Klasemen Akhir Perolehan Medali Paralimpiade Tokyo 2020, Indonesia Berhasil Lampaui Target

Klasemen Akhir Perolehan Medali Paralimpiade Tokyo 2020, Indonesia Berhasil Lampaui Target
info gambar utama

Paralimpiade Tokyo resmi ditutup pada Minggu (5/9/2021). Dalam klasemen akhir perolehan medali, Kontingen China mampu mempertahankan posisi juara umum. Mereka kembali menjadi yang terbaik dengan torehan 96 emas, 60 perak, 51 perunggu.

China unggul jauh diatas runner-up Britania Raya yang mendapatkan 41 medali emas, 38 perak, serta 45 perunggu hingga total mencapai 124 keping medali.

Kemudian posisi ketiga ditempati Amerika Serikat dengan 37 emas, 36 perak, 31 perunggu. Peringkat keempat diisi para atlet Rusia yang tergabung dalam Russian Paralympic Committee (RPC) dengan 36 emas, 33 perak, dan 49 perunggu. Artinya, capaian mereka hanya selisih 1 emas saja dengan AS.

Secara mengejutkan, dengan populasi tidak lebih dari 20 juta jiwa, Belanda berhasil masuk 5 besar dengan raihan 25 emas, 17 perak, dan 17 perunggu.

Urutan kelima hingga 10 secara berturut-turut ditempati Ukraina, Brasil, Australia, Italia, dan Azerbaijan. Jepang sebagai tuan rumah hajatan menduduki posisi ke-11 dengan torehan 13 emas, 15 perak, dan 23 perunggu.

Perolehan medali akhir Paralimpade Tokyo 2020 | GoodStas
info gambar

Perolehan 9 medali yang diraih kontingan Indonesia sudah melampaui target yang ditetapkan pemerintah dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Indonesia berhasil finish di peringkat ke-43 dengan raihan 2 emas, 3 perak, dan 4 perunggu. Posisi tersebut jauh lebih baik dibanding Paralimpiade London 2012 (urutan 74) dan Paralimpiade Rio de Janeiro 2016 (urutan 76).

Kiprah Atlet Indonesia Sepanjang Ajang Paralimpiade

Atlet Indonesia peraih medali Paralimpiade Tokyo 2020

Ni Nengah Widiasih (perak)

Ni Nengah Widiasih menjadi atlet Indonesia pertama yang memperoleh medali di Paralimpiade 2020. Turun di nomor 41 kg putri cabang olahraga (cabor) angkat berat, atlet kelahiran Karangasem, Bali itu mampu mendapatkan perak. Dengan angkatan terbaik 98 kg, Ni Nengah Widiasih hanya kalah dari Guo Lingling (China) dengan angkata terbaik 108 kg.

Saptoyoga Purnomo (perunggu)

Medali Indonesia kembali bertambah melalui Saptoyoga Purnomo yang tampil di nomor lari 100 m T37 putra (atletik). Atlet kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah ini mampu mendulang perunggu setelah finish di peringkat ketiga dengan catatan 11,31 detik. Ia hanya kalah dari Nick Mayhugh (Amerika Serikat) dengan 10,95 detik dan Andrei Vdovin (RPC) dengan 11,18 detik.

David Jacobs (perunggu)

Medali perunggu lainnya disumbang David Jacobs dari cabor tenis meja. Turun di nomor individual class 10 putra, atlet kelahiran 1977 ini hanya di bawah Patryk Chonjowski (Polandia) yang meraih emas dan Mateo Boheas (Perancis) yang meraup perunggu.

Suryo Nugroho (perunggu)

Suryo Nugroho, atlet tunggal putra badminton SU5, menyabet perunggu usai menang 2 set langsung atas pebulutangkis Taiwan, Fang Jen-yu dengan skor 21-16 dan 21-9.

Dheva Anrimusthi (perak)

Dheva Anrimusthi yang turun di nomor dan kategori yang sama dengan Setyo Nugroho (tunggal putra SU5), mampu mendapatkan perak. Ia mampu melaju ke final menjumpai Cheah Liek Hou (Malaysia). Namun sayang, dalam partai puncak tersebut Dheva harus kalah dengan skor 17-21, dan 15-21.

Leani Ratri Oktila-Khalimatus Sadiyah (emas)

Emas pertama Indonesia di ajang Paralimpiade Tokyo 2020 dipersembahkan oleh Leani Ratri Oktila-Khalimatus Sadiyah yang turun di nomor ganda putri badminton SL3-SU5. Mereka berhasil menaklukan pasangan China, Cheng Hefang-Ma Huihui dalam 2 set langsung 21-18 dan 21-12.

Pada hari terakhir Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia mendapatkan tambahan medali yang semuanya dari cabor bulu tangkis.

Fredy Setiawan (perunggu)

Fredy Setiawan menambah medali perunggu bagi Indonesia dari nomor tunggal putra SL4 badminton. Ia menyudahi perlawanan tunggal putra India, Tarun Dhillon dalam 2 gim langsung 21-17 dan 21-11.

Leani Ratri Oktila (perak)

Leani Ratri Oktila yang kali ini turun di nomor tunggal putri SL4 mampu mempersembahkan medali perak setelah di partai puncak harus takluk di tangan Cheng Hefang (China) dengan 19-21, 21-17, dan 21-16.

Leani Ratri Oktila-Hary Susanto (emas)

Terakhir, pasangan Indonesia Leani Ratri Oktila-Hary Susanto berhasil menyabet medali emas di nomor ganda campuran SL3-SU5. Kombinasi Leani Ratri-Hary mampu mengalahkan pasangan Lucas Mazur-Faustine Noel (Prancis) di partai final dengan skor 23-21 dan 21-17.

Bagi Leani, ini merupakan medali ketiga di ajang Paralimpiade Tokyo 2020. Sebelumnya ia juga mendapat 1 emas dan 1 perak dari nomor ganda putri dan tunggal putri.

Belum ada kepastian mengenai bonus yang akan diterima para peraih medali Paralimpiade Tokyo 2020. Sebelumnya, telah beredar kabar para atlet peraih medali Paralimpiade Tokyo bakal menerima bonus yang sama dengan peraih medali Olimpiade Tokyo.

Sebagai catatan, Peraih medali emas Olimpiade Tokyo menerima bonus sebesar Rp5,5 miliar, perak Rp2,5 miliar, dan perunggu Rp1,5 miliar. Angka ini jelas lebih besar dibanding penghargaan yang diterima peraih medali Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.

Indonesia dalam Paralimpiade, Medali Emas Pertama dari Pesta Olahraga Sebelum Olimpiade

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Iip M. Aditiya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Iip M. Aditiya.

IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini