Kiat Bangun Pagi Supaya Kawan Lebih Produktif

Kiat Bangun Pagi Supaya Kawan Lebih Produktif
info gambar utama

Penulis: Nur Annisa Kusumawardani

Semarakkan semangat dan aksi kolaborasi Festival Negeri Kolaborasi live di seluruh kanal media sosial GNFI. Informasi lebih lanjut kunjungi FNK 2021.

Jam berapa Kawan bangun pagi ini? Apakah Kawan GNFI sudah terbiasa bangun pagi? Dulu, ketika Kawan masih menjadi siswa SD hingga SMA, bisa jadi bangun pagi bukanlah hal yang terasa sulit. Umumnya, sekolah akan dimulai pukul tujuh pagi dan mengharuskan Kawan untuk bangun lebih pagi agar tidak tertinggal pelajaran.

Kini, bagi sebagian orang, bangun pagi merupakan hal yang cukup sulit dilakukan. Adanya pandemi turut meniadakan keharusan untuk beraktivitas di pagi hari, menjadikan seseorang lebih suka menghabiskan waktu di tempat tidur setelah begadang sepanjang malam.

Jika Kawan adalah salah satu orang yang sulit bangun pagi dan ingin mencari solusi, yuk, simak empat langkah yang dapat Kawan lakukan agar berhasil menjadikan bangun pagi sebagai kebiasaan baik sehari-hari.

Tidur lebih awal

Tidur Lebih Awal | Shutterstock
info gambar

Sering kali, permasalahan tidur adalah efek domino dari kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Jika Kawan memiliki kebiasaan begadang, maka bangun pagi akan menjadikan Kawan merasa lelah ketika memulai hari. Hal ini menjadikan Kawan semakin tidak bersemangat atau bahkan tidur ketika siang hari.

Ketika sudah seperti itu, maka siklus tidur Kawan menjadi terganggu dan akan semakin sulit untuk memiliki waktu tidur yang cukup di malam hari. Padahal, terdapat proses bernama Rapid Eye Movement (REM) dalam tidur yang memungkinkan kita untuk mengalami mimpi.

REM memiliki peran penting dalam proses belajar, mengingat, dan melakukan aktivitas kreatif. Selain itu, fase ini juga berpengaruh besar terhadap emosi seseorang. Apabila fase ini terpotong karena waktu tidur Kawan yang singkat, efeknya akan mengakibatkan Kawan merasa lelah secara fisik dan mental, dengan efek jangka panjang yang buruk bagi tubuh.

Yuk, Tambah Pengetahuan dengan Baca 4 Buku Sejarah Indonesia

Menjauhkan diri dari gangguan elektronik

Menjauhkan Diri dari Gangguan Elektronik | terrycralle.com
info gambar

Untuk tidur lebih awal, Kawan perlu untuk slow down menjelang malam, membiarkan fisik dan pikiran Kawan untuk rileks dan beristirahat dari kepenatan pekerjaan, akademik, dan lain-lain. Kawan juga perlu menghindari konsumsi kafein yang berlebihan untuk mengelola energi.

Alat elektronik seperti smartphone dan laptop memberikan pengaruh yang buruk bagi energi Kawan. Hal ini dikarenakan pancaran cahaya dari layar ini menahan keluarnya melatonin dari tubuh sehingga mempersulit Kawan untuk tertidur.

Gangguan alat elektronik juga cukup besar sehingga perlu dihindari. Kawan dapat memilih aktivitas alternatif seperti membaca buku dan mendengarkan musik untuk mengisi waktu sekitar dua jam sebelum tidur.

Cahaya lain seperti lampu kamar juga mempengaruhi kualitas tidur. Jadi, jika Kawan tidak merasa takut berlebih terhadap gelap, sangat dianjurkan untuk mematikan lampu sebelum tidur.

Destinasi Wisata Alam Eksotis di Jayapura, Bukti Papua Tak Hanya Raja Ampat

Termasuk meletakkan alarm di jangkauan jauh

Menjauhkan Letak Alarm | Pinterest
info gambar

Berapa kali Kawan membiarkan alarm berbunyi tanpa bangun dari tidur? Atau, Kawan adalah seseorang yang mematikan alarm lalu lanjut tidur kembali?

Jika iya, maka kebiasaan tersebut harus segera dihentikan. Salah satu caranya adalah dengan meletakkan alarm di tempat yang cukup jauh dari jangkauan. Hal ini mengharuskan Kawan untuk benar-benar “bangun” dan melakukan effort lebih untuk mematikan alarm.

Kawan juga dapat memanfaatkan aplikasi alarm yang memiliki kuis tertentu. Aplikasi ini membuat Kawan harus menyelesaikan teka-teki tertentu untuk mematikan alarm. Hal ini menjadikan Kawan lebih cepat alert dan mencegah Kawan untuk tertidur kembali.

Menyiapkan hari esok

Pernah kah Kawan merasa bersemangat bangun pagi ketika hari rekreasi sekolah? Mengapa hal itu dapat terjadi? Dilansir dari New York Times, Dr. Dimitriu menyebutkan bahwa memiliki kegiatan yang dinanti di pagi hari merupakan suatu hal yang sangat direkomendasikan agar Kawan dapat bangun pagi.

Kalahkan Toxic Positivity, Pikiran Positif yang Justru Memperburuk Kesehatan Mental

Kegiatan tersebut bermacam-macam, tergantung apa yang Kawan ingin lakukan di pagi hari. Misalnya, dengan menyiapkan sepatu lari untuk jogging di keesokan harinya, atau kopi kesukaan untuk memulai hari.

Selain itu, Kawan juga dapat merancang to do list di malam sebelumnya untuk mempersiapkan mental untuk bangun pagi. Hal ini dinilai sangat efektif karena menjadikan Kawan siap menghadapi tantangan-tantangan di hari berikutnya.

Nah, itulah beberapa tips yang dapat Kawan coba untuk bisa bangun lebih awal. Selamat mencoba dan semoga berhasil, Kawan!*

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini