Inilah 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas Indonesia

Inilah 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas Indonesia
info gambar utama

Pemerintah sedang fokus melakukan pengembangan dan promosi pariwisata di lima destinasi pariwisata super prioritas (5 DPSP) Indonesia. Adapun kelima destinasi tersebut adalah Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

Mengutip laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), 5 DPSP merupakan bagian dari program “10 Bali Baru” yang dicanangkan pemerintah. Nantinya, destinasi-destinasi tersebut tak hanya dapat menjadi daya tarik wisatawan saja, tetapi juga dapat menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif yang melibatkan warga setempat.

Daftar destinasi pariwisata prioritas Indonesia | Goodstats
info gambar

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengatakan bahwa kelima destinasi ini dipilih karena memiliki pesona dan keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan tempat wisata lainnya. Selain itu, 5 DPSP juga merupakan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo.

Sandi menambahkan, jika 5 DPSP ini sudah berkembang dengan baik dan optimal, maka destinasi prioritas akan ditambah jumlahnya sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Maka dari itu, berikut penjelasan lebih lanjut mengenai 5 DPSP tersebut.

Revenge Travel, Fenomena Liburan Balas Dendam untuk Memuaskan Hasrat Berwisata

1. Danau Toba, Sumatra Utara

Pemandangan Danau Toba | Shutterstock/sydeen
info gambar

Danau Toba merupakan danau yang terbentuk dari letusan gunung purba pada 77 ribu tahun lalu. Danau vulkanik ini memiliki luas kurang lebih 1.145 kilometer persegi dan kedalaman 450 meter. Bahkan, danau ini disebut sebagai danau vulkanik terbesar di dunia. Selain itu, menariknya, terdapat pulau yang ukurannya hampir sebesar Singapura di tengah Danau Toba.

Selain menikmati keindahan alam di Danau Toba, pengunjung juga dapat melakukan berbagai aktivitas di destinasi prioritas pertama ini. Misalnya, berkayak menjelajahi Danau Toba dengan tiga pilihan rute, yaitu Tongging-Silalahi, Tongging-Samosir, atau Lingkaran Utara.

Selain itu, juga bisa berkemah mewah (glamping) di The Kaldera Toba Nomadic Escape atau bersepeda, bermain kano, joging, hiking, dan trekking.

Untuk kuliner khas, para pengunjung bisa mencoba naniura, hidangan sashimi ala suku Batak. Tak hanya itu, mi gomak, saksang, babi panggang, arsik ikan mas, dan ayam padar juga wajib dicoba.

Tidak ketinggalan, kain tenun Ulos dan biji kopi arabika Sumatra Mandheling dapat dijadikan sebagai buah tangan.

Hampir 1,5 Abad Menghilang, Kadal Aneh Ini Muncul Lagi di Danau Toba

2. Candi Borobudur, Jawa Tengah

Pemandangan Candi Borobudur | Shutterstock/Adel Newman
info gambar

Borobudur merupakan candi Buddha terbesar di dunia yang dibangun mulai 770 hingga 842 masehi. Candi yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, ini memiliki sekitar 2.672 panel relief sepanjang empat kilometer dan dilengkapi dengan 502 arca serta 72 stupa. Candi Borobudur dinobatkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada 1991.

Untuk kuliner, wisatawan dapat mencicipi kuliner khas seperti ndas beong, es pleret, dan sego godog.

Tanpa Keramaian di Borobudur, Begini Perayaan Hari Waisak di Tengah Pandemi

3. Mandalika, Nusa Tenggara Barat

Pemandangan Mandalika | Shutterstock/Harry Hermanan
info gambar

Mandalika terletak di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Destinasi prioritas ini menyediakan pemandangan pantai alami yang indah dari Pantai Gerupuk, Pantai Kuta Mandalika, Pantai Aan, dan Pantai Seger. Selain itu, bisa juga wisata budaya di wilayah ini.

Untuk membangun Mandalika sebagai DPSP, pemerintah akan melengkapi kawasan ini dengan sirkuit MotoGP yang disebut Mandalika Street Race Circuit Cluster. Kluster sirkuit ini memiliki luas 120 hektare yang terdiri dari sirkuit balap skala internasional, convention center, dan tujuh hotel mewah. Ke depannya, Mandalika akan menjadi tuan rumah World Superbike pada November 2021 dan MotoGP pada 2022. .

Untuk kuliner, wisatawan dapat mencoba makanan khas suku Sasak seperti sate bulayak, sate rembiga, jaje tujak, dan bebalung. Selain itu, dapat juga mencicipi ayam taliwang yang memiliki rasa gurih, pedas, dan manis.

Valentino Rossi Tak Sabar Ingin Jajal Sirkuit Mandalika

4. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur

Pemandangan dari atas Pulau Padar | Shutterstock/Harry Hermanan
info gambar

Nusa Tenggara Timur (NTT) juga memiliki destinasi super prioritas, yaitu Labuan Bajo. Yang terkenal, wisatawan dapat trekking di Pulau Komodo yang merupakan satu-satunya habitat asli kadal purba di dunia.

Selain itu, Labuan Bajo juga punya daerah seru lainnya, seperti Pulau Rinca, Pulau Padar, Gili Lawa, dan Pulau Kelor. Di Pulau Padar, pengunjung dapat menikmati pemandangan pantai yang sangat indah, dan di Pulau Kelor wisatawan dapat menikmati keindahan bawah laut dengan snorkeling atau diving di Pink Beach.

Untuk buah tangan, pengunjung bisa membawa pulang kopi manggarai, rebok, dan kain songke, khas Tanah Manggarai yang dibuat menggunakan nilai adat penduduk setempat.

Pulau Padar, Permata Labuan Bajo yang Diabadikan dalam Uang Rp50 Ribu

5. Likupang, Sulawesi Utara

Pemandangan ekowisata Desa Bahoi | Shutterstock/itrand katuuk
info gambar

Destinasi super prioritas ini berada di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Selain menjadi DPSP, pemerintah juga mempersiapkan wilayah ini sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Kawasan dengan luas sekitar 200 hektare ini memiliki kawasan pesisir dengan pantai berpasir putih.

Beberapa objek wisata yang dapat dikunjungi, antara lain Pantai Lihaga, Pantai Paal, Pulau Gangga, serta Bukit dan Pantai Pulisan. Para wisatawan dapat diving di Desa Bahoi, desa nelayan yang memiliki ekowisata mandiri untuk menjaga ekosistem laut. Desa ini memiliki keindahan terumbu karang dan hutan bakau.

Untuk kuliner khas, Likupang memiliki bubur tinutuan, panada, pisang goroho dengan sambal roa, dan lalampa.

Pantas Saja 9 Bidadari Turun, Likupang Memang Tempat Indah yang Masih Perawan

Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas untuk G20

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, meminta 5 DPSP untuk dipersiapkan lebih lanjut sebagai bagian dari rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 2022. Diketahui, Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT G20 yang akan diselenggarakan di Bali.

Persiapan yang dilakukan dengan meningkatkan pembangunan fasilitas kesehatan, integrasi data berbasis sistem informasi geografis, dan ketersediaan infrastruktur.

"G20 ini akan menjadi ajang pertunjukan bagi peserta dan wisatawan terhadap destinasi pariwisata berkualitas, yang bertumpu pada pelestarian lingkungan hidup, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pemuliaan nilai-nilai tradisional," kata Luhut pada keterangan tertulis, Rabu (25/8/2021).

Untuk fasilitas kesehatan, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan tentang peningkatan sebaran puskesmas dan rumah sakit pada 5 DPSP serta digencarkannya vaksinasi.

“Vaksinasi di 5 DPSP melalui data Kemenkes, yang sudah tinggi di wilayah Sumatera Utara dan Sulawesi Utara. Sementara yang masih rendah di daerah Jawa Tengah, NTT dan NTB,” kata Budi.

Selanjutnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, juga memaparkan tentang percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Ia mengatakan telah dibangun 74 titik akses internet di Mandalika, 153 titik di Labuan Bajo, 123 titik di Danau Toba, 1 titik Borobudur, dan 7 titik di Likupang.

Deretan Sport Tourism dengan Kearifan Lokal Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Lydia Fransisca lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Lydia Fransisca.

LF
IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini