Indonesia Tempati Peringkat 3 Negara Paling Makmur di Asia Tenggara 2020

Indonesia Tempati Peringkat 3 Negara Paling Makmur di Asia Tenggara 2020
info gambar utama

Legatum Institute kembali mempublikasikan laporan World Prosperity Index atau Indeks Kemakmuran Dunia. Indeks ini mengukur kemakmuran pada 167 negara di dunia dengan rentang skor 1-100. Semakin tinggi skor yang diperoleh, semakin makmur negara tersebut.

Laporan ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi tindakan spesifik yang perlu diambil negara-negara untuk menuju kemakmuran bagi negara masing-masing, terkhusus di masa pandemi seperti sekarang ini.

Pada 2020, Indonesia berada di peringkat 57 secara global dengan skor 61,10. Posisi ini mengalami peningkatan empat peringkat dari 2019 yang berada di urutan ke-61.

Jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, Indonesia berhasil berada di urutan ketiga. Peringkat pertama diraih oleh Singapura dengan skor 79,51. Kemudian, disusul Malaysia di peringkat kedua dengan skor 67,49.

Kemakmuran merupakan konsep multidimensi. indeks kemakmuran ini berusaha untuk mengukur, mengeksplorasi, dan memahami semaksimal mungkin konsep kemakmuran itu sendiri. Oleh karena itu, Legatum Institute mengukur kemakmuran dengan merumuskan 12 elemen kemakmuran yang dikelompokkan menjadi tiga variabel utama yaitu masyarakat inklusif, ekonomi terbuka, dan masyarakat berdaya.

Hubungan antarindividu yang disebut masyarakat inklusif

Masyarakat inklusif menjadi syarat penting untuk menggambarkan kemakmuran. Variabel ini menjelaskan struktur hubungan yang ada pada masyarakat.

Hubungan yang dimaksud adalah hubungan antarindividu dan individu dengan institusi yang lebih luas serta sejauh mana hubungan yang ada dapat membuat masyarakat semakin dekat dan berkembang. Maka dari itu, lembaga-lembaga sosial dan hukum sangat penting dalam melindungi kebebasan individu dan kemampuan mereka untuk berkembang.

Elemen-elemen dalam variabel ini berkaitan dengan hubungan warga negara dengan negaranya, sejauh mana kekerasan dapat menembus norma-norma sosial, kebebasan kelompok dan individu dalam berinteraksi, serta cara individu berinteraksi satu sama lain, dengan komunitas mereka, institusi, dan bangsa.

Elemen tersebut dirumuskan ke dalam empat bagian besar, yaitu:

  • Keselamatan dan keamanan

Bagian ini mengukur sejauh mana individu dan masyarakat bebas dari perang dan konflik sipil, terorisme, teror dan kekerasan politik, kejahatan berupa kekerasan, dan kejahatan mengenai properti. Singkatnya, suatu bangsa, komunitas, atau masyarakat hanya dapat sejahtera dalam lingkungan yang aman dan tenteram bagi warganya.

Untuk bagian ini, Indonesia berada di 77 dari 167 negara dengan skor 69,22.

  • Kebebasan pribadi

Mengukur hak-hak dasar hukum, kebebasan individu (kebebasan berkumpul dan berserikat, kebebasan berbicara, dan akses informasi), tidak adanya diskriminasi hukum dan tingkat toleransi sosial yang ada dalam suatu masyarakat.

Masyarakat yang mendukung hak-hak sipil dan kebebasan telah terbukti lebih puas tinggal di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, negara juga diuntungkan dari tingkat pendapatan nasional yang lebih tinggi ketika kebebasan pribadi warganya dilindungi dan ketika keragaman sosial yang ada dapat memunculkan berbagai inovasi.

Indonesia memeroleh skor 49,71 pada bagian ini. Skor tersebut membawa Indonesia pada peringkat 100.

  • Tata kelola

Bagian ini melihat apakah ada pemeriksaan dan pembatasan kekuasaan, apakah pemerintah beroperasi secara efektif dan tanpa korupsi. Sifat pemerintahan suatu negara memiliki dampak material pada kemakmurannya.

Aturan hukum, institusi yang kuat, dan kualitas regulasi berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini sama seperti pemerintah yang kompeten, yang memberlakukan kebijakan secara efisien, dan merancang regulasi yang memiliki tujuan jelas tanpa terlalu membebani rakyatnya.

Pada bagian ini, Indonesia memiliki skor 53,77 dan berada di urutan 58.

  • Modal sosial

Mengukur hubungan pribadi dan keluarga, jaringan sosial, dan kedekatan yang dialami masyarakat ketika ada kepercayaan institusional yang tinggi dan orang-orang menghormati dan terlibat satu sama lain (partisipasi sipil dan sosial).

Kedua hal tersebut memiliki efek langsung pada kemakmuran. Kesejahteraan seseorang yang paling baik hadir di masyarakat yang saling percaya dan mendapat dukungan dari teman dan keluarga mereka.

Tingkat pertumbuhan ekonomi yang rendah cenderung dialami masyarakat dengan tingkat kepercayaan yang rendah. Dengan demikian, kata “modal” dalam “modal sosial” berarti kontribusi jaringan sosial sebagai aset yang menghasilkan keuntungan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan.

Bagian ini merupakan bagian yang paling kuat untuk Indonesia. Indonesia berada di peringkat enam dengan skor 73,82, naik 12 peringkat sejak 2010.

Kalahkan Medan, Batam Jadi Kota Paling Makmur di Region Sumatra

Investasi dan bisnis yang didorong oleh ekonomi terbuka

Variabel ekonomi terbuka menjelaskan sejauh mana ekonomi terbuka mendukung persaingan, mendorong inovasi dan investasi, mempromosikan bisnis dan perdagangan, dan memfasilitasi pertumbuhan inklusif.

Tanpa ekonomi yang terbuka dan kompetitif, sangat sulit untuk menciptakan kesejahteraan sosial dan ekonomi. Perdagangan antarnegara, kawasan, dan komunitas merupakan hal dasar bagi kemajuan inovasi, transfer pengetahuan, dan produktivitas yang menciptakan pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran.

Variabel ini terdiri dari empat elemen, yaitu sebagai berikut.

  • Lingkungan investasi

Elemen ini mengukur sejauh mana investasi dilindungi secara memadai dengan keberadaan hak milik, perlindungan investor, dan penegakan kontrak. Elemen ini juga mengukur sejauh mana modal domestik dan internasional,baik utang maupun ekuitas, tersedia untuk investasi.

Semakin hadirnya sistem hukum untuk melindungi investasi, semakin banyak investasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk elemen ini, Indonesia memiliki skor 59,83 dengan peringkat 62 di dunia.

  • Kondisi perusahaan

Mengukur seberapa mudah bisnis dapat dimulai, bersaing, dan berkembang. Pasar yang memungkinkan para pelaku untuk bersaing, sangat berguna bagi bisnis untuk berinovasi dan mengembangkan ide-ide baru. Hal tersebut penting untuk ekonomi yang dinamis.

Pada elemen ini, Indonesia berada di urutan 57 secara global dengan skor 58,45.

  • Akses pasar dan infrastruktur

Elemen ini mengukur kualitas infrastruktur yang memungkinkan berlangsungnya perdagangan pada bidang komunikasi, transportasi, dan sumber daya. Selain itu, elemen ini juga mengukur seberapa besar penghambat arus barang dan jasa antarbisnis.

Pasar yang memiliki infrastruktur memadai dan sedikit hambatan dalam berdagang, membuat pasar dapat berkembang. Perdagangan semacam ini mengarah pada pasar yang lebih kompetitif dan efisien, memungkinkan adanya produk dan ide baru untuk diuji, didanai, dan dikomersialkan, yang pada akhirnya menguntungkan konsumen melalui variasi barang yang lebih banyak dengan harga yang lebih kompetitif.

Secara global, Indonesia memiliki skor 58,68 untuk elemen ini dan berada di peringkat ke-70.

  • Kualitas ekonomi

Mengukur seberapa kuat suatu perekonomian berupa keberlanjutan fiskal dan stabilitas makroekonomi serta bagaimana perekonomian diperlengkapi untuk menghasilkan kekayaan (produktivitas dan daya saing yang dinamis).

Ekonomi yang kuat bergantung pada keterlibatan angkatan kerja yang tinggi dan produksi serta distribusi barang dan jasa yang beragam. Pada elemen ini, Indonesia berada di peringkat 58 dengan skor 55,87.

Provinsi dengan Proyek Investasi Asing Terbanyak Sepanjang Kuartal I 2021

Kualitas hidup untuk menuju masyarakat yang berdaya

Variabel masyarakat berdaya berarti kualitas pengalaman hidup masyarakat dan aspek terkait yang memungkinkan individu mencapai potensi penuh mereka melalui otonomi dan penentuan nasib sendiri.

Variabel ini melihat aspek-aspek yang dibutuhkan untuk membuat sumber daya menjadi makmur. Aspek-aspek tersebut dimulai dari material, nutrisi yang memadai, dan akses, kualitas, dan hasil kesehatan dan pendidikan dasar, serta lingkungan yang aman dan bersih.

Maka dari itu, dirumuskan empat bagian atau elemen untuk variabel masyarakat yang berdaya.

  • Kondisi hidup

Bagian ini mengukur serangkaian kondisi atau keadaan yang diperlukan bagi semua individu untuk mencapai tingkat kemakmuran yang paling dasar. Serangkaian keadaan ini mencakup tingkat sumber daya material, nutrisi yang memadai dan akses ke layanan kesehatan dan tempat tinggal.

Bagian ini juga mengukur tingkat keterhubungan penduduk dan sejauh mana mereka berada dalam lingkungan hidup dan kerja yang aman (perlindungan dari bahaya). Hal ini memungkinkan tiap individu untuk menjadi anggota masyarakat yang produktif, dapat mengejar kemakmuran, dan membangun kehidupan yang berkembang.

Bagian ini merupakan bagian yang harus ditingkatkan oleh Indonesia. Dengan skor 66,68, Indonesia berada di peringkat 104 dari 167 negara.

  • Kesehatan

Elemen ini mengukur layanan kesehatan di suatu negara dan kesehatan suatu populasi, termasuk kualitas kesehatan mental dan kesehatan fisik. Agar suatu bangsa benar-benar makmur, penduduknya harus memiliki kesehatan yang baik.

Orang yang memiliki kesehatan fisik dan mental yang baik, akan memiliki tingkat kesejahteraan yang tinggi. Pada elemen ini, Indonesia berada di peringkat 97 dengan skor 70,19.

  • Pendidikan

Bagian ini mengukur partisipasi, hasil, dan kualitas dari empat tahap pendidikan dan keterampilan yang dimiliki orang dewasa. Empat tahap tersebut adalah pendidikan prasekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.

Pendidikan memungkinkan orang untuk menjalani kehidupan yang lebih memuaskan. Masyarakat yang berpendidikan juga lebih mampu berkontribusi untuk masyarakat. Dalam jangka panjang, pendidikan dapat membantu mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

Untuk bagian ini, Indonesia mempunyai skor 60,56 dan berada di urutan 88.

  • Lingkungan alam

Elemen ini mengukur unsur-unsur lingkungan fisik yang berdampak langsung pada masyarakat untuk berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Elemen ini juga mengukur sejauh mana ekosistem (air bersih dan hutan, tanah dan lapangan) dikelola secara berkelanjutan.

Lingkungan pedesaan yang dikelola dengan baik, dapat menghasilkan tanaman, bahan konstruksi, makanan, dan sumber energi serta dapat menjaga satwa liar. Selain itu, diukur juga sejauh mana upaya pelestarian lingkungan dilakukan karena hal tersebut sangat penting untuk jangka panjang.

Secara global, Indonesia berada di posisi ke-68 dengan skor 56,47.

Siapa Sangka! Inilah Provinsi Paling Makmur di Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Lydia Fransisca lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Lydia Fransisca.

LF
IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini