dan panggilan untuk kerupuk putih dan berlubang ini, sebagai kesepakatan maka nama “kerupuk uyel” akan digunakan untuk menyebut kerupuk berwarna putih yang hampir selalu menghiasi dan memeriahkan acara peringatan HUT RI di berbagai daerah Indonesia dan diaspora Indonesia di luar negeri.

Makna Sejarah yang Tersirat dalam Lomba-Lomba Tradisional saat Perayaan 17 Agustus

Kinerja ekspor kerupuk Indonesia beberapa tahun yang lalu

Kinerja ekspor kerupuk | Infografis : GoodStats
info gambar

Kerupuk menjadi salah satu kudapan pelengkap makanan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, hadirnya kerupuk di tengah-tengah masyarakat Indonesia menjadi salah satu hal yang dapat dikatakan sebagai bentuk kebiasaan.

Didukung dengan produsen kerupuk yang berskaka home industry hingga bersifat perseroan, kerupuk produksi Indonesia dapat tersebar luas ke berbagai wilayah di dalam dan luar negeri.

Berdasarkan Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Indonesia, kinerja ekspor kerupuk Indonesia sejak tahun 2010 hingga tahun 2015 selalu mengalami kenaikan. Jenis kerupuk yang menonjol adalah kerupuk udang dan kerupuk selain udang, salah satunya adalah kerupuk uyel ikon Lomba Agustusan.

Tren peningkatan ekspor kerupuk adalah 6,90 persen untuk kerupuk udang dan 16,22 persen untuk kerupuk selain udang (kerupuk rambak, kerupuk uyel, kerupuk ikan tengiri, kerupuk palembang dan sebagainya). Beberapa pasar ekspor kerupuk produksi Indonesia adalah Malaysia, Belanda, Inggris, Australia, Irlandia, Korea Selatan, China dan Jerman.

Rekomendasi Film Perjuangan untuk Merayakan 76 Tahun Kemerdekaan Indonesia

Kerupuk uyel dan perannya di tengah-tengah kemeriahan Hari Kemerdekaan Indonesia

Lomba makan kerupuk. | Foto :KaryaKepri.com
info gambar

Pada umumnya, produksi kerupuk di Indonesia adalah inudstri padat karya yang artinya menyerap banyak tenaga kerja, berbentuk UMKM dan fokus pada sektor produksi. Masih berdasarkan pada sumber yang sama, merek Finna yang dinaungi oleh perusahaan PT Sekar Laut, Tbk. menempati posisi pertama dalam daftar BrandAwareness Kerupuk Mentah di Indonesia tahun 2014 hingga 2016.

PT Sekar Laut, Tbk. merupakan salah satu produsen kerupuk dengan bahan dasar udang yang berpusat di Kabupaten Sidoarjo, tepatnya di Jl. Jenggolo II/17 Sidoarjo, Jawa timur. Sementara itu, ikon Lomba Agustusan yakni kerupuk uyel putih diproduksi oleh banyak Usaha Dagang (UD) maupun home industry yang berbasis UMKM.

Berdasarkan data yang terdaftar di halaman resmi Kementerian Perindustrian dengan kata kunci “kerupuk” tercatat ada 400 produsen kerupuk yang terdaftar di Kementerian Perindustrian. Dari 400 produsen kerupuk tersebut, 16 di antaranya adalah produsen kerupuk uyel. Produsen kerupuk uyel berada di provinsi Jawa Timur yang tersebar di beberapa kabupaten/kota seperti Surabaya, Sidoarjo, Jombang hingga Mojokerto.

Meskipun demikian, hal tersebut tidak menutup kemungkinan adanya banyak pelaku usaha atau produsen kerupuk uyel yang tersebar di berbagai wilayah lain namun belum terdaftar di halaman resmi Kementerian Perindustrian.

Adanya produsen kerupuk dalam negeri tentunya berdampak baik untuk keadaan lapangan pekerjaan di Indonesia. Hal tersebut mengingat produksi kerupuk dapat menyerap banyak tenaga kerja. Per tahun 2010, ada 33.133 tenaga kerja yang terserap dalam produksi kerupuk dan sejenisnya.

Angka tersebut tentunya sudah jauh berubah mengingat dalam rentang waktu 11 tahun telah terjadi banyak perubahan ekosistem industri beserta kebijakannya. Produksi kerupuk dalam negeri juga menjadi wadah pelestari kebiasaan lomba makan kerupuk sebagai bentuk kemeriahan HUT Republik Indonesia.

Kerupuk uyel dapat dan selalu hadir di setiap kemeriahan HUT Republik Indonesia di berbagai daerah. Diaspora Indonesia di belahan negara lain turut membantu ketenaran kudapan renyah ini hingga akhirnya dapat menjajal pasar ekspor di berbagai negara.

Sambut HUT ke-76 Kemerdekaan RI, Astra Hadirkan Gerakan Semangat Saling Bantu

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Widhi Luthfi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Widhi Luthfi.

WL
IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini