Viral di Media Sosial, Ini Fakta Soal 'Goa Emas' di Deli Serdang

Viral di Media Sosial, Ini Fakta Soal 'Goa Emas' di Deli Serdang
info gambar utama

Gunung dan pantai menjadi dua destinasi primadona di Indonesia. Sepanjang tahun, dua objek wisata alam tersebut selalu ramai dikunjungi wisatawan. Soal keindahan, memang tak diragukan lagi. Namun, tentunya alam Indonesia tak melulu soal pantai dan gunung, masih banyak objek lain yang tak kalah menarik untuk dijelajahi.

Salah satunya adalah gua atau biasa disebut goa, lubang alami di tanah yang berukuran besar dan dalam. Hal yang identik dengan gua ialah tempatnya yang seperti terowongan bawah tanah, gelap, lembap, dan tak terkena cahaya matahari.

Meski tempatnya gelap dan tampak misterius, keberadaan gua nyatanya banyak mengundang penasaran wisatawan. Setiap gua punya pesonanya masing-masing, misalnya memiliki stalagmit dan stalaktit, bebatuan alam yang tampak menonjol dan lancip pada bagian atap atau dinding gua. Tak hanya itu, bahkan ada gua di Indonesia yang konon bebatuannya dilapisi oleh emas.

Lembah Bakkara, Alternatif Wisata Sumatra Utara Selain Danau Toba

Goa Tao 8

Goa Tao 8 di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, sedang heboh diperbincangkan warganet setelah sebuah video viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak beberapa orang masuk ke dalam goa dan menunjukkan kilauan keemasan yang menempel di dinding goa. Mereka dalam video tersebut menduga kilauan tersebut adalah emas.

Menanggapi berita tersebut, Budiman selaku Camat STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, memberikan bantahan. “Setahu saya tidak ada (emas). Kalau memang ada kadar emas atau bagaimana gitu, pasti tenar juga, booming. Tapi nggak ada juga,” ujarnya seperti dilansir Kumparan.

Selama dua tahun bertugas menaungi wilayah tersebut, Budiman mengaku belum pernah mendapatkan laporan secara ilmiah soal kilauan di dinding Goa Tao 8 adalah emas.

“Nggak ada, hampir jalan dua tahun saya bekerja di sini dan sering ke sana nggak pernah ada ditunjukkan (itu emas). Tapi kalau ke depan ada informasi, saya informasikan. Tapi sejuah ini itu bukan (emas),” tegasnya.

Menurut Budiman, selama ini belum pernah ada yang menyebut kilauan tersebut adalah emas. Pun jika memang emas, pasti sudah heboh sejak lama. Mengingat goa tersebut lokasinya dekat dengan kawasan pemukiman warga. Ia juga mengatakan jika ada bukti ilmiah soal kandungan emas dalam gua, sudah pasti pemerintah setempat akan mengetahuinya lebih dulu.

Pesona Pemandian Air Panas Sipoholon di Tapanuli yang Mirip Pamukkale Turki

Mengenal mineral pirit yang sering dikira emas

Gustam Lubis, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatra Utara memastikan bahwa serpihan emas di Goa Tao 8 bukan emas, hanya mineral pirit yang merupakan logam biasa. Karena warnanya kuning berkilauan maka pirit sering disebut emas palsu. Padahal, pirit hanyalah logam biasa dengan rumus kimia FeS2.

Pirit atau biasa disebut pirit besi pada dasarnya merupakan sulfida besi dan dianggap sebagai mineral paling umum dari kelompok mineral sulfida. Warnanya yang kekuningan sepintas memang mirip emas dan terkenal dengan berbagai julukan seperti emas semu, emas muda, atau penghantar emas.

Pirit dapat terbentuk pada suhu tinggi-rendah dan keberadaanya bisa ditemukan dalam batuan beku, metamorf, dan sedimen walau hanya dalam jumlah kecil. Namanya berasal dari kata pyr, dalam bahasa Yunani berarti api. Ini karena pirit bisa digunakan untuk menciptakan bunga api jika dipukul dengan logam atau bahan keras lain.

Menurut penjelasan Gustam, pirit terbentuk karena adanya reaksi antara unsur besi dengan sulfur atau belerang hingga menghasilkan warna kekuningan seperti emas. Pada kasus di Goa Tao 8, perlu diketahui bahwa lokasinya dekat dengan sumber air panas Danau Linting yang mengandung banyak sulfur.

Untuk membedakan pirit dan emas pun sebenarnya bukan hal yang sulit. Pada dasarnya, emas sangat lembut dan bila diberikan tekanan akan mudah penyok, warnanya pun memang kuning. Bila digosok, warna emas akan tetap kuning. Sedangkan warna asli pirit adalah hitam kehijauan dan beratnya lebih ringan.




Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini