Keunggulan Aspal Terbaik yang Digunakan Pada Lintasan Sirkuit Internasional Mandalika

Keunggulan Aspal Terbaik yang Digunakan Pada Lintasan Sirkuit Internasional Mandalika
info gambar utama

Saat ini, di kawasan Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, tengah dibangun Sirkuit Internasional Mandalika yang akan digunakan untuk perlombaan Superbike World Championship (WSBK) pada November 2021 dan MotoGP pada Maret 2022.

Sirkuit Internasional Mandalika nantinya akan bisa menampung banyak penonton. Kapasitasnya mencapai 195 ribu orang. Sirkuit tersebut memiliki panjang lintasan sejauh 4,31 km dengan total 17 tikungan. Pada area garasi atau paddock untuk tim pembalap terdapat 40 garasi yang didirikan secara permanen.

Untuk alokasi pembangunan sirkuit sendiri membutuhkan biaya Rp1,7 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur sumber daya air (SDA) sebesar Rp154 miliar, jalan dan jembatan sebesar Rp1,45 triliun, pemukiman Rp223 miliar, dan perumahan Rp132 miliar.

Kabar terbarunya, pembangunan sirkuit hampir rampung dan sudah teraspal 100 persen. Direktur Utama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC, Abdulbar M Mansoer menyampaikan hal tersebut dalam acara seremonial penyelesaian pekerjaan pengaspalan dan serah terima.

Valentino Rossi Tak Sabar Ingin Jajal Sirkuit Mandalika

Penggunaan aspal terbaik

Pembangunan lintasan Sirkuit Internasional Mandalika memang tak main-main. Bahkan, dari aspalnya saja menggunakan jenis terbaik.

Dwianto Eko Winaryo, Direktur Konstruksi dan Pengembangan MGPA, mengungkapkan bahwa lintasan Sirkuit Internasional Mandalika menggunakan aspal terbaru Stone Mastic Asphalt (SMA) dan disebut merupakan yang terbaik di dunia, bahkan mengalahkan sirkuit Sepang, Malaysia.

Menurut keterangan Dwianto, tak semua sirkuit di dunia menggunakan aspal jenis ini karena memang produknya sendiri baru keluar tahun 2015.

SMA merupakan bahan campuran aspal dan digunakan untuk melapisi permukaan atas aspal. Lapisan tersebut digunakan untuk memperkuat struktur lapisan permukaan lintasan agar tetap kuat dengan prinsip kontak stone by stone. Dwianto menjelaskan bahwa karena stone by stone, volume aspalnya sedikit. Untuk tipe aspalnya sendiri memiliki daya penetrasi tinggi, yaitu Penetration Grade (PG) 82.

Ada beberapa keunggulan dari penggunaan SMA, yaitu pembalap tak mudah tergelincir jika kondisi hujan dan ini akan mengurangi risiko pembalap terjatuh saat melintasi trek basah.

"Keunggulan Stone Mastic Asphalt adalah memiliki tahan gelincir (skid resistant) yang cukup tinggi dan tahan terhadap temperatur tinggi serta beban berat kendaraan, sehingga cocok digunakan pada race track di daerah beriklim tropis," ujar Chief Strategic and Communication Officer Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Happy Harinto.

Happy menjelaskan bahwa bahan pembentuk lapisan SMA diambil dari beberapa daerah di Indonesia. Seperti agregat kasar dari Palu, Sulawesi Tengah, agregat halus dari Lombok Timur dan Limestone filler dari Jawa Timur.

Ada juga tambahan dua bahan pembentuk lapisan SMA lain, yaitu Additives Cellulose Fiber dan Asphalt Shell PG 82 Cariphalte Racetrack. Semua bahan akan dicampur dan komposisi desain yang direncanakan kemudian dibentuk samplel briket.

Pemilihan semua material tersebut sudah dipertimbangkan sesuai standar yang ditentukan untuk pembangunan sirkuit berstandar internasional. Selain aspal, pihak ITDC juga mendatangkan airfence dari Jerman, sejenis pagar pembatas berisi angin seperti balon udara yang akan ditempatkan di pinggiran sirkuit.

Digitalisasi UMKM Melalui Event MotoGP Mandalika 2021

Proses perampungan sirkuit

Setelah pengaspalan lintasan utama, selanjutnya adalah merampungkan service road, run off, pemasangan concrete barrier, tribun penonton, race control, area paddock, fasilitas hotel, medical center, dan jalanan penghubung yang akan dikebut untuk selesai sebelum November 2021.

Selain itu, pekerjaan bangunan infrastruktur di dalam sirkuit sudah mencapai 83,75 persen dan fondasi pit building mencapai 85,9 persen. Jika semua berjalan sesuai rencana dan lolos homologasi, maka Indonesia dipastikan dapat menggelar FIM Superbike World Championship (WSBK) pada tanggal 12-14 November 2021.




Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini