Tol Pertama di Kalimantan Diresmikan Secara Penuh, Jadi Harapan Baru Gerak Perekonomian

Tol Pertama di Kalimantan Diresmikan Secara Penuh, Jadi Harapan Baru Gerak Perekonomian
info gambar utama

Infrastruktur menjadi hal penting yang sejatinya memberikan pengaruh besar dan berkelanjutan bagi berbagai sektor lainnya di Indonesia.

Masih terbilang baru sejak terakhir kali muncul kabar pembangunan infrastruktur guna melengkapi kebutuhan mobilitas dan transportasi udara di sejumlah daerah selain wilayah padat penduduk, kabar baik lainnya juga datang dari perampungan infrastruktur untuk kepentingan transportasi darat yang baru diresmikan di Kalimantan.

Walau tidak termasuk ke dalam wilayah yang menjadi lokasi dari pembangunan bandara baru yang akan dilakukan pada tahun 2022 mendatang, setidaknya di tahun ini Kalimantan memiliki tol yang bisa beroperasi secara penuh.

Menjadi salah satu proyek yang sudah dijalankan sejak lama dan kerap menghadapi kendala dalam pembangunannya, tol di wilayah Kalimantan Timur yang menghubungkan Kota Balikpapan dengan Samarinda ini baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Selasa (24/8/2021).

Kebut Pembangunan, Pemerintah Siap Lelang 9 Ruas Jalan Tol Baru

Detail pelaksanaan proyek dan anggaran

Proses pembangunan tol Balikpapan-Samarinda
info gambar

Tol Balikpapan-Samarinda sejatinya adalah salah satu proyek pembangunan infrastruktur yang sudah dimulai sejak tahun 2011 tepatnya di tanggal 12 Januari. Proyek tersebut pertama kali diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Timur yang menjabat kala itu, Awang Faroek Ishak, yang ditandai dengan peletakkan batu pertama di kawasan Manggar, Balikpapan.

Melansir Liputan6, proyek tol sepanjang 97,27 kilometer tersebut nyatanya sempat terhenti pada tahun 2012 karena permasalahan dana. Pengerjaan baru kembali berlanjut di tahun 2015 dengan target penyelesaian di akhir tahun 2018, sehingga diharapkan dapat beroperasi secara penuh di tahun 2019.

Namun apa daya, di bulan Februari 2019, pembangunan konstruksi secara keseluruhan baru sampai pada kisaran 85,7 persen. Proyek yang dikerjakan oleh anak perusahaan Jasa Marga yaitu PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) tersebut, diketahui membutuhkan dana investasi secara keseluruhan mencapai Rp9,9 triliun.

Adapun komposisi pemenuhan dananya diperoleh dari pembiayaan sebesar 70 persen, dan 30 persen sisanya berasal dari dana ekuitas perusahaan.

Secara lebih detail, jalan tol Balikpapan-Samarinda ini terbagi menjadi lima seksi, yaitu:

  1. Seksi 1 Ruas Karang Joang-Samboja (21,66 km),
  2. Seksi 2 Ruas Samboja-Muara Jawa (30,98 km),
  3. Seksi 3 Ruas Muara Jawa-Palaran (17,30 km),
  4. Seksi 4 Palaran-SS Mahkota II (16,59 km), dan
  5. Seksi 5 Ruas Manggar-Karang Joang (10,74 km).
Rampung 2022, Jalan Tol Tingkat Terpanjang Mulai Dibangun

Manfaat yang dihadirkan dan aspek pemeliharaan lingkungan

Salah satu ruas tol Balikpapan-Samarinda
info gambar

Sama halnya seperti tujuan pembangunan infrastruktur untuk keperluan transportasi pada umumnya, tol Balikpapan-Samarinda diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat Kalimantan Timur dalam melakukan mobilitas antar wilayah.

Diketahui bahwa tanpa adanya jalan tol, jarak tempuh yang harus dilalui untuk bisa berpindah dari Balikpapan-Samarinda dan sebaliknya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat jam dengan menempuh jarak sejauh 150 kilometer.

Belum lagi medan yang ditempuh pada jalanan di Kalimantan nyatanya terdiri dari medan yang terjal dan menukik, masyarakat diketahui harus melewati hutan dan jalan yang cukup curam dan sering menyebabkan kecelakaan.

Dengan dibangunnya jalan tol Balikpapan-Samarinda, masyarakat tidak hanya disuguhkan infrastruktur yang lebih aman dan memadai, namun juga keefisienan waktu menjadi satu jam perjalanan dan jarak tempuh yang terpangkas menjadi sejauh 100 kilometer.

Di saat yang bersamaan, pembangunan jalan tol yang dilakukan nyatanya tidak serta merta mengabaikan kondisi lingkungan di wilayah Kalimantan yang masih kental akan wilayah hutan dan perbukitan, di mana menjadi habitat asli dari sejumlah hewan hutan.

Pada kontruksi tol Balikpapan-Samarinda, nyata dibuat juga terowongan khusus untuk perlintasan hewan. Lebih detail, terowongan yang dimaksud tepatnya berada pada area seksi 2 ruas Kamboja-Muara Jawa, yang akan menembus Taman Hutan Raya Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pada area tersebut, diketahui ada sejumlah hewan hutan layaknya beruang madu dan monyet, sehingga dibuat terowongan dengan ukuran yang memadai dan leluasa bagi para hewan untuk melintas.

Provinsi Lampung Pemegang Jalan Tol Terpanjang Kedua di Indonesia

Peresmian oleh Presiden dan harapan sebagai fasilitas penggerak ekonomi

Peresmian penuh ruas tol Balikpapan-Samarinda
info gambar

Peresmian yang dilakukan oleh Presiden baru-baru ini nyatanya dilakukan bersamaan dengan kunjungan kerja yang dilakukan Jokowi ke Balikpapan. Dalam kunjungan dan peresmian tersebut, hadir pula Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, dan Direktur Utama PT Jasa Marga Subakti Syukurdan.

Lewat pernyataan yang dimuat dalam rilis Sekretariat Presiden, Jokowi mengungkap bahwa rampungnya keseluruhan proyek tol Balikpapan-Samarinda merupakan wujud nyata dari pembangunan secara merata yang tidak hanya dilakukan di kota-kota besar dan padat penduduk.

"Ini capaian yang patut kita syukuri, karena kita ingin pembangunan infrastruktur itu tidak hanya terpusat di Pulau Jawa saja atau di Pulau Sumatra, tapi juga merata ke pulau-pulau yang lain," jelas Jokowi.

Di saat yang bersamaan, orang nomor satu di Indonesia itu juga mengungkap harapan tol yang saat ini sudah rampung dapat membantu menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Kalimantan Timur, dengan memperbaiki jaringan logistik yang lebih efektif serta efisien.

“…akses semakin lancar dan bisa menurunkan biaya logistik, produk-produk ekspor dari provinsi ini diharapkan akan memiliki daya saing yang tinggi, sehingga menjadikan ekonomi di provinsi Kalimantan Timur semakin efisien dan semakin kompetitif,” pungkasnya.

Ada di Sumatra, Inilah 3 Jalan Tol Terpanjang di Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini