Berwisata ke Desa Jampit yang Menenangkan di Kaki Gunung Ijen

Berwisata ke Desa Jampit yang Menenangkan di Kaki Gunung Ijen
info gambar utama

Setiap orang tentunya memiliki tipe liburan berbeda-beda. Dari mulai destinasi, atraksi, kegiatan yang ingin dilakukan. Beberapa orang mungkin senang pergi ke alam karena bisa menyaksikan pemandangan dan melakukan aktivitas yang lebih memacu adrenalin. Namun, ada pula orang yang lebih suka pergi ke tempat yang menyajikan ketenangan, jauh dari hiruk pikuk, dan berfokus pada kegiatan ringan serta santai.

Apapun kesenangan Anda dalam hal berlibur, tentunya tak perlu jauh-jauh ke luar negeri. Sebab, bisa dieksplorasi lebih dalam, Indonesia pun punya banyak tempat wisata yang beragam. Mulai dari wisata alam, kuliner, belanja, hingga yang sifatnya edukatif seperti mempelajari budaya dan sejarah.

Jika saat ini sedang terbayang momen liburan ke tempat yang menenangkan jiwa tapi tidak membosankan, cobalah mengunjungi Desa Jampit di Sempol, Wonosobo, Jawa Timur. Desa ini disebut-sebut punya pemandangan bak di New Zealand dan Pulau Jeju di Korea Selatan.

Daftar 50 Desa Wisata Terbaik di Indonesia Tahun 2021

Pesona Desa Jampit

Desa Jampit merupakan salah satu desa wisata eksotis di Jawa Timur. Kawasan desanya berada pada ketinggian 1.100-1.600 mdpl. Pengunjung benar-benar bisa berpuas memandangi hamparan rerumputan luas beserta pepohonan yang membuat desa ini tampak begitu asri. Ditambah lagi pemandangan pegunungan sebagai latar belakang dan banyak hewan ternak yang berkeliaran bebas.

Desa Jampit masih termasuk dalam kawasan Gunung Ijen, yang merupakan gunung berapi dengan ketinggian 2.386 mdpl. Salah satu daya tarik terpopuler dari gunung ini adalah blue fire atau api biru yang terletak di dalam kawah pada puncak gunung. Nah, bila mendaki gunung ini dari Bondowoso, wisawatan dapat melewati kawasan Jampit.

Di perjalanan menuju Desa Jampit, pengunjung akan menyaksikan langsung pemandangan berupa perkebunan kopi. Menempati lahan seluas empat ribu hektare, kebun kopi ini menawarkan suasana yang sejuk, tenang, dan pengunjung bisa belajar soal kopi dari mulai pengemasan sampai pemasaran.

Berkunjung Ke Bawomataluo, Desa Adat Kaya Budaya di Nias

Guest House Jampit

Salah satu tempat yang umum didatangi wisatawan saat berlibur ke Desa Jampit adalah Guest House Jampit, penginapan bergaya Belanda yang juga sering dijadikan spot foto-foto. Penginapan ini memang tampak sederhana dan tua, tetapi interior di dalamnya sungguh memesona.

Rumah tersebut memang merupakan peninggalan Belanda dan sudah dibangun sejak tahun 1927. Pada bagian luar rumah, terdapat taman bunga yang sangat cantik dan sedap dipandang. Ada beberapa jenis bunga yang bisa ditemukan di depan rumah, yakni lili, anyelir, gerbera, krisan, aster, calla, dan masih banyak lagi.

Selain itu, pemandangan rumah ini pun luar biasa menakjubkan karena lokasinya berada di kaki Gunung Ijen. Bagi yang ingin menginap di guest house ini, sudah tersedia fasilitas seperti empat kamar tidur, ruang bersantai, penghangat ruangan, lengkap dengan pramusaji.

Mempelajari Kesederhaan di Desa Adat Kajang Ammatoa Bulukumba

Kawah Wurung

Bila liburan ke Desa Jampit, jangan lupa mengunjungi Kawah Wurung. Berbeda dari Kawah Ijen yang berisi air danau yang mematikan, Kawah Wurung malah terdiri dari hamparan rerumputan hijau, perbukitan, deretan hutan pinus, padang bunga, hingga perkebunan kopi. Mengunjungi kawasan ini akan memberikan ketenangan, kedamaian, sekaligus memanjakan mata dengan pemandangannya yang begitu mengagumkan bak lukisan.

Dalam bahasa Jawa, wurung artinya sesuatu yang gagal. Nama Kawah Wurung pun merujuk pada kawah yang tidak jadi atau gagal terbentuk. Di sana terdapat sebuah cekungan tanah yang luas dan ditumbuhi rerumputan. Bagian cekungan tanah tersebut biasa disebut dengan bukit cincin.

Setidaknya, butuh dua kali berkunjung ke kawah ini sebab pemandangannya tergantung pada cuaca dan curah hujan. Saat musim hujan, rerumputan akan tumbuh subur dan warnanya didominasi hijau yang tampak menyegarkan mata. Sedangkan bila musim kemarau tiba, area Kawah Wurung tampak lebih hangat dan berwarna kekuningan.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini