Didapuk Jadi KEK Baru, Mega Proyek Lido City Akan Serap 29 Ribu Tenaga Kerja

Didapuk Jadi KEK Baru, Mega Proyek Lido City Akan Serap 29 Ribu Tenaga Kerja
info gambar utama

Berpaling sejenak dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, kali ini ada kabar pembangunan KEK di Pulau Jawa yang datang dari Provinsi Jawa Barat, tepatnya di wilayah Lido, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

Berbeda dengan Mandalika yang dikelola oleh negara lewat BUMN Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC), Lido City dikembangkan dan dikelola oleh pihak swasta dalam hal ini MNC Group, melalui anak usaha MNC Land.

Bukan kali pertama terdengar, penggarapan kawasan wisata yang diproyeksikan dapat menampung lebih dari lima juta turis ini sudah ramai dibicarakan sejak beberapa tahun lalu oleh warga lokal.

Pembangunannya kerap kali mendapat julukan sebagai 'Disneyland' versi Indonesia. Seakan menjadi nyata, proyek ini pada akhirnya dinobatkan menjadi bagian dari KEK secara resmi melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 69 Tahun 2021, yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada tanggal 16 Juni 2021 lalu.

PP tersebut kemudian diterima secara resmi oleh Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo pada, Rabu (8/9/2021).

Dengan adanya PP tersebut, Lido City berada di urutan atau nomor 18 pada proyek investasi KEK yang dicanangkan pemerintah, dengan rencana investasi dan komitmen hingga 20 tahun ke depan yang diharapkan mampu mencapai Rp32 triliun realisasi investasi, serta serapan tenaga kerja langsung mencapai 29 ribu orang, baik yang berasal dari sekitar lokasi secara langsung maupun dari seluruh Indonesia.

Kebut Pembangunan, KEK Mandalika Butuh Ribuan Pekerja Lokal

Proyek pembangunan dilakukan dalam tiga tahap

Groundbreaking Lido City
info gambar

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pengembangan KEK Lido City akan membutuhkan waktu selama 20 tahun dan dibagi ke dalam tiga tahap, mengingat cakupan wilayah mega proyek ini akan dibangun pada total lahan seluas 3.000 hektare.

Adapun secara lebih detail, rentang waktu tahapan yang dimaksud terdiri dari tahap pertama yang berlangsung pada tahun 2021-2026 dengan nilai investasi awal Rp14,2 triliun, diikuti tahap kedua pada tahun 2027-2034 dengan nilai investasi Rp5,8 triliun, dan terakhir tahap ketiga pada tahun 2035-2040 dengan nilai investasi Rp12 triliun.

Saat Hary Tanoe--bos MNC grup--menerima PP KEK pada hari Rabu kemarin, kesempatan tersebut rupanya bersamaan dengan momentum groundbreaking pembangunan sebagian tahap pertama di sejumlah wilayah kawasan Lido, yang ditargetkan akan rampung pada tahun 2022 mendatang.

Selain itu, dirinya juga menyatakan bahwa sejumlah bagian dari wilayah Lido City akan dihibahkan kepada masyarakat setempat, untuk menjalankan kegiatan sehari-hari.

“…mudah-mudahan tahun depan sudah bisa diselesaikan, tidak jauh dari tempat ini juga akan dihibahkan tempat untuk padepokan dan masjid, sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar untuk beribadah. Pak Gubernur nanti secara khusus meresmikan padepokan tersebut yang cukup strategis tempatnya,” ungkap Hary.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Nasional KEK, Wahyu Utomo, menyatakan bahwa pemerintah menaruh harapan besar dari pembangunan KEK Lido agar mampu menjaga pemulihan ekonomi nasional, serta bangkit dari dampak pandemi yang terjadi.

Melansir IDX Channel, Dewan Nasional KEK juga memproyeksikan bahwa saat pembangunan tahap satu yang meliputi berbagai atraksi kelas dunia termasuk theme park selesai, Lido City diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara hingga mencapai 63,4 juta orang hingga tahun 2038, atau rata-rata 3,17 juta wisatawan per tahun.

“Ini sekaligus menjadi instrumen pendorong daya saing Indonesia di tengah arah ekonomi global pasca krisis,” jelas Wahyu.

Kepulauan Selayar Resmi Menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata

Deretan fasilitas dan proyek mewah yang akan dihadirkan

Music and Arts Center Standar Dunia MNC Lido City
info gambar

MNC Group selaku pengembang menyatakan, bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan KEK Lido City sebagai kawasan wisata dan rekreasi pendidikan yang berkelanjutan.

Memiliki lokasi yang strategis dengan ketinggian sekitar 600 mdpl, wilayah ini diapit dua gunung, yaitu Gunung Gede dan Pangrango yang membuat kawasan tersebut memiliki suhu sejuk yang berada di kisaran 22 hingga 25 derajat celcius di sepanjang tahun.

Karena itu, tak heran jika berbagai fasilitas dan proyek wisata yang dibangun diklaim mampu bersaing dengan wilayah wisata kelas dunia lainnya.

Lebih rinci, pihak pengembang juga menjabarkan berbagai fasilitas dan proyek apa saja yang akan dihadirkan pada KEK Lido City, beberapa di antaranya yaitu Lido Music & Arts Center.

Fasilitas tersebut akan menjadi tempat pertunjukan musik dan seni outdoor terbesar di Indonesia dengan konsep amphitheater, dirancang untuk menampung hingga 50.000 pengunjung festival, dengan fasilitas empat panggung berbeda untuk mengakomodasi berbagai pertunjukan secara bersamaan.

Kabarnya, fasilitas satu ini terinspirasi dari Coachella Valley Music and Arts Festival di California, Amerika Serikat.

Kemudian, dalam kawasan ini akan dibangun pula fasilitas Movieland ala Hollywood, kompleks produksi film pertama yang terintegrasi di Indonesia dengan berbagai setting backlot outdoor dari alam hingga kota, dan setting indoor dengan green screen, yang dilengkapi area pasca produksi dan fasilitas pendukung lainnya.

Terakhir dan salah satu yang paling banyak mencuri perhatian sejak pertama kali kabar mega proyek ini muncul, akan dibangun pula fasilitas World Lido, yang terbagi menjadi beberapa area wisata terintegrasi layaknya Disneyland, yang terdiri dari taman bermain dan area resort.

Lebih detail, Park Lido yang diklaim akan menjadi taman bermain kelas dunia nantinya akan dilengkapi beberapa zona bertema, berbagai wahana, pertunjukan, serta atraksi, 18 gerai F&B, 21 gerai ritel, aula serbaguna, dan fasilitas lainnya.

Selain itu, ada juga Lido World Garden, yang operasionalnya akan bermitra dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dari Kementerian Pertanian, untuk kegiatan kolaborasi riset dan inovasi pengembangan pertanian, termasuk pemeliharaan dan budidaya tanaman endemik.

"Seluruh tim sedang bekerja keras menyelesaikan berbagai proyek pembangunan yang ditargetkan, untuk menarik wisatawan baik lokal maupun internasional di waktu yang akan datang,” pungkas Hary.

12 Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini