Daftar Produk Home Care yang Paling Banyak Dibeli Konsumen Indonesia

Daftar Produk Home Care yang Paling Banyak Dibeli Konsumen Indonesia
info gambar utama

Istilah 3M adalah akronim untuk mengisyaratkan protokol kesehatan semenjak pandemi Covid-19 menyerang Indonesia. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menjadi upaya dasar bagi setiap individu guna mencegah terpapar Covid-19.

Pada dasarnya protokol kesehatan tersebut mengadopsi konsep kebersihan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19. Panduan dan prosedur penerapan kebersihan diri dan sekitar dipublikasikan melalui halaman resmi Kementerian Kesehatan (KemenKes) Indonesia, beserta dengan komposisi bahan yang dapat digunakan sebagai media pembersih.

Menjaga kebersihan selama pandemi menjadi priorotas menyebabkan banyaknya jumlah konsumsi produk perlindungan diri. Produk home care atau produk pembersih tempat-tempat di sekitar serta body care atau produk kebersihan dan kesehatan diri kian diburu oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

5 Merek Minuman Paling Banyak Dibeli Masyarakat Indonesia, Kopi Kemasan Mendominasi

Deterjen, pewangi pakaian dan sabun cuci piring menjadi produk home care yang paling banyak dibeli

Kantar Worldpanel melalui publikasi Asia Brand Foodprint 2021, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang diteliti rekam jejak merek dari sekian banyak produk yang beredar. Berdasarkan publikasi tersebut, tercatat bahwa penetrasi lima produk teratas untuk kategori home care melebihi 70 persen. Hal tersebut menandakan bahwa lebih dari ¾ responden yang diteliti menggunakan produk home care tersebut.

Produk homecare yang paling banyak dibeli konsumen Indonesia | Inforgrafis : GoodStats
info gambar

Posisi pertama sebagai produk home care yang paling banyak dibeli oleh konsumen Indonesia adalah So Klin. So Klin adalah salah satu merek deterjen yang berada di bawah naungan perusahaan PT Wings Surya yang juga menaungi Wings Food dengan Mie Sedaap sebagai ikonnya.

Berdasarkan produk So Klin yang beredar di masyarakat, terdapat dua jenis isi So Klin yakni So Klin Liquid dan So Klin bubuk dengan berbagai ukuran kemasan. Capaian Consumer Reach Point (CRP) So Klin di tahun 2020 sebanyak 1,8 miliar pembelian.

Penetrasi pasar yang diraih So Klin pada tahun 2020 mencapai angka 94,9 persen yang menandakan hampir seluruh responden Asia Brand Footprint 2021 di Indonesia menggunakan So Klin sebagai media pembersih pakaian.

Sinlight yang merupakan salah satu produk home care di bawah naungan Unilever Indonesia menempati posisi ke dua sebagai produk home care yang paling banyak dibeli konsumen Indonesia. Penetrasi yang diraih oleh Sunlight pada tahun 2020 mencapai 88,4 persen.

Unilver Indonesia memiliki beberapa produk home care lainnya, bukan hanya Sunlight namun juga Wipol dan Vixal yang umumnya digunakan sebagai pembersih lantai dan pembunuh kuman di kamar mandi.

Sementara itu, urutan ke tiga sebagai produk home care yang paling banyak dibeli adalah Downy yang merupakan produk pewangi pakaian dari perusahaan P&G. P&G adalah singkatan dari The Procter & Gamble Company (P&G) yang merupakan perusahaan multinasional dengan kantor pusat di Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat.

P&G secara khusus memproduksi berbagai macam produk kesehatan dan produk perawatan kebersihan pribadi. Jika Downy adalah salah satu produk home care dari P&G, maka Pantene, Head & Shoulders dan Rejoice adalah produk body care yang diproduksi oleh P&G sebagai sampo.

Daia menempati urutan ke empat dengan capaian CRP sebanyak 712 juta pembelian pada tahun 2020. Angka CRP tersebut jauh di bawah rekan dalam satu naungan perusahaan, So Klin, dengan selisih lebih dari 1 miliar pembelian pada tahun 2020. Daia dan So Klin berada di bawah naungan PT Wings Surya sebagai produk home care.

Posisi ke lima dengan angka capaian CRP tertinggi adalah Molto, produk pewangi pakaian dari Unilever Indonesia. Tercatat, sepanjang tahun 2020 ada 656 juta pembelian untuk produk Molto dan angka tersebut naik sebesar 762.000 pembeli dari tahun sebelumnya. Molto dan Downy menjadi dua produk pewangi pakaian yang paling banyak dibeli oleh konsumen Indonesia dengan penetrasi masing-masing di tahun 2020 adalah 77,5 persen dan 78,6 persen.

Doyan Mi, Indonesia Jadi Salah Satu Negara dengan Konsumsi Mi Instan Terbanyak di Dunia

Produk home care lainnya yang tidak tercantum dalam daftar 5 merek teratas yang paling banyak dibeli konsumen Indonesia

Berdasarkan data tersebut, dapat dilihat bahwa produk home care sebagai deterjen dikuasai oleh PT Wings Surya melalui So Klin dan Daia. Meskipun demikian, PT Wings Surya juga memiliki produk home care lainnya yang tidak masuk dalam daftar lima merek teratas yang paling banyak dibeli konsumen Indonesia.

Produk home care tersebut antara lain adalah Royale (pewangi), So Klin Lantai, BOOM (deterjen) Ekonomi (sabun colek dan sabun cuci piring), Mama Lemon (sabun cuci pirng) dan beberapa produk lainnya.

Sementara itu, Unilever Indonesia diwakili oleh Sunlight sebagai sabun pencuci piring dan Molto sebagai pewangi pakaian. Sama halnya dengan PT Wings Surya yang memiliki beragam produk home care, Unilever Indonesia juga memiliki produk home care lainnya yang umum dibeli oleh konsumen Indonesia seperti Rinso (deterjen cair dan bubuk).

Salah satu produk Unilever Indonesia, Wipol, menjadi produk yang masuk dalam daftar Bahan Aktif dan Produk Rumah Tangga untuk Disinfeksi Virus Corona Penyebab COVID-19 yang dirilis di halaman resmi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Wipol pembersih lantai sereh dan jeruk mengandung bahan aktif Ethoxylated Alcohol (3 persen) dan Benzalkonium Chloride (1,25 persen) yang menyebabkan Wipol banyak digunakan sebagai bahan sederhana untuk disinfektan dalam lingkup kecil.

Kalimat “mencegah lebih baik daripada mengobati” menjadi kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi dunia dan Indonesia khususnya pada saat ini. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menerapkan protokol kesehatan menjadi langkah dasar dan paling awal untuk mencegah paparan Covid-19.

Sederet Produk Kemasan yang Paling Diburu Konsumen Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Widhi Luthfi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Widhi Luthfi.

WL
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini