Bermodalkan Sepeda, Kakek Berusia 74 Tahun Bawa Perpustakaan Keliling di Purwakarta

Bermodalkan Sepeda, Kakek Berusia 74 Tahun Bawa Perpustakaan Keliling di Purwakarta
info gambar utama

Indonesia sejatinya tak pernah kekurangan orang baik dengan hati mulia yang selalu menginspirasi. Tentunya, bukan hanya sekali dua kali pula berbagai kebaikan dari aksi inspiratif sering dibagikan agar menjadi motivasi terhadap sesama.

Namun, dari sekian banyak kisah inspiratif yang tak henti mengundang rasa kagum, kali ini ada satu kisah serupa yang rasanya terlalu sayang untuk dilewatkan jika tidak ikut diketahui oleh banyak orang.

Tidak hanya kalangan anak muda yang selama ini dikenal memiliki semangat kebaikan dan melakukan aksi dengan tujuan mulia, hal serupa nyatanya juga berlaku bagi seorang pria yang berada di usia senja, lebih tepatnya 74 tahun bernama Djudju Djunaedi.

Melakukan kegiatan mulia dalam hal meningkatkan literasi dengan menghadirkan perpustakaan keliling untuk anak-anak yang berada di Kabupaten Purwakarta, apa sebenarnya yang membuat Djudju tetap semangat melakukan hal tersebut di usianya yang tak lagi muda?

Kisah Iin Herlina dalam Upaya Meningkatkan Literasi di Wilayah Pelosok Flores

Sudah berkeliling meminjamkan buku sejak tahun 1988

Abah Udju saat ingin berkeliling meminjamkan buku
info gambar

Bukan nama asing di kalangan masyarakat khususnya anak-anak desa di Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, sosok yang lebih akrab disapa dengan sebutan Abah Udju ini menjadi salah satu pegiat literasi yang sangat dihormati bahkan oleh Pemerintah Daerah Purwakarta.

Kepada berbagai media nasional yang memberitakan mengenai aksi sosial Abah Udju, dirinya mengungkap bahwa kegiatan meminjamkan buku kepada anak-anak yang ingin membaca sudah dilakukan sejak tahun 1988.

Aksi menghadirkan perpustakaan keliling berawal dari kegemaran membaca yang ia miliki, dan kebiasaan menghadiahkan buku kepada anak-anaknya. Karena sang anak bersekolah di dekat rumah, tak jarang banyak teman dari anaknya yang berkunjung ke rumah dan membaca buku bersama.

Hal tersebutlah yang rupanya membuat Abah Udju mulai aktif meminjamkan buku kepada orang lain.

Pada tahun 1988, Abah Udju sebenarnya bekerja sebagai mandor perkebunan di PTPN VIII. Sebelum menggunakan sepeda, dirinya berkeliling dengan berjalan kaki membawa puluhan buku untuk dibaca oleh anak-anak.

Hal tersebut ia lakukan secara konsisten setiap hari Sabtu dan Minggu hingga tahun 1994. Pada tahun tersebut, Abah Udju akhirnya mendapatkan sepeda yang bisa digunakan untuk berkeliling membawa puluhan buku.

Selain itu, diceritakan bahwa pada tahun 1990 ia pernah bertemu dengan sekelompok mahasiswa yang sedang melakukan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), dan pada akhirnya memberikan sumbangan buku hingga sebanyak 600 eksemplar.

Tak ayal, hal tersebut nyatanya membuat Abah Udju semakin bersemangat untuk melakukan kegiatan membawa perpustakaan keliling untuk anak-anak di daerahnya.

Melihat Kondisi Literasi Masyarakat Indonesia

Konsisten membawa perpustakaan keliling selama puluhan tahun

Abah Udju saat memberi pinjaman buku
info gambar

Hingga saat ini, terhitung sudah lebih dari 30 tahun Abah Udju secara konsisten menghadirkan perpustakaan keliling ke berbagai desa. Menukil Detikcom, saat sudah tidak terlalu aktif bekerja terutama ketika memasuki masa pensiun di tahun 2008, Abah Udju pernah ada di masa menjalankan kegiatan membawa perpustakaan keliling setiap hari.

Diceritakan bahwa dirinya biasa mengawali kegiatan berkeliling mulai pukul tujuh pagi hingga pukul lima sore. Adapun desa-desa yang ia datangi di antaranya Desa Neglasari, Desa Linggasari, Desa Sadarkarya, Desa Sawit, Desa Darangdan, dan Desa Depok.

Mengenai cara Abah Udju dalam membawa buku yang dimiliki, dirinya akan membawa puluhan buku yang dimasukkan ke dalam tas dan diikat pada sepeda. Nantinya, di setiap lokasi-lokasi tertentu, akan ada beberapa anak yang sudah menunggu kedatangan Abah Udju untuk meminjam buku yang dibawa.

Abah Udju juga sama sekali tidak mengenakan biaya untuk setiap buku yang dipinjamkan, meskipun kenyataannya tak sedikit pula buku-buku yang pada akhirnya tidak dikembalikan. Namun, hal tersebut tidak membuat dirinya merasa rugi.

"Abah ibaratkan ini adalah pengabdian. Abah meminjamkan buku tanpa bayaran, tidak perlu ditulis, jadi niatnya karena Allah. Jadi kalau ada yang hilang tidak dikembalikan itu sudah biasa," terangnya.

Di usianya yang sudah menua ditambah kondisi fisik yang tidak seprima sebelumnya, kegiatan membawa perpustakaan keliling dengan menaiki sepeda saat ini hanya dilakukan setiap hari Minggu.

Tapi, bukan berarti semangat untuk terus membuat anak-anak di daerahnya bisa membaca menjadi berhenti. Saat ini, dirinya juga memiliki perpustakaan kecil yang dinamai Perpusatakaan Saba Desa, dan bisa dikunjungi oleh anak-anak kapan saja.

Bersama Literasi Anak Banua, Pemuda Asal Kalsel Tingkatkan Literasi Daerah 3T Indonesia

Mendapat apresiasi dan kerap difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta

Kepala Disdik Kabupaten Purwakarta, Purwanto saat mengunjungi perpustakaan Abah Udju
info gambar

Melihat aksi sosial yang dilakukan, selama keberlangsungannya menghadirkan perpustakaan keliling, Abah Udju nyatanya juga kerap mendapat dukungan dan fasilitas tidak hanya dari pemerintah namun juga berbagai pihak.

Dukungan pertama yang didapat datang dalam bentuk sepeda. Berdasarkan penuturan Abah Udju, dirinya sudah mendapatkan bantuan mencapai lima sepeda, salah satunya dari Dedi Mulyadi, mantan Bupati Purwakarta yang menjabat pada tahun 2016.

"Sebenarnya banyak yang memberikan sepeda. Saya sampai punya lima tapi yang tiga diberikan lagi sama abah kepada anak yatim yang membutuhkan," ujar Abah Udju, seperti yang diberitakan oleh IDN Times.

Tak berhenti sampai di situ, hingga saat ini bantuan juga masih terus dijamin oleh pemerintah khususnya Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta, demi kelangsungan perpustakaan yang ada di rumah Abah Udju.

Terbaru, pada awal bulan September lalu Abah Udju ternyata sempat menyampaikan kendala berupa keberadaan rak buku yang sudah rusak, hal tersebut nyatanya langsung mendapat respons dari Purwanto, selaku Kepala Disdik Kabupaten Purwakarta.

"Abah Udju kemarin ke kantor, minta rak katanya sudah rusak. Dan saya berjanji kemarin akan ke sini, demi mengantarkan rak, sembako dan sedikit bantuan uang tunai," tutur Purwanto, saat mengunjungi rumah Abah Udju, Minggu (5/9/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Abah Udju mengaku akan tetap konsisten dengan apa yang telah ia jalankan untuk meningkatkan minat baca masyarakat, terutama anak-anak.

"Abah ingin masyarakat jadi suka membaca buku karena dengan membaca itu banyak manfaatnya, sekarang Abah hanya ingin perpustakaan ini berjalan, anak-anak juga bisa belajar membaca” harap Abah Udju kepada sejumlah awak media.

Tak Pantang Menyerah, Berikut Pahlawan Penegak Literasi di Indonesia

Sumber: Disdik Pembkab Puwakarta | Detik.com | IDN Times | Ayopurwakarta.com

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini