Menjaga Kelestarian Lutung Budeng, Satwa Endemik Indonesia yang Terancam Punah

Menjaga Kelestarian Lutung Budeng, Satwa Endemik Indonesia yang Terancam Punah
info gambar utama

Pernah mendengar atau mungkin mengenal primata berjenis Lutung Budeng? Salah satu primata berekor panjang yang memiliki nama ilmiah Trachypithecus Auratus ini, belakangan mencuri perhatian setelah beredar video yang menunjukkan anak dari satwa tersebut nampak tersesat di sebuah kebun.

Bermula dari unggahan yang dibagikan oleh akun instagram @indoflashlight terlihat bahwa anak Lutung Budeng dengan warna jingga keemasan nampak kebingungan dan berusaha memasuki hutan dengan mendekati arah semak dan pepohonan.

Melihat usianya yang terbilang masih kecil, seseorang dalam video yang beredar langsung bergegas mengevakuasi anak lutung tersebut, dan memutuskan mengamankannya untuk sementara waktu.

Kekah, Monyet Endemik yang Jadi Ikon Kepulauan Natuna

Terancam diburu hewan buas

Alih-alih dikembalikan ke dalam hutan atau dilepas liarkan ke habitatnya, penyelamatan oleh pihak berwenang memang menjadi langkah paling tepat untuk menjaga kelestarian satwa langka yang masih berada di kisaran usia anak tersebut.

Bukan tanpa alasan, normalnya pada usia yang masih terbilang kecil dan belum dewasa, Lutung Budeng hanya bisa berada di habitat aslinya jika hidup bersama dengan sang induk.

Namun berdasarkan penjelasan yang dituliskan, anak lutung tersebut diduga kehilangan induknya yang sudah mati karena berbagai kemungkinan, di antaranya diburu manusia tidak bertanggung jawab atau dimangsa oleh hewan buas.

Dugaan tersebut semakin kuat karena pada dasarnya, sejenis anak lutung tidak akan ditinggalkan oleh sang induk jika tidak mengalami dua kemungkinan yang telah disebutkan sebelumnya.

Karena belum memiliki kemampuan untuk bertahan hidup, anak lutung tersebut akhirnya akan dirawat sementara hingga dewasa dan akan dilepas ke habitat aslinya, setelah dirasa mampu untuk bertahan hidup di alam bebas secara berkelompok.

Menurut informasi terakhir dari pihak yang menemukannya, anak lutung tersebut saat ini dalam kondisi baik dan sedang menunggu penjemputan dari pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat.

Kelinci Belang Sumatra, Spesies Paling Langka di Dunia Diselamatkan dari Perdagangan Gelap

Karakteristik Lutung Budeng

Lutung Budeng dewasa
info gambar

Lutung Budeng atau umumnya dikenal juga dengan sebutan Lutung Jawa, merupakan fauna endemik Indonesia yang sudah dilindungi Undang-Undang sejak tahun 1999.

Sesuai namanya, penyebaran satwa satu ini memang dapat ditemui di sebagian besar wilayah Jawa, dengan catatan keberadaan di sejumlah kawasan konservasi seperti Taman Nasional (TN) Ujung Kulon, TN Gunung Halimun Salak, TN Gunug Gede Pangrango, TN Meru Betiti, TN Baluran, dan TN Bali Barat yang mencakup hutan-hutan di Pulau Jawa, Bali, dan Lombok.

Lutung Budeng sebenarnya juga kerap ditemui di wilayah Sumatra, Kalimantan, Bangka, Belitung, dan Kepulauan Riau, namun populasinya tidak sebanyak di Pulau Jawa.

Bicara soal keunikan, satwa satu ini sebenarnya memiliki warna rambut tubuh jingga keemasan saat pertama kali lahir hingga berusia dua atau tiga bulan. Baru setelahnya, saat memasuki usia dewasa, rambut pada tubuh Lutung Budeng akan berubah menjadi hitam legam.

Umumnya, Lutung Budeng hidup berkelompok yang terdiri dari tujuh ekor. Karena itu, menjadi hal yang tidak wajar apabila satwa ini ditemukan dalam kondisi sendirian, terlebih jika usianya masih terbilang muda.

Bicara soal kelangkaan, satwa ini masuk ke dalam daftar merah IUCN dengan status Vulnerable (rentan), karena populasinya di alam saat ini diketahui hanya tersisa sekitar 2.000 hingga 3.000 ekor.

Belum lagi, dalam jangka waktu satu tahun setiap kelompok hanya memiliki satu atau dua kelahiran anak baru, kondisi tersebut diperparah dengan habitatnya yang mengalami degradasi akibat pembukaan lahan untuk kepentingan perluasan lahan pertanian dan pemukiman manusia.

Padahal, Lutung Budeng memiliki peran penting dalam membantu persebaran biji dan pertumbuhan pepohonan, karena lutung termasuk hewan frugivorus (pemakan buah).

Lutung Jawa Ini Hidup Bebas Kembali di Kondang Merak

Proses pelepasliaran ke habitat asli

Pelepasan lutung budeng
info gambar

Bicara soal proses pelepasliaran, pada bulan Maret 2021 lalu Balai Besar KSDA Jawa Timur diketahui melepaskan sebanyak tujuh ekor Lutung Budeng ke alam bebas di kawasan hutan lindung Coban Talun.

Diketahui, bahwa ketujuh lutung yang dilepaskan awalnya merupakan penemuan yang akhirnya diserahkan oleh masyarakat dari beberapa kabupaten di Jawa timur, seperti Bondowoso, Jember, Mojokerto, dan Malang antara tahun 2019 hingga 2020.

Sebelum dilepas ke alam, Lutung Budeng tersebut diketahui telah melalui proses perawatan dan rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Lutung Jawa, Coban Talun, Kota Batu, Malang.

Disebutkan bahwa ketujuh lutung dilepasliarkan dengan metode hard release atau langsung di lokasi yang sebelumnya telah disurvey terlebih dahulu.

“…dari seluruh proses pelepasliaran ini, dipastikan bahwa lutung-lutung yang dilepasliarkan bisa bertahan hidup. Artinya ada proses monitoring pasca pelepasliaran,” ujar Iwan Kurniawan, selaku perwakilan dari Javan Langur Center.

Kedih, Si Monyet Berjambul Asal Sumatera

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini