Menelusuri Hutan Gambut dan Danau Eksotis di Taman Nasional Zamrud

Menelusuri Hutan Gambut dan Danau Eksotis di Taman Nasional Zamrud
info gambar utama

Indonesia memiliki banyak taman nasional sebagai kawasan pelestarian alam dengan ekosistem asli. Semua punya tujuan yang sama, yaitu dimanfaatkan sebagai tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Taman nasional juga merupakan kawasan konservasi dan dilindungi dari perkembangan manusia serta polusi.

Setiap taman nasional biasanya memiliki perbedaan ekosistem, flora dan fauna yang hidup serta dilindungi di dalamnya, serta kondisi alam yang bervariasi sehingga menarik untuk dikunjungi satu per satu.

Selain taman nasional yang sudah ada sejak puluhan tahun silam, ada juga taman nasional yang terbilang masih baru, yaitu Taman Nasional (TN) Zamrud di Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Sebelum jadi taman nasional, kawasan tersebut lebih dikenal dengan nama Suaka Margasatwa Danau Pulau Besar Danau Bawah. Baru pada tahun 2005 Pemerintah Daerah Siak mengusulkan perubahan fungsi dan perluasan dari suaka margasatwa menjadi taman nasional.

TN Zamrud menempati lahan seluas 31.480 hektare. Di sana juga terdapat dua danau, yaitu Danau Pulau Besar (2.416 hektare) dan Danau Bawah yang luasnya 360 hektare.

Baru pada 4 Mei 2016, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia menetapkan perubahan fungsi suaka margasatwa tersebut menjadi kawasan taman nasional.

Dua Anak Badak Jawa Lahir di Taman Nasional Ujung Kulon

Lahan gambut

Prof. Tukirin Partomiharjo, peneliti senior bidang Botani dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, mengatakan bahwa konsep taman nasional cukup fleksibel. Pengelolaannya dibagi dalam beberapa zona, seperti zona inti, zona pemanfaatan, zona rimba, dan zona lainnya sesuai peruntukan.

Berada di lahan gambut, ekosistem TN Zamrud memang sangat khas. Pembentukannya butuh waktu panjang bahkan hingga ribuan tahun dan hanya jenis tumbuhan tertentu yang bisa hidup di lahan tersebut. Gambut merupakan tanah hasil pembusukan yang kurang sempurna di kawasan yang selalu tergenang air, misalnya rawa. Tanah ini bisa dibilang kurang baik untuk pertanian karena kurang subur dan selalu basah.

Kementerian Pertanian mendefinisikan gambut sebagai tanah hasil akumulasi timbunan bahan organik dengan komposisi lebih besar dari 65 persen. Gambut terbentuk secara alami dalam jangka waktu ratusan tahun dari lapukan vegetasi yang tumbuh di atasnya yang proses dekomposisinya terhambat suasana anaerob dan basah.

Sifat gambut cenderung rentan. Jika rusak, akan sulit dipulihkan seperti semula, apalagi jika terbakar. Maka, kata Tukirin, kawasan gambut yang masih bagus di TN Zamrud harus dipertahankan jangan sampai rusak.

Pada dasarnya, gambut alami tak bisa terbakar karena proses terbentuknya sendiri haruslah terendam. Kenapa banyak gambut terbakar karena ulah manusia yang mengeringkannya. Jika gambut kering, memang potensial untuk jadi sumber bahan bakar.

Jika gambut masih dalam kondisi baik, bisa dimanfaatkan untuk penelitian, pendidikan, serta pemanfaatan jenis-jenis keragaman hayati yang tidak mengancam kepunahan.

Danau Zamrud © Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau Commons.wikimedia.org
info gambar
Menjelajah Taman Nasional Aketajawe Lolobata di Halmahera

Flora dan fauna di TN Zamrud

Ada banyak tumbuhan dan satwa yang hidup di TN Zamrud, berikut daftarnya:

Flora

Jenis-jenis flora yang bisa ditemukan di TN Zamrud antara lain pohon ramin, jangkang, durian burung, kolakok, bengku, berbagai jenis pisang, dan meranti. Di sekitar danau, tumbuh flora spesies langka yaitu pinang merah yang diketahui sulit tumbuh di daerah lain.

Flora lain yang hidup di kawasan ini yaitu bitangur, punak, nipah, perupuk, balam, rengas, sagu hutan, kempas, dan pandan.

Fauna

Ada banyak jenis jewan liar hingga endemik dilindungi di TN Zamrud, antara lain harimau Sumatra, harimau dahan, beruang madu, dan napu. Untuk jenis primata dilindungi ada monyet ekor panjang, beruk, dan kokah.

Spesies lain yang bisa ditemukan di taman nasional tersebut adalah kancil, tapir, kijang, kucing hutan, siamang, ungko, simpai, trenggiling, babi, kera ekor panjang, biawak, rusa, tapir, dan tupai. Adapun beberapa jenis ikan seperti belida, lele, arwana, gabus, dan patin.

Tak lupa ada kelompok aves atau burung dengan 38 jenis dan 12 spesies di antaranya dilindungi, seperti bangau putih, enggang dua warna, enggang palung, enggang benguk, dan enggang ekor hitam. Kemudian, ada kutilang, celepuk, bubut, murai batu, layang-layang, rangkong gading, rangkong papan, punai, srigunting, serindit, dan tekukur.

Mengenal Kembali Taman Nasional Ujung Kulon yang Resmi Dibuka untuk Wisata

Menjelajahi TN Zamrud

Bila berkunjung ke TN Zamrud, jangan lewatkan kesempatan melihat Danau Zamrud dengan panorama yang memesona dan berada di sepanjang hamparan ladang minyak bumi. Danau Zamrud merupakan sebutan bagi dua danau yang ada di kawasan taman nasional, dan terdiri dari Danau Pulau Besar dan Danau Bawah.

Danau Pulau Besar merupakan gabungan dari empat pulau, yaitu Pulau Besar, Pulau Tengah, Pulau Bungsu, serta Pulau Beruk.

Pengunjung pun dapat menyusuri kawasan rawa hutan gambut sambil melihat-lihat keanekaragaman tumbuhan dan aneka satwa taman nasional.

Untuk menuju kawasan ini, pengunjung dapat menggunakan akses darat dari Bandara Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru ke Desa Dayun. Kemudian, lanjut masuk ke Fate Camp Zamrud di Dayun melalui jalan konsesis BOB menuju TN Zamrud berjarak 120 km.


Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini