Koes Hendratmo dan Kenangan Kesuksesan Berpacu dalam Melodi

Koes Hendratmo dan Kenangan Kesuksesan Berpacu dalam Melodi
info gambar utama

Penyanyi senior Koes Hendratmo meninggal dunia di usia ke-79 pada Selasa (7/9/2021). Kabar ini pertama kali dikirim oleh Tantowi Yahya, presenter, musisi, sekaligus Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Samoa, dan Tonga.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah sahabat baik kita, Koes Hendratmo hari ini Selasa, 7 Sept 2021 di Jakarta. Semoga Allah menerima semua amal ibadahnya dan menempatkannya di tempat terbaik di sisiNya. Informasi lain menyusul. Tantowi Yahya," demikian bunyi pesan Tantowi.

Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh Nia, manajer Bonita yang juga merupakan anak dari Koes Hendratmo. "Betul Mbak, ayahnya Mbak Bonita (Koes Hendratmo) meninggal," ujarnya, dalam CNN Indonesia.

Nia pun mengungkap kemungkinan penyebab meninggalnya Koes Hendratmo. "Kemungkinan meninggal karena jantung. Beliau memang punya riwayat penyakit jantung" lanjut Nia.

Koes lahir di Yogyakarta pada 9 Februari 1942. Ia memulai karier sebagai penyanyi pada 1960 dengan mengeluarkan lagu Lambaian Bunga, Wanita Wanita dan My Love for You.

Koes Hendratmo juga merupakan salah satu penyanyi legendaris Tanah Air. Dirinya telah melahirkan sejumlah album studio, di antaranya Lambaian Bunga (1959), Sansaro (1968), Wanita Wanita (1970), Pop Batak Legendaris (2000), dan My Love for You (2011).

Industri Musik Indonesia dari Masa ke Masa, Hingga Terbit Royalti

Selain karier musik, Koes juga dikenal sebagai pembawa acara. Sejumlah acara, baik di televisi maupun off-air pernah ia perankan. Presenter Helmy Yahya pun menyampaikan rasa duka citanya. Bagi Helmy, sosok Koes Hendratmo adalah guru dan MC terbaik di Tanah Air.

"Innalillah wainna ilaihi rojiun! Selamat jalan, guruku, penyanyi dan MC terbaik Indonesia! Semoga diterima disisi-Nya! You will be missed! Al fatehah!" tulis Helmy Yahya sambil memajang potret Koes Hendratmo.

Salah satu acara televisi yang melambungkan nama almarhum adalah kuis Berpacu dalam Melodi, di mana peserta menebak judul lagu yang dilantunkan dalam acara.

Kuis Berpacu dalam Melodi mulanya mengudara di stasiun telvisi TVRI tahun 1988. Acara tersebut tayang hingga tahun 1998, dan dibawakan oleh Koes Hendratmo. Kuis tersebut sempat mendapat sejumlah penghargaan, termasuk Panasonic Gobel Awards.

Kisah sukses Berpacu dalam Melodi

"Satu bulan kita berpisah, satu bulan usia kita bertambah." Itu adalah sapaan khasnya setiap kali Koes Hendratmo menyapa penggemarnya.

Koes selalu tampil dengan rambut jambul, berpakaian necis, dan berdasi kupu-kupu. Kalimat “Berpacu dalam melodi…” selalu ia katakan dengan intonasi yang khas. Para penonton setia acara tersebut masih mengingatnya hingga sekarang.

Tak lupa, band Ireng Maulana All Stars yang dengan lincah memainkan lagu untuk ditebak para peserta. Ireng yang merupakan pemusik jazz tidak pernah kehilangan momen untuk mengiringi Koes dan para peserta bernyanyi.

Tidak lupa guyonan segar juga menjadi khas penyanyi yang fasih menirukan suara penyanyi tenar, dari Tom Jones hingga Johnny Mathis. Berpacu Dalam Melodi, acara kuis populer yang pernah ditayangkan TVRI tahun 1989-1999, tidak pelak lagi lahir karena tangan dingin Ani Sumadi.

Menyebut nama itu, dia adalah Ratu Kuis Indonesia, dialah peletak dasar kuis televisi di Indonesia. Banyak kuis yang lahir dari tangan perempuan kelahiran Aceh, 18 Mei 1939 yang mengawali karirnya di TVRI sebagai pembawa acara sekaligus reporter pada 1959.

Kisah Nike Ardila, Lady Rocker yang Tetap Bersinar dalam Kematian

Tentang Berpacu dalam Melodi, merupakan kuis yang menguji pengetahuan wawasan peserta tentang lagu dengan menggunakan musik hidup yang dimainkan oleh Ireng Maulana All Stars sebagai band pengiring.

Yaitu pengetahuan peserta tentang judul lagu, pencipta, penyanyi yang mempopulerkan lagu tersebut, hingga cerita di balik lagu tersebut. Mulai dari lagu Indonesia hingga mancanegara, bahkan lagu daerah.

Kuis ini dibagi dalam 5 babak yang masing-masing mempunyai aturan sendiri. Peserta yang menjawab dengan benar mendapat nilai sedangkan yang salah mendapat hukuman pengurangan nilai.

Babak yang kerap hadir juga adalah sambung kata, di mana peserta biasanya diminta melanjutkan kalimat dalam lirik lagu yang dilantunkan oleh band pengiring.
Selanjutnya pemenang adalah peserta dengan akumulasi nilai terbanyak.

Di akhir acara, biasanya terdapat babak sekilas wajah, di mana peserta diminta menebak sosok musisi yang wajahnya tertutup di gambar, kemudian dibuka perlahan.

Koes selalu dinanti

Acara Berpacu dalam Melodi yang saat itu disiarkan di TVRI memang sangat ditunggu-tunggu para penggemar setianya. Begitu pun bagi banyak orang yang mencintai dunia musik.

Hal ini memang karena pengaruh Koes yang tak hanya memiliki kemampuan dalam mengingat judul-judul lagu, tapi juga kepiawaiannya berkomunikasi dengan para peserta hingga mampu membawa suasana cair dan tak membosankan.

"Dalam suatu kehidupan, kita pasti punya satu lagu, acara, yang menjadi kenangan manis selama hidupnya. Tidak ada pengalaman pahit, yang ada pengalaman yang menyenangkan dalam saat membawakan acara tersebut," kenang Koes, yang dilansir dari Fimela.

"Saya membawakan acara tersebut selama 18 tahun. Itu acara paling lama yang saya bawakan. Nama saya kian melejit lagi saat mengasuh acara tersebut," ungkap Koes yang juga sempat menjadi pembawa acara di Pesta yang disiarkan di Indosiar.

Pada 2002, ketika Koes berumur 52 tahun, Berpacu dalam Melodi tayang kembali. Kali ini stasiun televisi swasta MetroTV yang menggarapnya. Melansir dari Majalah TEMPO, Koes mengaku kagok dengan format yang baru.

Senja, Kopi, dan Musik Indonesia pun Berevolusi

Grup musik pengiringnya bukan lagi Ireng Maulana All Stars. Para peserta tak lagi berdiri, melainkan duduk di sofa. Mereka baru berdiri ketika menebak lagu. Tapi Koes tetap optimistis memandu 26 episode acara tersebut.

“Acara lama ini disukai penonton. Respons mereka luar biasa,” katanya.

Pada Maret 2013 hingga Maret 2014, kuis tersebut kembali lagi ke TVRI. Koes membawakan acara diiringi Circadian Rhythm. Sebanyak 62 episode berhasil tayang.

Lalu, Berpacu dalam Melodi berlanjut di stasiun NET. pada periode 2014 sampai 2016. Namun, Koes tak tampil memandunya. Posisinya digantikan oleh David Bayu Danangjaya alias David 'Naif'.

Hingga saat ini, kuis Berpacu dalam Melodi masih tayang di stasiun televisi swasta iNews. Vokalis band GIGI, Armand Maulana ditunjuk sebagai pembawa acara kuis tersebut.

Mengintip akun Instagramnya, Koes Hendratmo memang masih aktif berkarier di usia senjanya. Ia masih sering menyanyi dari panggung ke panggung, hingga mengisi acara radio. Memang baginya soal berkarya tak mengenal umur. Hal itu yang dilakukan musisi ini, Ia tetap berkarier dalam dunia seni musik yang telah membesarkan namanya.

"Saya punya moto yang sangat bagus bagi saya. Too rest is to rust. Kalau kelamaan beristirahat, maka akan berkarat," katanya sembari tertawa.

Selamat jalan Koes Hendratmo, karyamu akan selalu abadi.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini